Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
52. Tiara dan Mahesa


__ADS_3

Setelah makan malam dirumah kediaman Darmawan Mahantara Tiara baru di izinkan pulang oleh mama Vina, karena Mama Vina merasa dengan kehadiran Tiara bisa sedikit menghiburnya dari rasa sedihnya ditinggal oleh menantunya. secara Tiara memiliki sikap dan pembawaan tak jauh beda dengan Syaqina, sama -sama berpenampilan sederhana, kecantikannya begitu natural bahkan wajahnya hanya terbalut bedak tipis dan lipstik tipis bahkan alispun hanya ditambah dengan polesan sedikit sekedar merapikannya. tutur sapanya pun sangat lembut dan sopan, hal itulah yang membuat Mama Vina semakin tersepona (terpesona maksud author๐Ÿ™€) dan membuat Mama Vina ngebet ingin menjadikannya menantu untuk Esha.


Meskipun Almarhum Ayah Tiara sudah lama meninggal namun keluarga Darmawan Mahantara masih membiayai dan memberikan santunan untuk Tiara dan adik bungsunya, sebagai bukti penghargaan untuk almarhum pak Gunawan karena telah bekerja dengan baik pada perusahaan DM corp mulai perusahaan merangkak dari nol.


"Mama Vina.. papa Andi, Tiara pamit pulang dulu terimakasih untuk makan malamnya "


Tiara pun berpamitan dengan kedua orang tua Mahesa,


"Iya nak sama -sama kami juga sangat senang kamu mau menemani kami makan malam meskipun hanya dirumah, sering - sering main kesini ya Tiara"


mama Vina terlihat sangat bahagia dan terhibur dengan kehadiran Tiara


"udah yuk Kakak Antar Tiara pulang, udah malam nanti kena SP dari Bunda Mayang "


kelakar Mahesa seolah menginterupsi pembicaraan mamanya dan Tiara sementara Papa Andi sedang ada kepentingan bisnis dengan rekananya sejak sore tadi dan belum pulang


"ya udah kakak antarkan Tiara sekarang ,sampaikan salam mama untuk Bunda Mayang ya dan ingat langsung pulang jangan bawa anak gadis orang keluyuran kemana -mana entar kena sanksi lo "


Mama Vina tampak memberikan penekanan pada kata langsung pulang seolah tak ingin putranya melakukan hal yang tak baik untuk Tiara


"ih... Mama apaan sih, memang Tiara mau Esha bawa kemana sih udah malam gini juga "


"Ya siapa tahu walaupun gimana kamu kan anak Laki - laki dan Tiara tuh sangat cantik siapapun pasti bawaannya pingin deketan lama - lama kan ?"


" Mama nih,.. makin ngelantur , ya udah keburu malam nih ntar Esha pamit dulu antar Tiara "


Esha pun segera meraih tangan sang mama untuk salim dan mencium tangan surganya itu, kemudian berjalan beriringan membawa Tiara pada mobil yang terparkir di garasi, Mahesa pun membukakan pintu untuk Tiara kemudia is berjalan memutari mobil untuk sampai di belakang kemudi, setelah menghidupkan mesinnya Mahesa pun segera menancapkan Gas menuju rumah Bunda Mayang.


Setelah hampir dua bulan ini Tiara dan Mahesa memang sering terlibat kebersamaan meskipun sebatas untuk mencari keberadaan Syaqina, namun dengan intensitas pertemuan dan juga komunikasi yang mereka jalin semakin memupuk kedekatan mereka.


Hening itulah suasana di dalam mobil yang dikemudikan oleh Mahesa keduanya sepertinya sedang dan mode menunggu, menunggu siapa yang akan memulai membuka percakapan, karena pada dasarnya Mahesa memiliki karakter yang cenderung pendiam, dan Tiara juga termasuk karakter yang sedikit pemalu.


"hem... hem.. Tiara "


akhirnya Mahesa punmemulai mencairkan kebekuan ini dengan memulai membuka percakapan


"i..Iya kak "


"maaf ya "


"untuk ?"


Tiara tak paham dengan kata maaf yang Mahesa ucapkan


"perkataan Mama tadi "


"yang mana kak ?"


" yang... emmm... yang soal godain kamu tadi , soal.... menantu "


Mahesa sedikit berhati - hati mengucapkannya takut jika akan menyinggung perasaan Tiara


"oohh.. itu, iya nggak apa kok kak, Mama juga pasti bercanda "


"kalau... andai kata serius gimana ?"


Mahesa tampak gugup meskipun hanya mengucapkan satu kata yang terkesan masih ambigu itu


"ma... maksud Kakak ?"


"seandainya kamu beneran dijadikan menantu Mamaku kira - kira kamu bersedia atau tidak ?"


"hah !!"

__ADS_1


blushhhhh


Tiara langsung blushing tak yakin dengan ucapan Mahesa pasti ini hanya candaan saja


"Tiara ...jawab dulu "


"Ya.. ya.. kan itu cuma andai kak, terus Tiara harus jawab apa coba ?"


"Ya terserah kamu mau jawab apa kan kamu yang ditanya "


"huh..."


Tiara tampak membuang nafas dengan kasar mungkin untuk menghilangkan rasa gugupnya


"Tiara nggak suka berandai -andai kak "


skakmat !!


Mahesa merasa sangat tertohok dengan jawaban Tiara , sehingga membuatnya sedikit oling pikirannya dan berakibat menurutnya daya konsentrasinya dalam menyetir hingga ia nyaris menerobos lampu merah yang sudah menyala merah.


srettttt


Mahesa pun mengerem dengan mendadak karena tiba - tiba di depan Ya sudah banyak pemotor berjajar mengantri lampu merah berganti Hijau.


"Kak..! fokus dhonk bawa mobilnya "


pekik Tiara


"soo..sorry , kamu.. nggak apa - apa kan ?"


" iya Tiara nggak kenapa - kenapa kak "


" oh iya,.. gimana kalau kita berhenti dulu di taman itu ? disana kita bisa liat banyak bintang loh, dan juga ada banyak kuliner yang enak banget"


"masak sih kak ?"


"tapi... ntar kemalaman "


"sebentar saja , nggak akan lama kok gue janji "


Setelah diam sesaat Tiara tampak berpikir dan akhirnya mengangguk mengiyakan.


Lampu merah telah berganti warna Hijau Mahesa pun melanjutkan mengemudikan mobilnya dan tak lama berhenti di sebuah taman kota yang memang tertata dengan indah ada taman bunga, dan juga labirin, lampu lampu tampak menghiasi dan membalut pohon pohon pinang dan beberapa pohon peneduh, tampak pasangan muda mudi.dan juga anak - anak bermain berlarian menaiki beberapa fasilitas permainan seperti perosotan, ayunan dan juga jungkitan. disetiap sudut taman juga berjajar dengan rapi gerobak - gerobak jajanan yang sangat lezat mulai dari yang jadul hingga yang kekinian semua bisa di dapat disana, Mahesa mengajak Tiara duduk di sebuahn bangku taman yang kosong yang di depan ya terdapat danau buatan


"duduk situ yuk"


seru Mahesa pada Tiara dan Tiara pun hanya mengekor


"kamu mau makan cemilan atau jajan apa gitu?"


"emhh.. nggak ah masih kenyang kak "


"kenyang ? nggak usah bohong deh, kamu tuk tadi makanya cuma sedikit nggak mungkin masih kenyang, pasti kamu Jaim kan "


"enggak kok kak serius "


" itu kayaknya ada jajanan jadul yang legendaris kue leker jadi pingin cobain apa rasanya masih sama kayak zaman aku kecil ya "


Mahesa menunjuk pada salah satu penjual kue leker yang tak jauh dari mereka duduk, Mahesa pun mendekati dan memesan satu kotak setelah menunggu beberapa saat pesanan pun jadi dan Mahesa pun segera kembali ketempat duduk semula dimana masih ada Tiara yang terduduk disana


"kita cobain yuk "


Mahesa membuka kotak makanan yang berisi kue leker tersebut. Tiara pun mengambil satu dan memakannya, namun Mahesa sudah menghabiskan lebih dari 2 biji

__ADS_1


"emmh.. ternyata rasanya masih sama kayak zaman aku masih bocah "


"oh ya,.. kakak suka ya sama kue ini ?"


"Iya dulu ini kesukaan aku banget, sekarang pun masih suka apalagi Oma sewaktu di AUSI oma sering banget bikin sendiri"


mereka terus berbincang sambil menikmati kue leker yang Mahesa beli tadi


"Tiara.. "


" iya kak "


"tadi... kamu bilang nggak mau berandai-andai, terus kalau.. misalkan aku serius gimana ?"


"maksud Kakak ?"


Tiara mengernyitkan dahinya hingga menampilkan kerutan di kedua alisnya saling bertaut


" kalau kakak serius mau menjadikan kamu menantu keluarga Darmawan Mahantara?"


"Kak Mahesa.. apaan sih suka banget bercanda"


Tiara berusaha menepis dan menetralkan degupan jantungnya yang diatas normal karena sejujurnya ia sangat kaget dengan apa yang dikatakan Mahesa


"aku serius Tiara, aku .. aku suka sama kamu, apa kamu mau mencoba menjalin hubungan yang lebih dari sekedar seperti kita sekarang ini?"


"Kak.. nggak usah bercanda deh "


"aku nggak sedang bercanda Tiara, aku memang bukan pria romantis yang akan mengatakan ini dengan mengajak makan malam romantis di tempat yang mewah, ataupun dengan rangkaian kata yang indah dan puitis, tapi inilah aku apa adanya"


pernyataan Mahesa sungguh membuat tubuh Tiara seakan mengambang beberapa sentimeter dari atas tanah dan tempat duduknya saat ini, bagaimana mungkin seorang Tuan muda Darmawan Mahantara menyatakan perasaanya pada seorang Gadis disebuah bangku taman kota OMG,.. sungguh ini sangat low budget dan benar - benar kelas orang biasa.


"sekali lagi aku mengulang perkataanku Mutiara Putri Gunawan apakah kamu bersedia menjalin hubungan yang serius denganku Mahesa Farda Darmawan Mahantara "


kali ini Mahesa tampak berjongkok dengan satu kaki menumpu di rumput taman dan tanganya mengulurkan tangan pada Tiara


"Kak... berdiri malu nih dilihatin orang "


"kamu belum jawab Tiara"


"emmh.. Iya iya.. Tiara mau "


"serius ??!"


"Iya kak "


"alhamdulilah.. yess "


Mahesa pun tersenyum berbinar bahagia dengan senyum lebar. meskipun ini hanya ungkapan remahan tanpa ada bunga, tanpa ada cincin, ataupun hal yang special lainya untuk mengungkapkan perasaannya Mahesa bukan karena iya tak mampu tapi itulah Mahesa yang apa adanya, dia berpikir jika memang seseorang benar - benar memiliki perasaan padanya iya pasti akan menerimanya apa adanya bukan karena ada apanya. meskipun Tiara sudah tahu sebenarnya Tuan muda Darmawan Mahantara itu bukan orang biasa seperti dirinya.


Tak berapa lama kedua sejoli yang baru saja menjalin hubungan serius yang pasti bukan hanya sekedar untuk berpacaran mengingat sekarang sudah bukan waktunya untuk Mahesa mencari pacar melainkan mencari calon Istri, merekapun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan untuk pulang karena jarum jam telah menunjuk pada angka 21.00 dan itu artinya Mereka harus siap-siap menjelaskan pada Bunda Mayang karena sudah seharian anak gadisnya dibawa pergi oleh Tuan muda Darmawan Mahantara.



visual Mutiara Putri Gunawan


yeee.... akhirnya bisa up juga setelah kemaren terpaksa nggak bisa up soalnya lagi sakit nih author.. ๐Ÿค’๐Ÿค•


terimakasih untuk pembaca setiaku, mohon untuk terus dukungannya


likeโค


komentar

__ADS_1


dan Vote nya.


mohon maaf ya jika masih banyak Typo dan kekurangan lainnya ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2