
Kabar bahwa Syaqina telah bangun dari komanya sudah dampai pada keluarga Darmawan Mahantara, hal itu tentu menjadi kabar yang sangat membahagiakan karena kabar itulah yang sesungguhnya sangat di harapkan oleh seluruh anggota keluarga ini sejak 13 hari yang lalu.
Mama Vina sydah sangat tidak sabar untuk segera datang kerumahbdakit menemui menantu tercintanya bahkan sejak Shaka memberinya kabar baik itu Perempuan berusia 55 tahun itu tampak sulit untuk tidur kembali Shaka memang terlambat membagai kabar bahagia itu Syaqina yang sudah siuman kurang lebih sejak pukul 21:00 baru Shaka kabarkan ketika pukul 01:30 dini hari. Wajar saja saat itu Shaka memang sedikit egois mengingat ia sydah sangat menunggu lama untuk kembalinya sang istri tercinta dari komanya.
" gimana semua sudah siapkan Marni ?"
Tanya pada ART dirumahnya Mama Vina tampak begitu antusias untuk mempersiapkan kedatanganya kerumah sakit pagi inj, bahkan wanita yang beberapa hari ini terlihat cukup penat dengan keadaan menantunya yang memilukan kini terlihat jauh lebih baik dan bersemangat. Beliau sudah mempersiapkan kedua cucunya untuk di bawa serta kerumah sakit
" sudah Nyonya.. Baby Satria juga sudah dipersiapkan oleh Suster Tania, kita hanya tinggal menunggu tuan besar saja "
Jawab bik Marni yang tak kalah semangat juga karena majikan keduanya sudah sadar dari komanya. Syaqina memang hanya wanita biasa dari kasta biasa namun di keluarga ini kastanya begitu dihormati sama seperti Tuan dan Nyonya besar dalam rumah ini. Hal itu tak luput dari sifat dan pembawaan Syaqina yang sangat lembut, ramah serta sopan. Ia selalu bersikap baik dan menghargai seluruh pekerja di dalam rumah mertuanya ini tak aneh jika semua merasa ikut sedih ketika Syaqina dinyatakan koma hingga hampir dua minggu ini.
" sudah siap semuanya ? Ma.. Mahesha dan Tiara juga sudah dikabari kan ?"
Suara Majikan utama rumah ini terdengar bersemangat tatkala berjalan sambil menuruni anak tangga kemudian bergabung dengan sang istri dan yang lainya diruang keluarga.
" sudah Pa.. Nanti Tiara langsung kesana , ya udah ayok Pah buruan Mama udah nggak sabar pingin lihat keadaan menantu kita "
" Mama pikir Papa juga tidak rindu pada menantu kita itu , ya sudah ayo kita berangkat "
Mama Vina, Papa Andi, suster Tania beserta bayi kecil Satria, serta mbok Minah dan Aquuena mereka pun segera memasuki mobil dan diantarkan supir keluarga ke rumah sakit tempat Syaqina dibrawat.
Baby Satria tampak anteng tidur pulas dalam gendongan suster Tania , sementara Aqueena duduk di pangkuan sang Opa dengan wajah cantik dan cerianya yang tak mau diam dan selalu saja berkicau bibir munglinya itu hingga membuat sang Opa selalu merasa gemas
" Opa nanti kita akan bertemu Bunda dan Bunda udah nggak bobok lagi kan ? Soalanya Aqueena tak suka Bunda malas bobokan terys tiap Ui datang, Ui kan ingin main dengan Bunda Opa kapan mama bangun dan nggak merem terus "
__ADS_1
Kali ini gadis kecil berusia 5 tahun itu tampak sedang mencurahkan isi hati yang selama ini ia pendam
" Sayang... Bunda sekarang udah sembuh jadi nggak akan bobok terus kayak kemaren, jadi nanti Bundanya udah bisa tersenyum dan peluk Queen "
Jawab sang Opa. Memang semenjak peristiwa itu Aqueena dan juga bayi satria di boyong kerumah utama sehingga tak heran jika saat ini Bocah yang kini duduk di sekolah TK itu sangat dekat dan lengket. Bahkan ketika tidurpun ia memilih dengan Opa karena Oma lebih banyak memberikan porsi waktunya untuk baby Satria yang baru lahir meskipun sudah ada baby sister yang merawat dan menjaganya namun beliau tak bisa lepas bgitu saja.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit mobil yang mereka tumpangi pun akhirnya sampai di pelantaran Rumah sakit dan mereka pun turun bergantian untuk setelahnya langsung menuju lantai 5 tempat Syaqina di rawat selama ini.
Jarum jam baru saja menunjuk pada angaka 07:05 menit namun mereka sudah datang kerumah sakit sementara yang akan mereka besuk masih nyenyak bergelung dalam selimut dan nyaman dalam dekapan tubuh jangkung yang kini terlihat sangat kurus dari sebelumnya. Danbpemandangan romantis itu cukup membuat beberapa pasang mata tercengang, terutama mama Vina dan Papa Andi memang Shaka ini kurang memperdulikan etika coba jika yang datang dan mendapati pemandangan yang seperti ini seirang petugas Rumah sakit ini pasti akan syok melihat posisi tidur keduanya yang sangat intim.
" astaga... Pa kelakuan anakmu itu kenapa sih dia tak tau tempat padahal istrinya baru saja siumannkenapa sudah dibuat seperti ini "
Memang setelah malam tadi kedua suami istri yang telah lama dibuat menahan rindu karena kondisi Syaqina mereka saling melepas kerinduan meskipun hanya sekedar tidur bersama diatas ranjang rumah sakit dan mereka tidur dengan posisi saling berpelukan namun terlihat jelas pakaian keduanya yang tak serapi pada tidur posisi normal membuat siapa saja yang melihatnya bisa menyimpulkan maksud lain.
Kini giluran sang papa menimpali
" huff.. Jika begini setelah menemui dokter yang menangani Syaqina Mama akan minta sekalian saja untuk di pasangkan gembok pengaman, jika dibiarkan saja bisa - bisa setelah nifasnya selesai akan dibuat teler lagi istrinya. Dan Mama orang pertama yang paling menentang itu karena Mama masih sangat trauma dengan kejadian dia melahirkan yang kedua ini "
Mama Vina sudah kembali pada mode berisiknya ketika mendapati pemandangan di ruang perawatan pagi ini
Sadar dengan keberadaan beberapa orang dalam ruangan ini serta suara merdu nyanyian pagi sang Mama membuat Shaka samar - samar terusik dari tidurnya.
" Daddy... Kenapa Mommy ku dihimpit ?"
Teriak Aqueena sontak membuat orang dewasa dalam ruangan itu terkekeh menahan tawa. Sementara dua manusia dewasa itu masih belum sepenuhnya tersadar dari tidurnya
__ADS_1
" eghh... "
Lenguh Shaka saat merasa tubuhnya pegal dan kurang nyaman mengingat mereka yang hanya tidur dengan posisi saling miring
" bangun... Dasar nih bocah gemblung, pagi - pagi udah disuguhi pemandangan tidak menyehatkan seperti ini dasar kamu udah jadi bapak - bapak juga masih kegenitan "
Lagi dan lagi omel Mama Vina yang dengan seketika mencubit lengan anak lelakinya itu
" auh.. Ampun Ma.. Ya ampun Mama kira - kira dhonk kalau bangunin tuh, ini namanya penganiayaan loh Ma "
Sungut Shaka kemuadian berusaha turun dari atas bangkar dan segera melarikan diri ke dalam kamar mandi diruangan tersebut.
Syaqina pun perlahan mulai mengerjapkan matanya yang tampak masih mengantuk meski dengan bulu mata yang sudah tampak lentik dan indah itu
" emhh... Mama.. Pa, Putriku "
Langsung saja Syaqina mengabsen wajah - wajah yang kini berada di hadapanya
" iya nak.. alhamdhulillah kamu sudah siuman sayang kami semua sangat bahagia "
Mama Vina tak lagi sanggup menahan tangus bahagianya kemudian menghambur meneluk menatunya yang masih terbaring kemudian mencium kening menantu yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya
" maaf Ma.. Syaqina masih berantakan Syaqina juga pasti bau kan ?"
Syaqina merasa rusih pasalnya saat ini Mama mertuanya itu sudah tampil dengan cantik dan wangi sementara dirinya entah kapan terkhir dia mandi bisa dipastikan dua minggu yang lalu. Meskipun perawat dan juga lebih sering Shaka sendiri selalu membersihkan tibuhnya saat ia masih koma namun Syaqina yang sangat menyukai kebersihan merasa sangat tidak nyaman dengan kondisinya saat ini.
__ADS_1