Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
12. kesepakatan


__ADS_3

Syaqina menangis dengan menyembunyikan wajahnya diantara dua lututnya, entah kenapa nasibnya begitu tragis, baru saja ia kehilangan Ayahnya kemudian rumahnya harus disita pihak Bank, dan sekarang ia harus mendadak menikah dengan orang yang baru dikenalnya beberapa hari ini.


TOKK TOKK


terdengar suara pintu diketuk


"Syaqina bolehkah aku masuk ?"


suara Shaka dari luar, Syaqina sebenarnya enggan untuk menemui Shaka dia masih merasa jengkel karena merasa sudah di bodohi


"sya.. boleh aku masuk aku mau bicara penting sama kamu"


Syaqina mengangkat wajahnya menyeka air matanya dengan punggung tangannya kemudian beranjak menghampiri pintu


"apa lagi yang mau kamu omongin bukanya sudah jelas kita akan menikah lusa"


"Aku minta maaf atas kejadian ini, tapi aku melakukan ini semua agar aku bisa menjalankan amanat Ayah kamu sebelum meninggal Ayah kamu menitipkanmu padaku, ayah kamu meminta aku berjanji untuk bisa menjagamu dan melindungimu sebelum beliau meninggal, aku fikir ide papa dan mama untuk menikahkan kita bukan ide yang buruk aku bisa menjagamu seutuhnya kalau kita menikah"


"memangnya kamu ini siapa, kita ini hanya orang asing yang sebelumnya tidak saling mengenal dan tiba tiba kamu hadir disetiap aku sedang mengalami masalah, dan sekarang kamu menjebakku dalam pernikahan maksud kamu apa?"


Syaqina terus mencecar Shaka dengan penuh emosi dan tangisan


"Aku minta maaf Syaqina kita memang hanya orang asing yang tidak saling mengenal, tapi aku hanya ingin memenuhi amanat almarhum Ayahmu untuk menjagamu, kalau kamu tidak menginginkan pernikahan ini aku tidak akan memaksamu, kita batalkan saja rencana itu"


Keduanya kini saling terdiam larut dalam pemikiran masing-masing, Syaqina masih terus terisak memikirkan semua masalahnya yang rumit ini.


"aku hanya ingin menjagamu dengan benar Syaqina, tapi jika kamu tidak berkenan aku tidak akan memaksa, sekarang juga kita batalkan"


Syaqina tampak terdiam ingatannya kembali kepada pesan sang ayah saat terakhirnya, ia bisa saja egois menolak ajakan Shaka untuk menikah, tapi jika kembali di ingat Shaka telah banyak membantunya dan juga almarhum Ayahnya, bahkan disetiap Syaqina mengalami masalah Shaka selalu bisa menyelesaikannya. mungkin akan sangat egois jika Syaqina menolaknya. anggap saja ini sebagai balas budi dan mungkin dengan cara ini ia bisa melunasi hutang dan kebaikan Shaka selama ini.


"tapi aku sendiri belum siap untuk menikah, dan menurutku itu bukan satu-satunya jalan keluar untuk masalah kita. menikah itu bukan hal sepele, aku tidak mau membebanimu dengan keinginan almarhum Ayah kamu sudah terlalu baik pada kami, karena itu aku tak ingin lagi membebanimu dengan menikahiku"

__ADS_1


Shaka sudah hampir hilang akal dan kesabaran entah bagaimana lagi ia harus meyakinkan hati Syaqina


"istirahatlah ..besok kita bahas lagi mungkin kita masih bisa mendapatkan jalan keluar yang lain"


seru Shaka berniat keluar dari kamar Syaqina setelah merasa benar-benar tak ada titik temu.


"gue emang pengecut nggak berani mengakui kesalahanku dan hanya memikirkan reputasi keluargaku, maafkan aku Syaqina nyaliku untuk bisa jujur semakin menciut setelah melewati banyak hal denganmu, jujur aku semakin takut kamu menjauh dariku"


Shaka berkecamuk terus menrutuki sikap pengedarnya.


Shaka Ibrani Dramawan Mahantara memiliki ciri fisik yang nyaris sempurna, tinggi gagah berparas tampan dan hatinya juga bisa dikatakan cukup baik terbukti selama ini ia selalu ada saat Syaqina membutuhkannya, dan yang terpenting kedua orangtua Shaka menerimanya dengan kedua tangan terbuka. Syaqina yang hanya orang biasa saat ini bisa masuk dan tinggal di istana megah ini dengan mudahnya. Namun Syaqina merasa belum yakin bahwa menikah adalah keputusan terbaiknya.


"kak Mahes ... maafkan Syaqina jika tak bisa lagi menunggu mu "


lirih ia berucap butiran -butiran bening itu mengaliri kedua belahan pipi Syaqina dengan derasnya, ada rasa sakit jauh di dalam hatinya namun terpaksa ia harus melepaskan perasaan dan harapannya pada seorang bernama Mahes. Yah... Syaqina telah mengambil keputusan untuk menyetujui ajakan Shaka menikah. setidaknya untuk saat ini keputusan itu yang terbaik untuknya, ia bisa meluluskan amanat almarhum Ayahnya terhadap Shaka.


TOKK TOKK


"kok nggak di sautin sih, apa dia udah tidur? tapi kan baru sekitar 1 jam dia keluar dari kamarku tadi" gumam Syaqina lirih


baru saja Syaqina mau berbalik badan terdengar pintu terbuka


" ada apa ?" ucapnya dengan nada malas


"bisa kita bicara ?, sebentar saja "


"ya baiklah,. masuk "


"Hah.. harus ya ? bisa nggak bicaranya di luar kamar saja "


"kamu pikir emang kita mau ngapain di kamar, udah masuk nggak usah banyak tanya"

__ADS_1


ditariknya tangan Syaqina masuk kedalam kamar


"lepaskan !! aku bisa jalan sendiri "


"udah nggak usah protes"


Shaka terus menarik dan menggenggam tangan Syaqina menuju Balkon di luar kamar dari sana bisa melihat pemandangan kota yang lumayan menakjubkan


"Mau ngomong apa , tadi katanya mau ngomong?"


"Shaka... emm..soal ajakan menikah itu "


"terus ?"


"Iya,..aku setuju untuk menikah denganmu"


"apa kamu yakin? tadi kamu menolak mentah-mentah, kok sekarang berubah pikiran?"


"Iya... aku pikir dengan kita menikah aku bisa melunasi hutang-hutang ku untuk biaya operasi Dan biaya pemakaman ayahku, serta untuk membayar kebaikanmu selama ini "


"maksud kamu ?? kamu mau menikah dengan kata lain untuk melunasi hutang, terus kalau sudah lunas kamu bisa pergi dan menyudahi pernikahan kita?"


"maksudku aku bisa melayanimu, maksudnya menjadi pelayan pribadimu"


Shaka tertawa geli mendengar pernyataan Syaqina barusan, langsung muncul ide buat mengerjainya.


"oke... deal aku setuju "


seraya mengasongkan tangannya untuk berjabat Syaqina pun menerima dan keduanya saling berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan diantara mereka.


TERIMAKASIH UNTUK PEMBACA SETIA,..MOHON LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE SEIKLASNYA YA 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2