Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
51. keluarga Darmawan Mahantara


__ADS_3

Mama Vina tampak masih terduduk lesu sesekali terdengar isakan dari bibirnya tubuhnya yang memang sangat lelah setelah menempuh perjalanan 17 jam dari Paris langsung syok mendapati kabar bahwa menantu tercintanya sudah tidak lagi dirumah ini, bahkan sudah dari dua bulan yang lalu meninggalkan rumah ini, meskipun telah berbagai cara dilakukan untuk menemukannya dengan mengerahkan seluruh orang - orang kepercayaan Shaka namun hasilnya tetap nol, Syaqina seperti hilang ditelan bumi.


Semenjak kepergian Syaqina Shaka berubah menjadi pendiam, dingin, dan kaku , bahkan iya sangat jarang dirumah waktunya ia habiskan untuk urusan pekerjaan sambil terus mencari informasi tentang keberadaan Syaqina, bahkan sekarang Shaka lebih suka mengurus bisnisnya yang di luar negeri sekarang Shaka benar - benar menjadi workholic .


Meskipun penampilannya tak lagi seperti dulu yang senantiasa rapi macho dan menjaga ketampanannya. kini berubah sedikit masa bodoh, namun tetap saja pesona seorang Shaka tak bisa hilang begitu saja dari dirinya, setiap menghadiri pertemuannpenting ataupun party kalangan pengusaha muda pasti banyak perempuan yang sangat terpesona dan berusaha mendekatinya, namun tetap saja tak ada yang mempan karena Shaka tak segan - segan menghempaskan ke laut karena untuk saat sekarang iya tak ingin dipusingkan dengan urusan perempuan.


"Papa.. tolong lakukan sesuatu untuk bisa membawa anak menantu kita kembali kerumah ini Pa "


Mama Vina berucap seraya memohon pada suaminya karena menurutnya selama ini Shaka belum maksimal mencari keberadaan Syaqina


"iya Ma, papa juga sebenarnya sudah berusaha sebenarnya sebelum mama tahu papa sudah lebih dulu tahu soal masalah ini dan sejak saat itu juga papa sudah menyuruh anak buah papa untuk mencari keberadaan menantu kita tapi memang sulit, karena sebelumnya kita tidak mengenalnya sama sekali sebelum menjadi menantu kita , tapi mama harus sabar dan tenang pasti ada jalan untuk menemukannya"


"jadi papa sudah tahu sejak lama masalah ini kenapa papa nggak kasih tahu Mama sih Pa ?"


Mama Vina jadi semakin emosi karena merasa dibohongi oleh suaminya


"Mama ..dengerin Papa kalau Mama dikasih tahu dari awal pasti Mama akan panik dan tak bisa membantu mengurusi cucu kita yang disana sedangkan Papa tahu Sherena sangat membutuhkan bantuan mama untuk mengasuh anak - anak mereka"


"iya,.. tapi setidaknya jika Mama tahu dari awal kita bisa secepatnya melacak keberadaan Syaqina pa"


"Ma.. anak - anak kita bukan anak sembarangan mereka bisa diandalkan tapi memang kali ini keluarga kita yang banyak kekurangan tak berusaha mengenal lebih dalam tentang menantu kita, bahkan suaminya saja tidak tahu siapa saja yang menjadi teman istrinya, dan satu - satunya teman dan sahabatnya saja justru tidak tahu apa - apa tentang kepergian dan keberadaan menantu kita,"


" Maksud Papa ?"


belum lagi Mama Vina melanjutkan kalimatnya perhatian mereka beralih pada Mahesa yang tampak datang bersama seorang Gadis cantik


"Papa, mama ..sudah lama sampai? maaf ya tadi Esha nggak bisa jemput soalnya Esha tadi ada urusan di Kampus Syaqina mencari informasi tentang keberadaan dia "


Esha menyalami kedua orang tuanya dan memeluk keduanya bergantian


"siapa gadis itu Sayang ?"


tanya Mama Vina saat pandangannya tertuju pada seorang Gadis yang tampak Malu-malu berdiri di belakang anak lelakinya


"oh, ya.. Ma, Pa perkenalkan itu Tiara sahabatnya Syaqina "


"Tiara,.. kemarilah "


Tiara pun maju dan berdiri disamping Mahesa


"Pa,.Ma,. pasti dulu kalian sudah pernah saling bertemu sebelumnya karena Tiara ini putri Almarhum pak Gunawan lebih tepatnya adiknya Rega ASPRI sekaligus sahabat Shaka pa, ma "

__ADS_1


mendengar penjelasan Esha Mama dan Papanya langsung mengerti dan tersenyum ramah sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Gadis yang dulu mereka jumpai masih sangat kecil dan kini sudah menjadi gadis dewasa yang sangat cantik dan sopan


"kemarilah sayang"


Mama Vina pun memeluk tubuh tinggi sempai itu penuh kasih, sementara Tiara tampak canggung dan merasa tidak menyangka sama sekali akan mendapat pelukan dari Nyonya Darmawa Mahantara


" maaf Nyonya.."


Suara Tiara yang merasa tidak nyaman dengan pelukan itu karena ia merasa segan


"kenapa kamu panggil seperti itu, kamu harus panggil Mama Vina saja , kamu tuh memang seperti Syaqina saja suka berlebihan, kamu dengar ya nak Rega kakak kamu sudah kami anggap seperti anak kami sendiri dan kamu juga akan kami anggap sama"


Mama Vina sudah melepaskan pelukannya dan Tiara juga sudah menyalami Papa Andi dan kini mereka tampak duduk di sofa ruang keluarga dengan Tiara duduk di antar Mama Vina dan Esha. Sementara Shaka yang sedari tadi duduk di sofa itu hanya terdiam seolah tak peduli dengan keberadaan mereka semua diruangan itu, Shaka semakin jauh berubah dari pribadinya yang sebelumnya, dan hal itu sangat di maklumi oleh Mahesa dan Tiara mengingat iya sangat terpuruk ditinggalkan Syaqina.


"Pa.. sepertinya Tiara ini sangat dekat dengan Esha ya , gimana kalau mereka kita jodohkan saja "


Mama Vina tampak berbisik - bisik dengan Papa Andi, entah apa yang mereka bicarakan hanya Mereka dan AUTHOR yang tahu 🤔


"Mama nih apaan sih"


"tapi pah mama serius, sepertinya Esha juga menyukai Tiara "


"Hemm.. Mama dan Papa lagi ngomongin apaan sih kok bisik-bisik segala ?"


" emmh.. itu loh kami bilang Tiara cantik bolehlah kalau dijadikan menantu kami"


mendengar ucapan Mama Vina sontak Tiara tertunduk malu pipinya pun memerah


"Mama nih.. tuh kan Tiaranya jadi malu, udah deh nggak usah aneh -aneh "


"loh.. Mama kan cuma pingin punya mantu seperti Tiara kok aneh sih lagian Papa juga setuju kok kalau kamu berjodoh dengan Tiara"


Papa Andi malah semakin mengompori


udah lah..kalau Papa mulai unjuk bicara bisa runyam nih urusannya


"udah Mah, Pah, buruan lamarin Tiara buat Kak Esha udah pasti setuju tuh bunda Mayang, Rega juga bakal setuju, secara dia kan nggak ada catatan merah soal wanita"


tiba - tiba Shaka membuka suara padahal sedari tadi cuma diam seperti patung.


"wah.. wah.. makin banyak nih kompornya"

__ADS_1


Mahesa semakin merasa tak enak hati dengan Tiara yang hanya tertunduk malu dengan wajah yang sudah merah padam .


" Kak.. apa ada informasi dari pihak Kampus mengenai Syaqina?"


Shaka bertanya dengan wajah datar


"pihak Kampus tidak bisa memberikan informasi banyak, hanya saja Syaqina sudah mengajukan cuti kuliah selama 1 semester "


Tiara menjawab apa yang ia peroleh tadi selama mencari informasi ke Bagian KAPRODI. Shaka pun semakin patah arang mendengar informasi yang disampaikan Tiara barusan.


"Sayang.. nak kamu sabar ya kita pasti bisa menemukan Syaqina "


Mama Vina mengusap bahu anak Bungsunya itu


"Ma.. Shaka sangat mengkhawatirkannya karena menurut pemeriksaan om Candra saat itu kemungkinan besar ia sedang hamil Mah"


mama Vina benar - benar syok bahkan tubuhnya sampai terhuyung nyaris jatuh jika saja tidak ada Tiara yang menahanya


" Mama.. "


mahesa dan Shaka juga Papa Andi sontak berteriak bersamaan, kemudian Tiara membantu mendudukkan Mama Vina ke sofa, Mahesa dengan sigap langsung mengambil kan air hangat dan memeberikan pada Tiara untuk meminumkannya pada Mamanya


"Ma... minum dulu ya "


Tiara memberikan segelas air hangat mama Vina pun menenggaknya hingga tandas.


"terimakasih ya Tiara"


" iya sama - sama Ma "


" Dimanalah.. Syaqina sekarang bagaimana dia makan, dia tinggal, apalagi dia sedang mengandung bagaimana kalau ia mengidam, kalian harus menemukannya dan membawanya pulang Mama tidak perduli dia akan marah ataupun membenci Mama"


airmata Mama Vina pun kembali terurai dengan derasnya, bahkan Tiara pun ikut menangis mengingat sahabatnya itu kini memang hanya sebatang Kara dan dia juga termasuk type orang yang tak memiliki banyak teman, ditambah lagi ia sekarang sedang mengandung bagaimana ia bisa hidup sekarang ini. memikirkan semua itu membuat Tiara semakin sedih dan kacau pikirannya.


Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa


LIKE ❤


komentar

__ADS_1


dan Vote nya..🙏🏻


__ADS_2