
Sutuasinya akan semakin runyam, jika mertuanya tau, maka pernikahannya dengan Ales bisa berantakan. Andika tidak ingin hal itu terjadi.
###
Tidak butuh waktu lama Andika sampai di kediaman mertuanya. Setelah memastikan Alea benar-benar pulang ke rumah tersebut Andika akhirnya bisa bernafas lega.
Andika membelokkan mobilnya masuk ke halaman rumah keluarga Wicaksono, Aulia terlihat telah menunggunya di depan pintu.
"Alea ada di dalam kamarnya, mbak udah pastiin dia udah tidur kayaknya abis minum lagi, kalian kenapa? Bertengkar?. " Tanya Aulia, penasaran.
Andika menggeleng.
"Nggak mbak, Alea cuman ngambek karena nggak di bawa jalan-jalan, mama sama papa udah tidur?. " Tanya Andika membuat alasan.
Andika juga memastikan apakah mertuanya sudah tidur atau belum karena Ia tidak ingin kehadirannya mengganggu mertuanya tersebut dan menimbulkan keributan.
"Iya mereka udah tidur, ayo masuk ke dalam nanti kamu langsung naik aja ke kamarnya Alea, biar mobil kamu nanti di urus sama supir. " Ujar Aulia di iringi anggukan kepala Andika.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah tersebut tanpa menimbulkan kebisingan.
Aulia berjalan lebih dulu ke arah kamarnya sedangkan Andika naik ke kamar Alea.
"Kamu taukan kamarnya Alea dimana?. " Tanya Aulia memastikan dengan tatapan jahil.
Andika mengulum senyumnya mendengar pertanyaan itu.
__ADS_1
"Iya mbak saya tau kok. " jawab Andika.
"Ya udha Havefun yah kalian, hihihi. "
Tidak ada halangan yang berarti bagi Andika untuk memasuki kamar istrinya tersebut, pintunya sama sekali tidak terkunci namun bau alkohol yang menusuk menyambutnya sesaat setelah Andika membuka pintu kamar tersebut.
"Ya ampun Alea. " Ujar Andika menutupi hidungnya saat memasuki kamar istrinya tersebut.
Andika juga mendapati televisi yang masih menyala dan jendela kamar yang terbuka lebar.
Sepertinya perempuan itu memanjat dan masuk melaui jendela tersebut.
Andika memperhatikan sekitarnya. Kamar Alea nampak sangat bersih, kecuali dua botol alkohol yang berserakan di samping tempat tidur Alea.
"Dasar pemabuk. "
"Bagaimana bisa perempuan itu tidur dengan posisi seperti itu. " Gumam Andika kembali takjub dengan apa yang di lihatnya pada diri Alea.
Andika perlahan mendekati tubuh istrinya itu, lalu dengan pelan mengangkat tubuh istrinya itu ke posisi yang lebih nyaman. Namun, alangkah terkejutnya Andika saat kepalanya di tarik paksa oleh Alea.
"Ah aduh, sakit. " Rintih Andika, merasakan sakit pada kepalanya, rambutnya kini di tarik secara kasar.
"Andika sialan, kampret, brengsek dasar raja siluman, rasakan seranganku ini hahahaha. " Racau Alea dalam tidurnya.
"Ah Alea, lepasin, sakit tau!. " Pekik Andika mencoba melepaskan tangan Alea dari kepalanya namun percuma saja perempuan itu tidak mendengar ucapannya.
__ADS_1
"Hah? Apa kamu bilang kamu mau menciumku di keramaian? Oh tidak masalah karena aku yang akan lebih dulu menciummu. " Alea kembali mengoceh namun kini gerakannya lebih agresif.
Alea dengan paksa menarik kepala Andika, lalu mencium bibirnya.
Cup
Andika sekali lagi mencoba melepaskan dirinya dari Alea namun ciuman itu membuatnya tidak bisa berkutik bau alkohol dengan cepat memenuhi indra penciuman Andika.
"Hmmmphhhh hahh hahh." Andika hampir saja kehabisan nafas jika saja tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan cengraman tangan Alea pada kepalanya.
"Hahahaha rasain kamu, kamu pasti nggak bakalan bisa tidur malam ini karena kepikiran sama ciuman maut ku, hahahahaha. " Tawa Alea menggelegar di dalam ruangan yang kedap suara itu.
Andika seketika bergidik ngeri mendengar ocehan istrinya yang sedang tertidur dalam keadaan mabuk itu.
"Hah hah. " Andika membaui mulutnya, aroma alkohol yang menempel pada bibir Alea kini juga bisa Andika rasakan pada mulutnya sendiri.
"Benar-benar gila. " Gumam Andika.
Alea bergerak kesana kemari dalam tidurnya, sepertinya saat ini perempuan itu kembali bermimpi sedang dalam keadaan terbang, terbukti sesaat kemudian Alea mengepak-epakkan tangannya seperti sebuah sayap.
Andika tertawa geli melihat kelakuan unik istrinya tersebut, sesaat kemudian Andika ikut berbaring dan meraih tubuh Alea ke dalam pelukannya.
"Kamu itu unik, aneh dan terlihat sangat cantik ketika tertiudr Alea. " Ujar Andika, mentoel hidung istrinya itu.
Tidak lupa Andika menghujani wajah Alea dengan kecupan, sebelum dirinya sendiri ikut berbaring.
__ADS_1
Bersambung...