
Deg
###
Jantung Alea seketika mencelos mendengar nada serius dari ucapan Marvel.
"Heh jangan bilang kamu beneran naksir lagi sama aku?. " Oekik Alea, histeris.
Marvel tersenyum mendengarnya, sesaat kemudian laki-laki itu mengangguk.
"Iya bukan sekedar naksir biasa tapi aku cinta sama kamu Alea. " Tutur laki-laki itu.
Alea terperanjat kaget mendengarnya dan sontak berdiri.
"What?. "
"Sejak pertama kali kita ketemu di lobi hotel itu, aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu Alea. " Ujar Marvel menegaskan perasaannya pada Alea.
"What?. " Sekali lagi Alea terbelalak kaget.
"Yup, intinya aku cinta sama kamu. "
"Heh, aku udah nikah dan... "
Marvel segera memotong ucapannya.
"Aku tau, tapi bukannya berkurang perasaanku ke kamu malah makin bertambah Alea, aku udah coba untuk ngelupain perasaan ini tapi lagi-lagi kita ketemu dan aku pikir mungkin ini takdir. "
"Takdir?. " Alea nampak tidak mengerti arah pembicaraan Marvel.
"Sialan, tau begini tadi aku tidak usah ikut kesini dan berdiam diri di dalam saja bersama Andika, matilah aku. " Batin Alea, merutiki kebodohannya sendiri.
__ADS_1
"Iya takdir, karena kita akhirnya ketemu lagi padahal aku sudah berjanji sama diriku sendiri di hari konferensi pers itu adalah hari terakhir kau ketemu sama kamu, tapi entah bagaimana Tuhan justru membawa kita untuk bertemu lagi di tempat ini Alea, bukankah ini di sebut takdir?." Oceh Amrvel panjang lebar.
"Apa-apaan, laki-laki ini kenapa jadi dramatis!takdir? takdir matamu Marvel, argghhh sialan. " Batin Alea, kembali menggerutu.
Alea menjadi salah tingkah dan tidak tau harus melakukan apa setelah mendengar pernyataan cinta yang mendadak itu.
Marvel kemudian ikut berdiri dan mendekatkan tubuhnya pada Alea, laki-laki itu mencoba membuat Alea yakin dengan perasaannya dengan cara menggenggam tangannya seerat mungkin.
"Alea, i love you. " Ujar Marvel.
Tubuh Alea seketika membeku, untuk menggerakkan bibirnya saja dan mengatakan sesuatu pada laki-laki itu Alea merasa tidak mampu.
Sesaat kemudian terdengar suara langkah kaki mendekati tempat mereka saat ini.
"Heh apa yang kalian lakukan di tempat ini. " Tegur suara seseorang tersebut yang membuat keduanya sontak memisahkan diri.
"Andika?. " Pekik Alea, semakin panik setelah melihat seseorang itu saat ini sedang berdiri dan menatao tajam ke arahnya.
"Kamu ngapain disini? Aku cari ke mana-mana, kamu malah asyik-asyikkan pegangan tangan sama laki-laki itu?. " Omel Andika.
"Ih Andika, itu Marvel kita nggak ngapa-ngapain kok. " Balas Alea, raut wajahnya memelas.
"Marvel?. "Mendengar nama itu, Andika jadi semakin emosi.
" Iya ini aku Marvel. " Ujar Marvel yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan Andika dengan percaya diri.
Andika menatap Marvel dengan tatapan tidak suka dan menantang.
"Kenapa kamu menculik istri orang lain ke tempat sepi seperti ini?apakah tidak ada perempuan lain yang bisa kamu ajak kenalan? . " Ejek Andika.
"Menculik? Aku tidak menculiknya aku hanya mengajaknya mencari angin karena dia merasa sesak berada di antara kerumunan teman-temanmu di dalam sana. " Balas Marvel, sinis.
__ADS_1
Andika semakin kesal di buatnya.
"Sialan, lain kali jangan coba-coba mendekati istriku lagi!. " Ancam Andika.
Marvel nampak tidak takut dengan ancaman tersebut dan malah balik menantang Andika.
"Kenapa? Kamu takut jika istrimu ternyata mempunyai perasaan yang lebih dari sekedar teman padaku? Padahal aku baru saja menyatakan perasaan cintaku pada istrimu tapi kau datang mengacaukan segalanya. " Racau Marvel.
"Marvel, jangan bicara sembarangan. " Tegur Alea, tidak ingin ada pertengkaran di antara suaminya dengan teman dekatnya itu.
"Jujur saja Alea, kamu merasa tidak nyaman kan berada di dekat suamimu yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya itu? Bukankah aku lebih baik dari dia?. " Cecar Marvel.
Bug
Satu bogeman mentah mendarat di wajah tampan Marvel yang seketika membuat laki-laki itu terpental jatuh ke tanah.
Alea yang melihat kejadian tersebut sontak berteriak histeris.
"Ya Tuhan Marvel! Andika apa-apaan?. "
"Itu akibatnya jika kamu mengganggu istri orang lain!. " Pekik Andika.
Marvel mencoba bangkit dengan susah payah, bibirnya juga mengeluarkan darah segar yang seketika membuat Alea semakin khawatir.
"Jauhi istriku, jika tidak sesuatu yang lebih buruk dari pada ini akan terjadi kepadamu!. " Ancam Andika untuk yang terakhir kalinya sebelum laki-laki itu menarik tangan Akea untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Eh Andika? aduh Marvel maaf.... " Pekik Alea.
Alea berjalan dengan susah payah untuk mengimbangi langkah Andika yang sangat cepat, di tambah high heelsnya yang tinggi membuat langkahnya semakin terseok-seok.
Sementara Marvel hanya bisa memandangi Akea dan Andika pergi menjauh meninggalkannya seorang diri di tempat itu.
__ADS_1
Bersambung...