Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 127 : Sama-sama Sakit


__ADS_3

Sementara Marvel hanya bisa memandangi Akea dan Andika pergi menjauh meninggalkannya seorang diri di tempat itu.


###


Tidak lama kemudian mereka berdua sudah berada di parkiran mobil.


"Pelan-pelan dong Andika, aku susah jalannya tanganku juga sakit!. " Pekik Alea, kesakitan.


Andika kemudian menghempaskan tangannya dengan kasar.


"Ah sakit Andika sialan! Kamu apa-apaan sih, nggak usah kasar gitu dong!. " Bentak Alea, tidak terima Andika berlaku kasar pada dirinya.


"Kamu yang apa-apaan, ngapain kamu pergi berdua-duaan di tempat sepi kayak tadi, kamu nggak kapok sama pemberitaan di luar sana yang menyudutkan kamu itu? Kamu mau bikin gosip baru?Nggak sekalian aja kamu pelukan di depan orang-orang ramai itu, biar sama-sama malu kita. " Omel Andika, meluapkan seluruh kekesalannya, sementara Alea sepertinya tidak terima dengan ucapan Andika barusan.

__ADS_1


"Jangan ngomong sembarangan Andika!. " pekik Alea, dengan nada tinggi.


"Memangnya kenapa? Ada yang salah dari omonganku? Bukannya kamu juga cinta sama laki-laki itu nggak sekalian aja kamu bawa dia ke orang tua kita dan kenalin dia sebagai kekasihmu!. " Balas Andika, sengit.


"Aku nggak ada hubungan apa-apa sama Marvel, kamu kenapa sih? Makin hari makin nyebelin aja, heran. " Ujar Alea menatap sinis pada Andika yang seakan-akan sedang menuduhnya berselingkuh dengan Marvel.


"Oh yah? Terus ngapain kamu berdua-duaan dan pegangan tangan di tempat sepi kayak tadi kalau emang kalian nggak ada hubungan asmara? Dia juga udah ngungkapin perasaannya ke kamu, jadi kamu sendiri gimana? Suka juga kan sama dia?. " Cecar Andika dengan nada mengejek


Alea kehabisan kata-kata percuma saja, jika sudah marah Andika tidak akan mau mendengar penjelasannya.


"Nah benarkan? Kamu ada hubungan spesial sama laki-laki sialan itu? Kenapa sih kamu nggak bisa sabar dan tunggu waktu yang tepat sampai kita cerai aja baru kamu boleh terang-terangan mau ngapain aja sama laki-laki lain, untuk sekrang minimal kamu pergi ke hotel secara diam-diam dan pastiin jangan sampai ada wartawan ataupun keluarga dan orang terdekat ku yang ngeliat!. " Gerutu Andika panjang lebar.


Alea benar-benar sudah tidak sanggup mendengar ocehan dan omelan dari suaminya itu.

__ADS_1


"Ya udah kenapa mesti nunggu kalau perceraian kita bisa di lakuin sekarang? Kita cerainya sekarang aja biar aku bisa bebas jalan sama siapa aja. " Balas Alea, pasrah.


Hati Alea sudah terlanjur sakit mendengar setiap cacian yang keluar dari mulut Andika.


"Percuma saja rumah tangga ini terus di lanjutkan jika kamu saja tidak percaya pada istrimu sendiri, terserah saja! Lebih baik kita bercerai sekarang biar kamu nggak mesti terus-terussan merasa takut dan terganggu kalau ada wartawan ataupun pers yang ngak sengaja ngeliat aku jalan sama laki-laki lain lagi. " Lanjut Alea.


Mendengar hal itu perasaan Andika sontak mencelos, bukan hanya persaan Alea yang sakit, perasaannya juga. Sampai hari ini Andika bahkan tidak pernah berpikir jika pernikahannya dengan Ales adalah sebuah sandiwara karena Andika menjalaninya dengan sepenuh hati.


"Kita emang nggak pernah cocok Andika, bagaikan matahari dan bulan, mereka ada di langit yang sama tapi ketika mereka bertemu dan di satukan akan membuat alam semesta menjadi gelap, begitulah kita saat ini, tidak ada cahaya yang menerangi hubungan kita yang gelap, kita nggak punya tujuan yang sama kalaupun ada jalannya gelap Dik, kita bisa tersesat bahkan tersandung batu dalam perjalanananya, kita emang nggak cocok dari awal!. " Racau Alea, ia sebenarnya tidak sanggup untuk mengatakan hal tersebut akan tetapi mengingat kata-kata yang keluar dari mulut Andika membuat perasaan dan ego di dalam dirinya terluka.


Alea sepertinya baru saja menyadari sesuatu jika sebenarnya ia telah jatuh cinta pada Andika. Laki-laki yang mampu mendebat segala ucapannya. Laki-laki yang Alea selama ini dambakan sudah ada di hadapannya.


Namun laki-laki itu tidak mempercayainya dan malah berpikiran buruk tentang dirinya sehingga membuat Alea merasa dunianya dan dunia Andika benar-benar tidak dapat bersatu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2