
Alea menarik tangan Marvel untuk masuk ke dalam pintu rumah hantu. Marvelun langsung menggandeng tangan Alea erat-erat agar perempuan itu tidak pergi terlalu jauh darinya.
###
Hampir pukul 4 sore, Andika kembali ke hotel, berharap Alea sudah pulang dan menyambutnya dengan omelan. Namun, pada saat sampai di depan pintu kamar hotelnya. Andika menyadari, perempuan itu sama sekali belum pulang.
Terbukti, surat Alea yang sengaja Andika selipkan di sela-sela pintu masih ada disana.
Harusnya jika perempuan itu sudah pulang, kertasnya pasti akan di ambil atau setidaknya jatuh ke lantai.
"Ya ampun, kamana perempuan itu? Kenapa dia belum pulang juga?. " Lirih Andika memutar kunci pintu kamar hotelnya.
Tubuh Andika juga sudah sangat lelah setelah mencari Alea sekali lagi ke sekeliling hotel tadi, Andika hampir menyerah dan berpikir akan melaporkan Alea hilang ke kantor polisi terdekat. Jika, perempuan itu belum pulang juga sampai malam ini.
Andika masuk ke dalam kamar hotel dengan langkah terhuyung-huyung merebahkan tubuhnya di atas sofa tempat Alea biasa tidur, lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam kantung celana.
"Kemana kamu Alea?. " Gumam Andika.
Andika sekali lagi mencoba menghubungi ponsel Alea. Berharap perempuan itu sudah mengaktifkan ponselnya.
Benar saja kali ini berhasil, panggilannya terhubung.
Andika sontak kembali menegakkan tubuhnya dalam posisi terduduk.
"HALO." Teriak Alea di ujung telepon.
Andika mengernyitkan wajahnya mendengar suasana di sekitar Alea sepertinya sangat ramai.
__ADS_1
"Alea, kamu dimana?. " Tanya Andika.
"Hah? AKU NGGAK DENGAR KAMU NGOMONG APA. " teriak Alea.
"KAMU DIMANA?. " Andika balas berteriak.
"OOH, AKU LAGI DI USS. " Ujar Alea.
"HEH, KAMU LAGI DI USS TAPI NGGAK NGABARIN AKU SAMA SEKALI? KALAU KAMU HILANG GIMANA? KENAPA KAMU PERGI SEJAUH ITU TANPA NGOMONG DULU KE AKU? KAMU TAU NGGAK AKU NYARIIN KAMU SEHARIAN INI UDAH KAYAK ORANG GILA. " Sentak Andika.
"HAH? AKU NGGAK DENGAR KAMU NGOMONG APA? COBA ULANGIN LAGI. " Balas Alea.
Andika mengehela nafasnya, sepertinya percuma saja mengomeli Alea panjang lebar melalui panggilan telepon. Perempuan itu tidak akan mendengarkannya.
"TUNGGU AKU DISANA. " Teriak Andika.
"EH, KAMU NGGAK USAH KESINI, AKU BISA PULANG SENDIRI NANTI, YA UDAH AKU MAU NYOBAIN WAHANA YANG LAIN DULU YAH, BYE. " Alea balas berteriak.
Klik
Terlambat. Sambungan telepon terputus.
###
"Abis telepon siapa Alea?. " Tanya Marvel tiba-tiba saja muncul. Laki-laki itu membawa 4 mangkuk eskrim berukuran sedang.
Alea menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Nggak, bukan siapa-siapa kok, aku mau yang coklat yah eskrimnya, kamu yang vanila aja. " Ujar Alea, mengalihkan pembicaraan.
Marvel juga nampak tidak peduli. Keduanya kemudian asyik berbagi eskrim.
"Aku beli 3 coklat 1 Vanila kok Alea tenang aja, semua yang coklat ini buat kamu. " Ujar Marvel menyodorkan 3 mangkuk eskrim.
"Eh tapi akukan udah janji mau beliin kamu 2 mangkuk eskrim Vel, nih aku coklat 2 kamu 1 coklat 1 vanila yah. " Balas Alea, mendorong 1 mangkuk eskrim coklat ke hadapan Marvel.
"Aku mau ngasihnya ke kamu, anggap aja sebagai ucapan terima kasih karena kamu mau aku bawa kesini" Ujar Marvel.
"Eh harusnya aku tau yang terimakasih karena kamu mau bawa aku ke tempat ini, aku senang banget hari ini, hihihi. " Balas Alea dengan semangat berapi-api.
"Kamu emang nggak ada capeknya gitu yah?. "Tanya Marvel, takjub melihat Alea memiliki tenaga yang tidak ada habisnya.
Padahal mereka sudah naik ke berbagai wahana yang menantang, namun Alea nampak biasa-biasa saja.
Alea terkekeh.
"Hmmm enak banget eskrimnya, kamu emang yang terbaik Vel. " Ujar Alea, menunjukkan dua jari jempolnya.
Marvel ikut terkekeh dengan tingkah Alea yang menyendokkan eskrim ke dalam mulutnya seperti anak kecil.
"Kamu suka?. " Tanya Marvel.
Alea mengangguk.
"Suka banget. " Balas perempuan itu.
__ADS_1
Mereka berdua beristirahat di toko eskrim tersebut, sembari memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu, hari juga sudah mulai gelap.
Bersambung...