Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 72 : Ketahuan


__ADS_3

Sementara Alea yang baru menyadari jika dirinya saat ini sedang berada di dalam kamarnya sendiri sontak panik dan tubuhnya langsung tegak terbangun.


###


"Ya aku ada di rumah papaku... " Balas Alea, nada suaranya memelan.


Ia baru menyadari kesalahannya.


"Pulang sekarang juga. " Perintah Andika di ujung telepon.


"Iya iya, ini mau pulang kok, orang aku ada di rumah orang tuaku juga, nggak usah ngegas gitu juga kali. " Balas Alea, cemberut.


"Kamu nggak tau kalau aku sama mama disini khawatir setengah mati sama kamu? Kamu nggak ada bilang kalau kamu mau pulang ke rumah orang gua kamu Alea! Jangan kayak anak kecil deh,cepetan pulang aku tunggu! . " Omel Andika.


Alea menghela nafasnya.


"Lagian kenapa sih mesti berlebihan kayak gitu, akukan bukan anak kecil yang mesti di cariin kalau nggak pulang, aku perempuan dewasa tau. " Balas Alea.


"Terserah Alea, cepat pulang sekarang kesini!. " Perintah Andika seketika memutuskan sambungan telepon.


Alea berdecak kesal.


"Ish ishh ishhh, dasar paduka raja yang mulia baginda Andika Prasetyo yang sok berkuasa, memangnya aku ini apa? Pesuruhnya? Asistennya? Seenaknya saja laki-laki itu memerintahku. " Gerutu Alea kesal.

__ADS_1


Alea kemudian beranjak dan membereskan kasurnya sedikit, lalu mengambil barang-barang yang ia butuhkan untuk di bawa ke rumah Andika, barang-barang tersebut Alea masukkan ke dalam koper berukuran besar.


Barang-barang itupun akan Alea jadikan alasannya nanti, tidak mungkin ia pulang ke rumah mertuanya dengan tampang polos dan tidak tau diri, pulang dan pergi seenak jidatnya.


Meskipun Alea sama sekali tidak menaruh hormat pada Andika, suaminya yang brengsek itu, akan tetapi Alea tetap harus menghargai mertuanya yang sudah memperlakukannya dengan sangat baik.


Beberapa saat kemudian Alea keluar dari dalam kamarnya dengan sebuah koper berukuran besar yang dengan susah payah di bawanya menuruni tangga dengan pelan.


Keluarga Alea yang baru saja selesai makan malam sontak terkejut mendapati Alea yang menuruni anak tangga.


"ALEA?. " Teriak bu Dewi, ekspresinya nampak terkejut, karena tidak mengetahui jika Alea pulang hari ini.


"Alea? Kamu kapan datangnya nak?. " Sapa Pak Putra nada suaranya terdengar lebih ramah.


"Duh Ketahuan!. " Gumam Alea, pelan.


Bagaikan maling yang baru saja ketahuan akan membawa kabur barang curiannya, Alea kini duduk di hadapan kedua orang tuanya, menunduk dalam. Bagaikan anak kecil yang ketahuan mencuri coklat dari dalam lemari pendingin.


"Alea, kamu nggak boleh kayak gitu, lain kali kalau mau pulang kesini mesti ngasih tau dulu ke mertua atau suamimu. " Ujar Bu Dewi setelah mendengar penjelasan Alea yang seharian ini ternyata ketiduran di dalam kamarnya.


"Iya nak, nggak sopan kalau udah nikah main pulang-pulang aja kayak gini, apa kata mertuamu, nanti mereka mikirnya kita yang suruh kamu pulang. " Timpal Pak Putra.


Alea segera mengangguk.

__ADS_1


"Iya ma, pa Alea ngerti, kan Alea udah jelasin berkali-kali kalau Alea pulang buat ambil barang-barang yang Alea butuhin ini loh, lain kali Alea bakalan inget pesan mama sama papa. " Balas Alea tidak ingin dirinya di salahkan sepenuhnya.


"Kan kamu bisa minta tolong Andika buat nganterin kamu, nggak mesti kamu datang sendirian dan sampai ketiduran di kamar kamu Alea, mereka juga pasti khawatir karena kamu nggak pulang-pulang kesana. " Ujar Bu Dewi, memberikan pengertian kepada Alea.


Alea kemudian kembali mengangguk.


"Iya ma, ya udah Alea minta maaf, lain kali kalau mau pulang Alea bakalan bilang-bilang dulu deh. " Balas Alea, ia tidak ingin mendengar mamanya terus-terussan mengoceh.


"Ya udah kali ini mama sama papa maklumin, lain kali nggak boleh kayak gitu lagi yah Alea, mama nggak enak sama Bu Widia nanti di sangkanya kamu kabur lagi. " Tutur Bu Dewi.


Alea kemudian meminta kunci mobilnya karena ia keluar dari rumah Andika siang tadi di antar oleh supir pribadi keluarga Andika ke kampus tempatnya mengajar, lalu nebeng ke mahasiswanya untuk pulang ke rumah orang tuanya.


"Alea pamit yah ma, pa, nitip salam sama kak Aulia dan suaminya, sama anak-anak kembarku juga. " Ujar Alea, Melow. Salah satu alasannya pulang ke rumah orang tuanya juga ingin melihat si kembar. Namun ternyata mereka sedang pergi keluar kota.


"Iya hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut Alea, ingat kamu udah nikah. " Pesan Bu Dewi, sesaat setelah Alea memasuki mobilnya.


Koper Alea juga sudah di masukkan ke dalam bagasi mobil.


"Bye, mama, papaku. " Alea melambaikan tangannya.


Begitu pula dengan Bu Dewi dan Pak Putra, mereka sekali lagi melepas putri bungsunya ituitu sambil berpegangan tangan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2