Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 69 : Tersipu-sipu


__ADS_3

"Cih, ternyata hanya untuk pencitraan? Pantas saja dia berpura-pura manis, hissss dasar pelit. " Umpat Alea.


###


Di tempat lain.


Kantor Andika.


Setibanya di kantor, Andika mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para kariawannya, satu persatu mereka memberikan selamat untuk Andika atas pernikahannya dengan Alea.


Padahal sebagian besar dari kariawannya itu juga hadir pada saat resepsi pernikahannya, namun untuk menghargai usaha mereka karena sudah memberikan sambutan Andika berterima kasih kepada para kariawannya itu.


"Terimakasih semuanya, silahkan kembali ke pekerjaan kalian masing-masing. " Tutur Andika, sesaat setelah satu persatu kariawannya menyalaminya dan memberikan selamat.


"Baik Pak. " Jawab serentak para kariawannya itu.


Andika kemudian masuk ke dalam ruangan kerjanya. 1 minggu sudah dirinya libur. Hari ini Andika akan mulai bekerja lagi.


Sebelum benar-benar melakukan pekerjaannya dan mengecek laporan-laporan yang masuk di 1 minggu terakhir, tidak lupa Andika mengirimkan sebuah pesan kepada Alea yang di tinggalkannya di dalam kamar sendirian tanpa berpamitan.


Tadinya ia ingin membangunkan istrinya itu, namun Andika mengurungkan niatnya karena Alea tertidur sangat pulas.


"Belum di balas? Jangan-jangan perempuan pemalas itu belum juga bangun?. " Gumam Andika.


Ia kemudian berinisiatif untuk menelpon Alea.


Sambungan terhubung.


"Halo, kamu dimana?. " Terdengar suara Alea di ujung telepon sana.

__ADS_1


Sepertinya perempuan itu sedang melakukan sesuatu, Andika mendengar suara benda yang berisik.


"Halo, kamu sudah bangun? Aku kirimin kamu pesan tadi. " Ujar Andika kemudian.


"Oh, beneran? Aku baru aja selesai mandi dan baru pegang Hp nih. " Balas Alea.


Andika langsung mengerti, sepertinya Alea sedang mengeringkan rambutnya. Andika kenal betul dengan suara benda yang terdengar sangat berisik di ujung telepon sana. Suara Hairdryernya.


Tok..


Tok..


Tok..


Sebuah ketukan di pintu mengalihkan perhatian Andika.


"Oh oke, periksalah. " Ujarnya langsung memutuskan sambungan telepon, Kemudian fokus pada resepsionisnya yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu.


"Oh suruh dia masuk."


Andika kemudian mengangguk menyuruh resepsionis itu keluar.


"Aluna, kamu sudah datang? " Sapa Andika sesaat setelah Aluna muncul di pintu.


Aluna tersenyum ramah lalu mengangguk pelan, kemudian tanpa di persilahkan terlebih dahulu perempuan itu langsung duduk di sofa ruang kerja Andika.


"Iya, aku tidak ingin membuatmu menunggu terlalu lama, tentu saja aku harus datang secepat mungkin. " Ujar Aluna.


Pertemuan mereka hari ini adalah untuk membahas proyek perbaikan bangunan mall yang telah Andika berhasil beli beberapa minggu yang lalu. Mereka sudah membahasnya di Singapura dan pertemuan mereka kali ini untuk membahasnya lebih lanjut.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, mari kita mulai rapatnya. " Ujar Andika beranjak dari tempat duduknya.


"Di ruang rapat?. " Tanya Aluna.


Andika segera mengangguk.


"Tentu saja, tidak mungkin kita akan memulai rapat di ruang sekecil ini. " Balas Andika.


Aluna kemudian ikut bangkit dari tempat duduknya, mereka berdua berjalan beriringan ke ruang rapat, beberapa pasang mata nampak fokus memperhatikan Andika dan Aluna.


Ada yang berdecak kagum, ada pula yang takjub dan mulai memasangkan Andika dan Aluna sebagai pasangan yang serasi.


Beberapa saat kemudian, rapat di adakan di dalam ruangan yang lebih besar. Beberapa kariawan Andika juga ikut dalam rapat itu, sementara Aluna hanya membawa seorang sekertaris.


Aluna mempersentasikan bahan-bahan bangunan berkualitas tinggi yang akan di gunakan pada pembangunan mall, Sementara Andika fokus menyimak dan mendengarkan penjelasan Aluna.


"Aku sangat suka dengan konsep yang kamu tawarkan, bahan bangunan dengan kualitas tinggi akan membuat bangunannya kokoh, sehingga akan sangat bagus untuk bangunan kami nantinya. " tutur Andika.


"Jadi?. " Tanya Aluna memastikan sesuatu.


"Aku akan menggunakan jasamu. " Balas Andika.


"Benarkah? Wuah aku tidak menyangka kamu akan setuju secepat ini. " Pekik Aluna, antusias.


Andika tersenyum.


"Orang tua kita sudah bekerja sama cukup lama, mana mungkin aku tidak percaya dengan kapasitas mu, Aluna. " Puji Andika yang sontak membuat wajah Aluna tersipu-sipu.


Bersambung...

__ADS_1


Setiap hari aku upload 3 episode yah, Terima kasih untuk para pembaca setiaku.


__ADS_2