Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 119 : Gemas


__ADS_3

Satu kecupan mesra mendarat di bibir mungil Alea, tanpa perempuan itu sadari.


###


Pagi kembali, Alea lagi-lagi bangun lebih dulu dan mendapati dirinya sedang tertidur sambil berpelukan dengan Andika.


Alea ingin segera melepas tangan laki-laki itu, akan tetapi ia megurungkan niatnya saat tatapannya justru fokus pada wajah Andika yang sedang tertidur pulas. Lagi-lagi dengan mulutnya yang terbuka.


Alea terkekeh pelan dan menyadari jika suaminya itu tetap terlihat tampan walaupun saat tertidur mulutnya kadang terbuka lebar, seperti saat ini.


Alea dengan gemas memegang bibir Andika dan membuat mulut suaminya itu tertutup. Di cubitnya pipi Andika dengan pelan, berharap laki-laki itu tidak akan bangun.


"Ih gemesin banget sih, suamiku... unyu-unyu.. " Gumam Alea dengan nada manja.


Sesaat kemudian entah setan apa yang merasuki perempuan itu Alea dengan tidak sabar menciumi wajah suaminya yang terlihat menggemaskan itu.


"Hei... "


Alae seketika membelalakan matanya saat menyadari Andika ternyata sudah bangun dan mendapati dirinya sedang menciumi wajah laki-laki itu.


Alea kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sendiri lalu mendorong tubuh Andika menjauhinya. ia benar-benar malu ketahuan melakukan hal itu.


"Ah Alea, kenapa berhenti?. " Gumam Andika, tersenyum jahil.


"Ih apaan sih, orang aku nggak ngapa-ngapain kok. " Balas Alea, benar-benar malu.


"Aku ngerasain bibir kamu ciumin muka aku loh Alea, sekalian aja kita bikin anak, aku tau kamu juga pasti nggak sabar kan?. " Goda Andika.

__ADS_1


"Ih najis banget, ogah aku bikin anak sama kamu, udah ah aku mau mandi aja. " Pekik Alea segera melompat turun dari atas ranjang dan langsung berlari masuk ke kamar mandi.


"Alea, ayolah aku juga udah nggak tahan nih, aku udah siap kok? Atau kamu mau kita main di kamar mandi aja?. " Ujar Andika terus-terussan menggoda Alea yang kini sudah berada di dalam kamar mandi.


"Arghhh stop Andika. "


Brak


Pintu kamar mandi di tutup dengan keras, Andika sontak tertawa keras melihat tingkah Alea yang lucu.


Beberapa waktu kemudian keduanya sudah berada di meja makan, menikmati sarapan pagi bersama orang tua Andika.


Alea dengan sangat lembut dan perhatian menyendokkan nasi ke piring Andika, yang membuat orang tua laki-laki itu tersenyum bahagia melihat Andika dan Alea nampak harmonis dan romantis.


"Argghh, kenapa sih mesti sarapan bareng sama orang tuanya Andika, capek banget mesti akting gini. " Batin Alea, nampak kesal melihat wajah Andika yang tersenyum puas saat Alea berusaha menjadi istri yang baik di hadapan orang tuanya.


Alea meringis, tersenyum terpaksa.


"Iya sayang, Sama-sama. " Balas Alea.


"Ekhem, kalian ini romantis banget sih, mama jadi iri. " Oceh bu Widia, melirik ke arah pak Orasetya yang tengah asyik menikmati makanannya.


"Hehehe... " Alea hanya menanggapinya dengan cengengesan, sedangkan Andika tidak terlalu peduli dan asyik menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


Hening, hanya terdengar suasana sendok yang neradu di atas piring.


"Andika, Alea... " Panggil pak Prasetya yang saat ini telah menyelesaikan sarapannya.

__ADS_1


"Hmm, ada apa pa?. "Balas Andika.


" Hari ini papa ada urusan keluar kota lagi untuk beberapa hari, papa mau minta kalian untuk menghadiri acara pernikahan salah satu anak rekan bisnis papa. " Jelas Kak Prasetya.


"Kapan acaranya pa?. "Kini Akea yang bertanya.


" Acaranya nanti malam, kalau bisa kalian usahain buat datang yah soalnya papa nggak bisa hadir, mama juga mau ikut pala keluar kota hari ini. "Timpal bu Widia.


Andika dan Alea pun kompak mengangguk.


" Iya ma.. . " Balas Andika.


"Oke siap." Ujar Alea.


Melihat Andika dan Alea langsung setuju membuat Bu Widia dan suaminya tersenyum senang.


Tidak lama kemudian, kedua pasangan pengantin yang masih bisa di katakan baru itu akhirnya beroamitan untuk pergi bekerja.


"Ya udah, Andika sama Alea mau pamit kerja dulu. "


"Iya, takut telat soalnya Alea ada jam ngajar jam 8 pas. " Timpal Alea.


"Ya udah kalian hati-hati yah, ingat nanti malam jangan sampai lupa hadirin undangannya yah. " Pesan bu Widia sekali lagi.


Alea dan Andika kembali mengangguk kompak, kemudian berlaku pergi meninggalkan meja makan tersebut.


Hari ini keduanya akan menggunakan mobil yang sama untuk pergi bekerja, di karenakan mobil Alea masih berada di bengkel setelah beberapa kali mogok.

__ADS_1


Berambung...


__ADS_2