
Alea lalu menahan angkutan umum yang lewat dan berlalu pergi meninggalkan laki-laki tersebut yang masih berdiri terpaku memandangi angkutan umum yang membawa Alea.
###
Andika yang pagi ini akan menghadiri rapat kerja sama dengan investor barunya, terpaksa harus mengambil jalan pintas yang meskipun jalannya cukup sepi, namun akses ke tempatnya bertemu dengan investor tersebut akan lebih cepat.
Karena pulang terlalu larut semalam, pagi ini Andika bangun sedikit terlambat dari waktu yang sudah di atur nya pada alarm.
Meskipun masih memiliki waktu sekitar 1 jam lebih, Andika lebih baik menunggu di tempat pertemuan tersebut terlebih dahulu.
Andika berkendara dengan cukup santai namun, pada saat akan mengangkat panggilan telepon yang masuk ke ponselnya tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti mendadak di depan mobilnya.
Brukkk
"Arrhggghh, orang bodoh mana yang mengendarai mobilnya seperti itu. " Pekik Andika.
Andika yang tidak terlalu memperhatikan jalan reflek menabrak mobil tersebut, untungnya Andika segera menginjak rem mobilnya dengan cukup keras.
Piiiippp
Andika membunykkan klakson untuk memberikan peringatan kepada mobil yang ada di depannya, namun bagian depan mobil barunya tersebut tiba-tiba saja berasap.
"Oh my God!? . " Pekik Andika.
__ADS_1
Melihat Lamborghini keluaran terbaru nya tersebut mengeluarkan asap, Andika merasa sangat kesal kepada pengemudi mobil yang tiba-tina saja berhenti di depannya tersebut.
"Kurang ajar, akan ku tuntut dengan biaya ganti rugi yang sangat mahal!. " Ujar Andika kesal.
Tok. Tok.. Tok..
Ketukan pada kaca mobilnya mengalihkan perhatian Andika.
Andika yang shock karena keadaan mobilnya, lebih shock lagi saat melihat seorang perempuan yang saat ini sedang mengetuk kaca mobilnya.
Dengan perasaan jengkel sekaligus kesal Andika membuka pintu mobilnya.
"Kamu Lagi?. " Pekik andika setelah dirinya dan perempuan tersebut n saling berhadapan.
"Dasar perempuan gila! Kamu sengaja berhenti di tengah jalan kayak gini? Kamu sadar nggak sih kamu bisa celakain banyak orang, untung saja jalan ini sepi dan jarang di lalui pengendara lain. " Omel Andika.
Ingin rasanya Andika melampiaskan amarahnya kepada perempuan tersebut, padahal semalam sebelum tidur Andika sudah berdoa agar mereka tidak di pertemukan lagi. Namun, sepertinya takdir berkata lain.
"Perempuan gila? Maksud anda? Saya?. " Tanya perempuan itu lagi, kebingungan.
"Iya kamu, kamu pasti tidak ingat karena setiap kali bertemu denganku, kamu selalu dalam keadaan mabuk!. " Cecar Andika, kesal.
Perempuan itu mengangguk.
__ADS_1
"Ah maaf mungkin ada kesalah pahaman di antara kita, tapi saya sungguh tidak ingat apa-apa! Saya tidak sengaja berhenti di tengah jalan karena bensin mobil saya habis, tolong maafkan saya sekali ini saja. " Pinta perempuan itu.
Andika mengernyitkan wajahnya, merasa aneh karena perempuan tersebut dengan cepat meminta maaf kepadanya.
Padahal semalam saat mereka bertemu di depan pintu toilet, perempuan itu terlihat sangat galak dan tidak mungkin mau meminta maaf duluan kepada orang lain.
"Kamu benar-benar aneh. " Ujar Andika, Mera dan perempuan yang ada di depannya saat ini sangat berbeda dengan perempuan yang di temui nya semalam.
"Maaf, aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu, tapi bisakah kita menyelesaikan persoalan mobil ini nanti saja, mahasiswaku sedang menunggu dan aku tidak ingin mengecewakan mereka karena menunggu terlalu lama! Aku sudah hampir terlambat. " Pinta perempuan itu.
Andika sekali lagi kembali terperanjat dengan ucapan perempuan tersebut.
"Seorang dosen?. " Batin Andika. Tidak, menyangka perempuan gila dan pemabuk itu adalah seorang dosen yang sangat menghargai waktu mahasiswanya. Sangat berbanding terbalik dengan perempuan yang di temui nya semalam.
Andika lebih terheran-heran lagi saat perempuan itu memberikannya kartu nama.
"Ambil ini, namaku Alea Putri Wicaksono, aku akan mengganti rugi kerusakan mobilmu. " Ujar perempuan itu.
Belum sempat Andika membalas ucapannya. Perempuan tersebut sudah berada di atas angkutan umum yang membawa perempuan itu pergi meninggalkan Andika seorang diri.
"ALEA PUTRI WICAKSONO?. " Ujar Andika, mengingat-ingat sesuatu, dirinya merasa tidak asing dengan nama tersebut.
Bersambung...
__ADS_1