Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 123 : Banyak Tanya


__ADS_3

Raut wajah Aluna yang tadinya senang seketika berubah masam. Tanpa berkata apa-apa perempuan itu meninggalkan ruang kerja Andika membanting pintu dengan cukup keras.


###


Brak


Andika sedikit terkejut.


"Ada apa dengan perempuan itu?. " Gumam Andika, heran.


Andika mengangkat kedua bahunya dan menunjukkan raut wajah tidak peduli dan kembali fokus pada ponselnya.


Tiba-tiba saja Andika teringat dengan pesan papanya saat sarapan tadi untuk menghadiri acara pernikahan anak rekan kerjanya, dengan cepat Andika menelpon Alea agar perempuan itu tidak lupa dan pulang lebih cepat hari ini.


Tidak lama kemudian panggilan terhubung.


"Halo... " Sapa Andika.


"Hmm Halo, kenapa nelpon ?. " Balas Alea di ujung telepon nada suaranya terdengar tidak suka.


Andika terkekeh pelan.


"Nanti malam jangan lupa kita harus menghadiri acara pernikahan anak rekan bisnis papa, pulanglah lebih cepat untuk berdandan. " Tutur Andika.


"Iya aku nggak lupa kok, emang kamu pikir aku nenek-nenek yang udah pikun?. "


Klik


Panggilan terputus.


Andika mengernyitkan wajahnya memandangi layar ponselnya itu.


"Tidak sopan, aku belum selesai bicara Alea!. " Gerutu Andika.

__ADS_1


###


Di tempat lain, Alea tersenyum puas setelah mematikan telepon Andika secara sepihak.


"Rasain hahaha!. " Cibir Alea.


"Bu Alea, ini tugasnya di kirim kemana?. " Tanya seorang mahasiswa, ternyata Alea saat ini sedang berada di area taman yang masih berada di lingkungan kampus tempatnya mengajar itu.


Alea kemudian menyimpan ponselnya dan kembali fokus.


"Eh di kirim ke email ibu yang biasa yah, gimana yang lain masih ada yang ingin di tanyakan terkait tugas kalian?. " Tanya Alea kepada para mahasiswanya yang lain.


Saat ini mereka sedang melakukan aktivitas belajar di luar ruangan, bukan tanpa alasan Alea melakukan hal itu.


Sebagai seorang dosen yang membawakan materi tentang sastra Alea berpikir para mahasiswanya itu akan merasa sumpek jika terus-terussan menerima materi di dalam ruangan kelas.


Sesekali Alea selalu membawa para mahasiswanya itu untuk belajar memperhatikan alam di sekitarnya lalu menyuruh mereka untuk menulis apapun yang topiknya berkaitan dengam alam, seperti saat ini.


"Bu Alea, saya mau bertanya. " Timpal seorang mahasiswa yang tiba-tiba saja sudah berada di lekat Alea.


Alea nampak sangat bersemangat jika mendapati mahasiswanya aktif bertanya.


"Apa itu Alisa?. "


"Eh anu bu, ini karya sastranya cuman bikin puisi sama cerpen doang yah bu? Kalau novel tentang alam boleh nggak?. " Tanya mahasiswa yang bernama Alisa itu.


"Wuah Alisa sepertinya sangat suka menulis yah? Sebenarnya materi untuk menulis karya sastra novel akan berlangsung di pertengahan semester, biasanya pada semester 5 dan 6, makanya untuk semester awal seperti kalian ibu berikan tugas untuk menulis puisi atau cerpen saja, akan tetapi kalau kamu merasa lebih tertarik untuk menulis karya sastra novel yah tidak masalah asal tulisannya jangan berhenti di tengah jalan. " Jelas Alea panjang lebar.


Mahasiswa itupun sontak mengangguk.


"Jadi, boleh nggak bu saya nulis karya sastra dalam bentuk novel aja?. " Tanya mahasiswa itu lagi.


Alea kemudian mengangguk.

__ADS_1


"Boleh saja Alisa, kalau kamu ternyata lebih tertarik untuk menulis karya sastra novel, ibu mau memberikan saran, hasil karyamu nanti tidak usah di kirimkan ke ibu tapi dikirim ke aplikasi menulis dan membaca novel saja. " Ujar Alea sembari meraih ponselnya dan membuka aplikasi Novel Toon untuk di perlihatkan pada mahasiswanya tersebut.


"Aplikasi apa itu bu?. "


"Ini aplikasi Novel Toon, kamu bisa kirim karyamu ke dalam sini nanti kalau udah bisa gampang ibu cek. " Jelas Alea lebih lanjut.


Mahasiswa itupun mengangguk pertanda ia sudah mengerti.


"Jadi saya nggak perlu kirim lewat email lagi kalau udah ngirim ke aplikasi Novel toon itu bu?. "


Alea menggelengkan kepalanya.


"Iya, nanti ibu cek sendiri, tapi ingat karyanya nggak boleh berhenti di tengah jalan. " Pesan Alea.


"Tapi kalau saya udah nggak sanggup lanjutin sampai tamat gimana dong bu? Apa nilai saya akan jelek di akhir semester?. "


"Tidak Alisa, karena point untuk semester awal ini bukan seberapa bagus dan sampai dimana karya sastra yang kamu hasilkan, yang terpenting untuk saat ini kamu hadir tepat waktu di mata kuliah saya, belajar dengan giat dan mengerjakan tugas yang saya berikan. " Balas Alea.


"Jadi boleh nggak bu saya bikin novel aja?. " Tanya mahasiswa itu lagi yang kali ini membuat tanduk di kepala Alea hampir saja keluar.


"Alisa, terserah karya sastra seperti apa yang ingin kamu buat, pergi dan carilah inspirasi!. " Usir Alea nada suaranyayang mulai meninggi, karena gemas pada Alisa yang terus-terusan bertanya.


"Jadi boleh bu?. " Tanya mahasiswa itu untuk yang kesekian kalinya benar-benar menguji kesabaran Alisa yang hanya setipis tissu di bagi menjadi 2 bagian.


"Alisa, sekali lagi kamu bertanya maka nilai kamu di mata kuliah saya dapat di pastikan error!. " Ancaman Alea akhirnya berhasil membuat mahasiswanya tersebut berhenti bertanya.


"Dasar banyak tanya!. " Desis Alea, pelan.


Ingin rasanya Alea mengumpat pada mahasiswanya yang bernama Alisa itu, akan tetapi imagenya sebagai seorang dosen yang di kenal baik hati, penyabar dan tidak sombong harus tetap terjaga.


Bersambung...


sedih banget ini babb 123-124 udah ku up dari tanggal 25 kemarin tapi belum lolos review sampai tanggal 26 hari ini terpaksa aku hapus dan kirim ulang. ada apa sih sama novel toon. plis lahhhhhh

__ADS_1


__ADS_2