
"Matilah aku. " Batin Alea, bergantian menatap pecahan kaca itu dan Andika yang saat ini melongo menatap Alea dengan tatapan takjub sekaligus heran.
###
Beberapa orang pelayan hotel masuk untuk membersihkan pecahan kaca dari cermin yang Alea lempar tadi, untungnya pihak hotel mau menerima kompensasi yang Andika berikan.
Sehingga, mereka berdua tidak jadi di usir dari hotel tersebut.
Alea duduk di sofa sembari menundukkan kepalanya, tidak berani menatap apapun yang ada di sekitarnya. Alea merasa bersalah dengan tingkah lakunya.
Sementara Andika tampak berbincang-bincang dengan salah seorang laki-laki mengenakan setelan rapih, yang Alea duga orang itu adalah oenanggung jawab di hotel ini.
Setelah para pelayan itu keluar dari kamar mereka, Andika baru memulai pembicaraan dengan Alea.
"Kamu nggak apa-apa?. " Tanya Andika, ia tahu betul dari raut wajah Alea, jika perempuan itu pasti merasa bersalah dan cemas Andika akan memarahinya habis-habissan.
Alea menggelengkan kepalanya, tidak berani menjawab ucapan Andika.
__ADS_1
"Semuanya sudah di bereskan, besok kacanya baru di ganti sekarang istirahatlah di atas ranjang. " Tutur Andika.
Alea yang mendengar itu sontak mengangkat kepalanya.
"Boleh?. " Tanya Alea.
"Iya, boleh. " Balas Andika, cuek. Tubuhnya terasa sangat lelah, Alea juga terlihat sangat shock meskipun tidak ada kata maaf yang keluar dari mulut perempuan itu.
Andika bisa memakluminya.
Alea yang tadinya hanya diam dengan kepala tertunduk kini langsung berdiri dengan antusias lalu melompat katas ranjang dengan riang memutar-mutar tubuhnya beberapa kali merasakan empuknya kasur yang lembut.
Kini, perempuan itu juga menaruh selimut yang sudah di bentuk seperti pembatas lalu di temoatkan di tengah-tengah kasur. Andika semakin bingung melihat tingkah istrinya yang aneh itu.
"Buat apa selimut di bentuk seperti itu?. " Tanya Andika saat ini juga sudah berada di atas ranjang.
"Sebagai pembatas, siapa tau kamu mau berbuat hal yang tidak senonoh kepadaku saat tertidur. " Balas Alea.
__ADS_1
Mata Andika seketika memelototi Alea.
"Memangnya kamu pikir ini drama Korea? Dimana ada orang yang saling membenci lalu tidak sengaja tidur bersama di atas satu ranjang, lalu saat terbangun keduanya sudah dalam keadaan tanpa busana? Jangan mimpi Alea. " Sinis Andika.
"Ya mana aku tahu pikiranmu, siapa tau saja kamu sengaja menyuruhku tidur di atas sini untuk menjebak ku, bukankah kamu terlihat sangat mencurigakan saat ini? . " Ujar Alea, tidak kalah sinis.
"Dasar aneh, kupikir tadi kamu benar-benar merasa bersalah karena sudah hampir mencelakaiku, aku sempat merasa iba kepadamu tapi karena melihat tingkahmu yang sepertinya tidak merasa bersalah aku jadi sangsi, tidur di sofa saja kembali, disana tampaknya memang lebih cocok untukmu. " Omel Andika, hari ini sepertinya laki-laki itu akan terus-terussan mengomel menghadapi tingkah Alea yang absurd.
Mendengar itu, Alea seketika terdiam.
"Maaf, aku tidak akan berbicara kepadamu lagi. " Ujar Alea kemudian, merebahkan tubuhnua dengan posisi memunggungi Andika lalu menutup kepalanya dengan bantal agar tidak mendengar omelan Andika lagi.
"Dasar pembuat onar!. " Pekik Andika, lalu ikut berbaring dan memunggungi Alea.
Mereka tertidur dengan posisi saling membelakangi.
Matahari diluar masih sangat terang, namun karena semalam ada kejadian yang tidak terduga saat Alea hampir di tangkap polisi, membuat keduanya jadi kurang tidur.
__ADS_1
Sehingga urusan bisnis Andika hari itu di alihkan ke hari esok dan seharian ini akan ia manfaatkan untuk beristirahat di dalam kamar hotel.
Bersambung...