Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 36 : Pikiran Jahat


__ADS_3

"Kami permisi duluan yah Daniel, datanglah dan ajak teman-teman sekelasmu di acara resepsi pernikahan kami. " Ujar Andika sebelum laki-laki itu kembali menarik Alea untuk keluar dari restoran tersebut.


###


Hari yang di nanti-nantikan oleh dua keluarga besar itu akhirnya terjadi juga. Pelaksanaan resepsi pernikahan Alea dan Andika berlangsung dengan penuh khidmat.


Rona-rona kebahagiaan terpampang dengan jelas di wajah para orang Alea dan Andika.


Meskipun sepanjang acara, dalam hati Alea meratap dan berdoa agar setidaknya ada keajaiban yang terjadi di dalam hidupnya sehingga acara pernikahannya hari ini batal.


Alea tidak peduli, bagaimana jenis keajaiban itu, yang Alea harapkan hanyalah keajaiban itu bisa membebaskan dirinya dari pernikahan yang memuakkan ini.


Namun, sepertinya doa dan ratapan Alea itu hanya angan-angan belaka, nyatanya keajaiban seperti itu tidak akan dan tidak akan mungkin terjadi dalam kehidupan Alea.


Satu persatu keluarga Alea kemudian mendekati kedua pengantin baru yang sedang duduk di kursi yang berada di tengah-tengah dekorasi yang sudah di tata sedemikian rupa.


"Selamat yah anakku sayang, akhirnya bentar lagi mama bakalan momong cucu baru, aduh senangnya. " Ujar Bu Widia menggebu-gebu sembari memeluk Alea kemudian bergantian memeluk anak laki-laki nya.


"Selamat yah sayang, baik-baik sama suamimu nanti. " Ujar Bu Dewi ikut memeluk anak perempuannya itu, ada rasa haru sekaligus bahagia melihat anak bungsunya itu akhirnya melepas masa-masa kesendiriannya.

__ADS_1


Kedua sahabat Alea, Aurora dan Sonya juga datang memberikan selamat kepada Alea.


"Nih kado buat kamu, di bukanya kalau udah di dalam kamar aja jangan pas ada banyak orang. " Ujar Sonya, di sambut senyuman jahil oleh Aurora.


"Iya, ini rahasia orang dewasa, hahaha. " Timpal Aurora.


"Emang isinya apaan?. " Tanya Alea penasaran.


"Ssssttt kamu buka aja sendiri, tapi ingat pas di dalam kamar aja. " Balas Sonya.


"Ahnada-ada aja kalian pasti mau ngeprank aku yah. " Ujar Alea. Namun, kedua sahabatnya itu sudah berlalu dan menyatu dengan kerumunan orang yang menghadiri resepsi pernikahan Alea dan Andika.


Kakak perempuan Andika yang tinggal di luar negeri menyempatkan waktunya untuk pulang ke Indonesia hanya untuk menghadiri pernikahan mereka.


"Ahahaha, iya mbak. " Balas Alea, terkekeh pelan.


Berusaha menunjukkan sisi keramahannya kepada keluarga besar Andika.


"Aneh? Hal seaneh apa kira-kira yang membuat kakak Andika harus memperingatiku seperti tadi?. " Batin Alea.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian resepsi pernikahan Alea dan Andika siang itu berakhir dan akan di lanjutkan pada amalm hari.


Malam harinya.


Jika siang tadi, resepsi pernikahan sudah di hadiri oleh banyak orang dari berbagai kalangan, malam ini resepsi pernikahan Alea dan Andika lebih meriah dan ramaikan lagi.


Kebanyakan orang yang datang malam ini adalah rekasi-relasi bisnis orang tua Alea dan Andika, tidak sedikit juga kenalan Andika yang datang untuk memberi selamat.


Satu gedung berukuran besar yang sudah di sewa khusus untuk resepsi pernikahan Alea dan Andika itupun nampak tidak bisa menampung para tamu undangan yang datang.


Orang-orang nampak berdesak-desakan, banyak juga yang memilih bersantai di luar gedung.


Alea merasa sangat kurang nyaman dengan keadaan yang di rasakan nya saat ini, ingin rasanya Alea melarikan diri dan pulang ke rumahnya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya yang nyaman.


"Apa jadinya kalau aku menaruh gas beracun di ruangan ini, pasti orang-orang itu akan langsung KO dan pemberitaan di Media sosial pasti akan trending membahas pernikahan terkutuk ini. " Ujar Alea tanpa sadar, entah dari mana ia bisamendapatkan pikiran jahat seperti itu.


Andika yang sedari tadi lebih banyak diam, sontak tertegun mendengar ucapan perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2