
Pasangan pengantin baru itupun berakhir dengan saling menjambak satu sama lain.
###
Malam berikutnya.
Sudah hampir satu jam Alea berdiri dengan kikuk di dekat meja yang menyajikan berbagai jenis minuman.
Malam ini dirinya terpaksa menemani Andika menghadiri acara perjamuan salah satu rekan bisnis suaminya itu.
"Cih."
Sesekali Alea berdecak kesal memperhatikan sekitarnya, tidak ada yang mengajaknya untuk sekedar mengobrol di tempat yang sangat ramai itu, bahkan suaminya sendiri.
Alea merasa seperti orang asing yang sedang hidup di sebuah tempat dengan orang-orang yang sama sekali tidak memperdulikan kehadirannya.
Alea terpaksa datang ke acara perjamuan tersebut karena harus menemani Andika, suaminya.
Sedangkan Andika sendiri nampak asyik berbincang-bincang bersama para kolega kerjanya. Tidak menghiraukan Alea yang sudah hampir mati karena bosan.
__ADS_1
Karena merasa lelah dengan posisinya yang sedari tadi hanya berdiri bagaikan sebuah manekin yang sengaja di pajang, Alea kemudian beranjak dari tempatnya, ingin segera meninggalkan ruangan tersebut.
Namun, baru beberapa langkah berjalan seorang wanita menegurnya.
"Hei, perempuan berbaju merah jambu kamu istrinya Andika kan?. " Tegur perempuan tersebut.
Alea yang merasa dirinya di panggil pun sontak menatap perempuan tersebut.
Lipstik tebal berwarna merah dan hiasan pada kelopak matanya yang menor serta rambut panjang yang sepertinya sengaja di urai. Perempuan itu mengenakan gaun berwarna putih yang menutupi tubuhnya hingga ke ujung kaki.
Alea hampir saja tertawa melihat penampilan perempuan yang memanggilnya itu.
" Seperti Kuntilanak." Batin Alea.
Perempuan itupun berjalan mendekati Alea, matanya dengan jeli memperhatikan penampilan Alea dari ujung kaki sampai ke ujung rambut. Seperti seorang juri yang sedang menilai pesertanya.
Alea merasa risih dengan pandangan sinis perempuan itu, seakan-akan memandang rendah dirinya.
"Hmm, biasa aja yah? Kirain aku Andika bakalan milih perempuan yang jauh lebih cantik, ternyata selera Andika modellan kayak kamu gini. " Ejek perempuan yang penampilannya lebih mirip seperti kuntilanak itu.
__ADS_1
"Hah?. "
"Dasar kuntilanak, mukanya aja kayak pantat belanga di makeupin gitu sok-sokkan mau nilai orang. " Batin Alea, kembali julid. Namun, ia tetap berusaha tersenyum dan tidak terbawa emosi.
"Eh dengar-dengar si Andika di jodohin tau sama perempuan ini, jangan salah yah Andika yang seganteng itu mana mau sama perempuan modelan kayak gini kalau nggak karna terpaksa sama orang tuanya. " Timpal perempuan yang lain, yang tiba-tiba saja muncul di belakang perempuan kuntilanak tadi.
Tubuhnya nampak berisi di bagian pinggang, kulitnya putih namun terlihat pucat, lehernya nampak jenjang di hiasi emas berlian yang Alea perkirakan perempuan itu mengenakan berlian imitasi. Dandanannya pun tidak sebaik perempuan kuntilanak.
"Muncul lagi perempuan yang lebih mirip Jerapah. " Batin Alea.
Alea benar-benar di buat heran, kenapa di zaman sekarang ini masih ada perempuan-perempuan seperti si kuntilanak dan si jerapah ini, padahal era sekarang sudah sangat modern, tapi bulying masih saja terjadi. Dimanapun dan kapanpun.
Tidak peduli siapa pelaku dan korbannya, biasanya pembullynya tidak jauh lebih baik dari pada orang yang menjadi korban bully. Para pembully itu sebenarnya hanya merasa insecure dengan dirinya sendiri.
Alea menghela nafasnya. Sebisa mungkin mengontrol emosinya sendiri. Tidak mungkin ia menghajar dua perempuan penggosip itu di tempat yang sangat ramai seperti ini.
Bukan hanya dirinya yang akan malu, nama baik Andika juga akan tercoreng. Gelar barunya sebagai istri Andika tetap akan melekat pada diri Alea.
"Permisi yah, aku harus mencari suamiku yang tampan itu terlebih dahulu,aku takut dia akan mencariku biasanya kami tidak sanggup berpisah walau hanya satu menit saja. " Sentak Alea mempertegas nada bicaranya namun tetap terdengar sombong, membalas dua perempuan tadi dengan elegan.
__ADS_1
Alea kemudian berjalan melewati dua perempuan tadi tanpa menghiraukan cemohan mereka karena sebenarnya Alea sama sekali tidak perdulinl dengan pandangan orang lain terhadap dirinya.
Bersambung...