
Diam-diam Andika berjanji akan selalu ada untuk perempuan yang sudah berhasil merebut hatinya itu.
###
30 menit berlalu, setelah Andika merasa Alea sudah lebih tenang ia kemudian berinisiatif untuk menggendong tubuh istrinya itu.
"Eh...? "Pekik Alea sedikit terkejut dengan perlakuan Andika yang tiba-tiba.
" Udah malam, kita pindah ke kamar yah. " Ujar Andika.
Alea tidak menjawab ia juga tidak menolak saat Andika mulai membawa tubuhnya kembali masuk ke dalam rumah, lalu naik ke atas kamarnya.
Dengan sangat pelan Andika membaringkan tubuh rapuh Alea ke atas ranjang, lalu ikut berbaring di sampingnya. Andika sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan istrinya itu walau hanya 1 detik saja.
Andika takut Akea akan melakukan sesuatu yang buruk kepada dirinya sendiri jika di tinggalkan sendirian, mengingat kondisi mentalnya belum benar-benar pulih.
"Adika... " Panggilan Alea pelan.
"Hmmm, kenapa Alea?. "
"Apa aku ada salah yah sama papa? Kenapa dia tega banget ninggalin aku? Padahal diakan tau aku masih butuh dia? Apa karena dia nggak mau di buat susah? Aku emang anak yang nyusahin. " Alea kembali mengoceh, seolah-olah pak Putra sengaja pergi meninggalkannya karena tidak sanggup menghadapi kenakalan anak perempuannya yang sudah tumbuh dewasa dan telah menikah itu.
__ADS_1
"Papa pergi karena dia udah ngerasa tenang ngeliat anak-anaknya sudah berkeluarga dan hidup dengan baik bersama keluarga barunya, kamu nggak ingat pas kita nikah dan poto keluarga, poto papa keliatan paling tulus dan senang, papa pergi bukan karena kamu tapi karena dia nggak mau nyusahin kita buat ngurusin dia. " Balas Andika panjang lebar.
Alea menggeleng-gelengkao kepalanya dengan cepat.
"Tapi aku nggak merasa papa nyusahin aku sama sekali Andika. " Ujar perempuan itu lagi.
"Ssssttt udah, sekarang kamu istrihat dulu nanti kalau kondisi kamu udah lebih baik baru ngoceh lagi. " Balas Andika, menempelkan jari telunjuknya di bibir Alea yang pucat.
Akan tetapi Alea segera menepis tangan suaminya itu.
"Papa bilang cuman kamu yang bisa jaga aku sebaik papa, padahal tanpa papa sadari aku bisa menjaga diriku sendiri jauh lebih baik dari pada siapapun, papa dan aku juga udah buat janji kalau kita harus tetap hidup bersama sampai tua, aku nggak percaya diri dengan janji yang aku buat dengan papa itu, aku harus gimana Dika, aku udah nggak punya papa lagi. " Ucap Alea.
Ucapan Alea itu berhasil membuat Andika terdiam membisu tidak tau harus berkata apa.
"Sssstttt tenang Alea, kita bakalan usahain agar permintaan papa itu bisa terwujud, sekarang kamu perlu istrihat. " Balas Andika.
Alea kemudia mengangguk setelah mendengar Andika mengatakan jika mereka berdua akan bersama-sama mengusahakan janji yang telah Akea buat dengan palanya itu.
Janji agar Alea dan Andika akan hidup bersama hingga tua.
Tidak lama kemudian Alea tertidur di dalam pelukan Andika. Andika memandangi wajah pucat Alea yang tengah tertidur lelap itu lalu mengecup keningnya dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Kita harus bisa Akea, aku janji tidak akan membuatmu merasa kecewa. " Ujar Andika pelan.
###
11 hari berlalu.
Alea masih nampak murung, meskipun perempuan itu tidak menunjukkan kesedihannya secara langsung seperti keluarganya yang lain, akan tetapi Andika paham betul kondisi psikis istrinya itu masih terguncang.
Alea yang biasanya sangat ceria dan aktif itu kini menjadi seperti orang lain, bahkan saat membawakan materi oerkukian di dalam kelasnya ia tidak bersemangat seperti biasanya.
Para mahasiswa yang sudah mengetahui jika Alea adalah anak dari pemilik Universitas Putra Wicaksono yang baru saja meninggal itu nampak tidak terlalu mempermasalahkan cara mengajar Alea yang lebih banyak diam di dalam kelas.
Beruntung mereka bisa memaklumi Alea, bahkan beberapa di antara mahasiswanya tersebut memberikan support dengan selalu memberiksan makanan ringan ke ruangan dosennya tersebut. Mereka tahu Alea sangat suka nyemil sambil menonton drama Korea. Meskipun begitu kondisi Alea tetap sama, ia hanya akan mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswanya lalu langsung pulang setelah mata kuliahnya berakhir.
"Alea? Gimana ngajarnya hari ini? Kamu bersenang-senang di dalam kelas?. " Tanya Andika membuka obrolan, kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil.
Andika sudah 1 minggu ini tidak mengambil banyak pekerjaan di kantornya dan memilih untuk menemani Alea, meluangkan lebih banyak waktu bersama perempuan itu.
Alea hanya menanggapi pertanyaan Andika dengan tersenyum kecil.
"Biasa saja. " Ujar Alea kemudian.
__ADS_1
Bersambung...