
"No, no, no! Big no! clubing, alhokol, party dan hal-hal yang dapat merusak kesehatan lainnya aku tidak akan mentolerir hal-hal tersebut dan hal-hal di luar batas lainnya." Tegas Andika.
###
"Lalu?. " Alea nampak tertarik dengan kesepakatan tersebut.
"Kita akan menikah selama beberapa tahun, lalu kita akan bercerai dan membuat sebuah alasan yang masuk akal sehingga orang tua kita tidak perlu terus-terussan ikut campur, selama masa pernikahan hingga kita bercerai aku akan memberikannu uang jaminan terserah ingin kamu gunakan untuk apa uang tersebut yang pasti kita menikah hanya untuk formalitas beberapa tahun saja, bagaimana?. " Tawar Andika.
"Beberapa tahun itu berapa lama? Kenapa tidak satu tahun saja?. " Balas Alea.
"Orang tua kita akan curiga jika pernikahan yang kita jalani sangat singkat, kita akan menikah selama 2 hingga 3 tahun. " Tutur Andika.
Alea mulai menimbang-nimbang ucapan Andika barusan, memikirkan keuntungan dan kerugian apa yang akan di dapatkannya jika Alea menyetujui kesepakatan yang di tawarkan oleh Andika.
"Aku tidak ingin menjadi ibu rumah tangga biasa yang hanya duduk diam di dalam rumah selama 24 jam. " Ujar Alea, kemudian.
"Tenang saja, aku tidak akan membatasi aktivitasmu yang lain kecuali hal-hal yang sudah aku sebutkan tadi, no clubing, no party, no alcohol, kamu masih bisa mengajar para mahasiswamu seperti biasanya, berbelanja menggunakan uangku dan untuk urusan rumah tangga pelayan yang akan mengurusnya bagaimana?. " Jelas Andika panjang lebar.
__ADS_1
Tanpa banyak berpikir, Alea kemudian menyetujui kesepakatan tersebut. Lagi pula dirinya tidak akan mengalami banyak kerugian, finansialnya pasti akan terjamin.
"No alcohol? Clubing dan party? Tidak masalah, ini hanya beberapa tahun sebagai gantinya aku akan menghambur-hamburkan uang Andika untuk membeli barang-barang mahal. " Batin Alea mulai membayangkan jika dirinya nanti sudah menjadi istri Andika.
Alea tidak perlu lagi mengemis tambahan uang jajan dari orang tuanya, karena gajinya seringkali habis ia gunakan untuk mentraktir teman-temannya membeli alkohol.
Point yang paling penting saat ini, Alea harus meyakinkan orang tuanya bahwa ia setuju dengan perjodohan tersebut agar namanya tidak di hapus sebagai salah satu pewaris dari kekayaan orang tuanya.
"Bagaimana?. " Tanya Andika lagi, memastikan.
Andika nampak ragu sebentar namun laki-laki memberikan alternatif lain.
"Oke, kecuali di depan orang tua kita, aku dan kamu tetap harus terlihat mesra untuk meyakinkan mereka. " Balas Andika.
Alea nampak bersemangat dengan kesepakatan tersebut.
"Oke Deal. " Alea menjulurkan tangannya kepada Andika.
__ADS_1
"Deal." Ujar Andika. Mereka berdua kemudian berjabat tangantangan untuk kesepakatan yang baru saja mereka buat.
Beberapa waktu kemudian, keluarga Andika berpamitan untuk pulang. Alea bersama keluarganya mengantarkan mereka hingga ke depan pintu utama.
Alea nampak begitu sumringah sembari melambai-lambaikan tangannya kepada Andika yang kini sudah berada di atas mobil bersama kedua orang tuanya.
"Hati-hati yah Dika, kabarin aku kalau kamu udah sampai rumah. " Ujar Alea.
"Iya, nanti aku kabari. " Balas Andika, nampak masih canggung dengan panggilan barunya.
"Dika?. " Batin laki-laki itu
Penampakan tersebut membuat keluarga Alea dan keluarga Andika tersenyum bahagia, karena sepertinya kedua pasangan baru itu terlihat saling menyukai satu sama lain.
Padahal yang terlihat di mata mereka hanyalah akting yang terjadi karena sebuah kesepakatan antara Andika dan Alea untuk tampil tampil mesra di hadapan keluarga besar keduanya.
Bersambung...
__ADS_1