
Sonatha kembali ke meja kerjanya, sedangkan Alea terus menggerutu di tempat duduknya karena tidak terima di buat menunggu oleh Andika.
###
"Dasar brengsek, bisa-bisanya laki-laki itu membuatku menunggu? Memangnya dia pikir siapa dirinya? Jika bukan karena perjodohan itu, aku tidak akan membuang-buang waktuku untuk datang ke tempat ini. " Gerutu Alea.
Detik, menit sampai dia jam kemudian berlalu. Andika belum nampak juga batang hidungnya, membuat Alea yang sedari tadi duduk merasakan nyeri pada pinggulnya.
"Dua jam? Apa-apaan laki-laki itu sudah membuatku menunggu disini selama dua jam. " Pekik Alea, untuk kesekian kali menatap jam tangannya.
Kesabarannya yang hanya setipis tissu harus di uji berkali-kali.
Alea yang merasakan nyeri pada pinggulnya karena duduk selama berjam-jam kemudian memutuskan untuk membaringkan tubuhnua di sofa tersebut.
Beruntung sofa itu berukuran panjang dan lebar, sehingga tubuh Alea yang tidak terlalu tinggi dan ramping bisa pas saat berbaring.
"Ah nyamannya. " Gumam Alea tanpa sadar saat bagian belakang tubuhnua menyentuh sofa yang terasa sangat empuk tersebut, hingga beberapa waktu kemudian Alea ketiduran.
###
Andika yang baru saja selesai mengajadiri rapat bersama kliennya, langsung mengendarai mobilnya menuju ke kantor.
__ADS_1
Dua jam yang lalu resepsionisnya memberikan kabar jika ada seorang perempuan yang mengaku sebagai calon istrinya datang dan ingin bertemu.
Andika awalnya kebingungan namun setelah mendengar nama Alea Putri Wicaksono Andika langsung mengerti.
Resepsionisnya tersebut mengatakan calon istrinya tersbut datang untuk membahas sesuatu yang penting dengannya.
Namun, karena rapat dengan kliennya tersebut juga sangat penting bagi Andika, sehingga laki-laki itu lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu lalu menemui calon istrinya tersebut.
Andika saat ini sudah menduga-duga, jika perempuan itu pasti ingin membahas tentang perjodohan mereka dan membujuknya untuk membatalkan perjodohan tersebut.
Tidak sampai 15 menit kemudian, Andika sudah berada di dalam kantornya.
Saat akan memasuki ruangan kerjanya, Andika terperangah melihat seorang perempuan yang sedang tertidur pulas di atas sofa di ruang tunggunya.
"Ssst jangan terlalu berisik, dia sedang tertidur pulas. " Ujar Andika pelan memotong ucapan resepsionisnya sembari mengangkat jari telunjuknya ke arah bibir sebagai isyarat agar resepsionisnya tersebut tidak menimbulkan suara yang keras.
Sonatha kemudian membalas dengan hanya menganggukkan kepalanya, pertama perempuan itu mengerti maksud bosnya.
Andika kemudian melangkag mendekati tubuh Alea. Laki-laki itu berhenti tepat di depan sofa, ia kemudian menarik salah satu kursi lalu mendudukinya sembari menunggu Alea terbangun dan menyadari kehadirannya.
"Dasar perempuan aneh, ada-ada saja tingkah lakunya. " Gumam Andika, memperhatikan wajah Alea yang sedang tertidur.
__ADS_1
Andika tanpa sadar tersenyum memandangi wajah polos Alea yang nampak seperti anak kecil tidak punya dosa saat tertidur pulas seperti itu.
Berbanding terbalik dengan Alea yang jika berada dalam keadaan terbangun, perempuan itu benar-benar membuat Andika takjub dengan kelakuan Alea yang nyeleneh.
"Hmmmhh." Alea bergumam dalam tidurnya, tidak lama kemudian perempuan itu membuka matanya.
Andika nampak terkejut karena tidak menyangka Alea akan bangun secepat itu, apalagi dirinya tenga-teangan tertangkap basah tengah asyik memandangi wajah polos Alea.
Mereka berdua saling bertatapan untuk sesaat.
Hening.
"Heh, kamu sudah bangun! Ngapain kamu tidur di sini? Kamu pikir ini kamar kamu, seenaknya bisa kamu tempati untuk tidur. " Cecar Andika, memecah keheningan.
"Ah, eh kamu sudah datang? Lagian ini juga gara-gara kamu, siapa suruh kamu datang terlambat dan membuatku menunggu selama berjam-jam. " Balas Alea, menyalahkan Andika.
"Memangnya siapa yang menyuruhmu datang kesini dan menungguku?. " Tanya Andika, tatapannya seakan sedang mengejek Alea.
"Kamu sengaja yah membuatku menunggu disini selama berjam-jam? Padahal kamu sudah taukan kalau aku datang? Lagi pula tidak penting siapa yang menyuruhmu untuk datang kesini, ini atas dasar kemauan ku sendiri terserah aku mau kemana saja. " Balas Alea, tidak mau kalah.
"Oh seperti itu, ya sudah pulang saja! Lagi pula aku tidak punya banyak waktu untukmu. " Ujar Andika beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah menuju ke ruang kerjanya di ikuti oleh sekertarisnya yang baru saja tiba.
__ADS_1
Alea sontak panik, ia kemudian langsung terbangun dan mengikuti Andika. Namun, dengan cepat laki-laki itu sudah menghilang masuk ke dalam ruangannya.
Bersambung...