Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 146 : Aku Baik-Baik Saja


__ADS_3

"Biasa saja. " Ujar Alea kemudian.


###


Andika terlihat khawatir dan mencoba untuk kembali bertanya lagi, akan teyali Alea lebih dulu mencegah pertanyaan itu keluar.


"Aku baik-baik aja kok Dika, kamu tenang aja. " Ujar Alea yang membuat Andika seketika terdiam dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


Mereka berkendara dalam diam, tidak ada yang memulai pembicaraan hingga pada akhirnya mobil Andika berbelok ke dalam halaman rumahnya.


"Sudah sampai, ayo turun. " Ajak Andika laki-laki itu melepaskan seatbeltnya lalu membuka pintu mobil.


"Andika... "Panggil Alea menghentikan langkah suaminya yang berniat untuk turun dari mobil itu.


" Ada apa Alea? Kamu butuh sesuatu? . " Tanya Andika penuh perhatian.


Alea menggeleng pelan.


"Lalu?. "Tanya Andika lagi.


"Aku boleh nggak pinjam mobil kamu ini. " Pinta Alea kemudian.


Andika terlihat bingung namun ia tidak ingin terlalu banyak bertanya.


"Boleh dong, pakai aja. "

__ADS_1


"Aku mau pergi ke apartement Sonya. " Lanjut Alea.


Andika tersenyum kecil mendengarnya, ia tahu perempuan itu buru-buru mengucapkan alasannya karena sadar Andika tidak akan bertanya apa alasan Alea ingin meminjam mobil tersebut.


"Iya, tapi jangan pulang terlalu larut jika ada apa-apa langsung telpon aku. " Pesan Andika.


"Makasih Andika. " Ucap Alea tulus.


Andika kemudian memberikan kunci mobilnya pada Alea. Alea menerimanya dengan senang hati laku nerpindah tempat duduk.


"Kamu mau pergi sekarang?. " Tanya Andika yang kini sudah berdiri di luar mobil.


"Iya, aku nggak bakalan pulang terlambat kok tenang aja, nanti pas sampai aku bakalan langsung telpon kamu. " Ujar Alea.


"Ya udah kalau gitu hati-hati. " Balas Andika kemudian. Ia tidak ingin banyak bertanya pada Alea untuk apa perempuan itu pergi menemui teman-temannya, yang paling penting saat ini adalah Alea merasa senang dan tidak tertekan.


Tanpa pikir panjang Alea langsung setuju dan mengemudiakn mobil pinjaman dari suaminya itu dengan kecepatan di atas rata-rata agar dirinya bisa segera sampai.


Beberapa waktu kemudian Alea kini sudah berada di depan pintu apartement sahabatnya itu setelah lama tidak berkumpul akhirnya hari ini mereka bisa bertemu kembali.


###


Kediaman Prasetya.


Andika masuk ke dalam rumahnya setelah memastikan Alea sudah menghilang dari jarak pandangnya, ia langsung di sambut oleh bu Widya yang sedang duduk di ruang tamu bersama pak Prasetya.

__ADS_1


Kedua orang tua Andika itu nampak bingung melihat Andika yang hanya pulang seorang diri.


"Loh katanya mau jemput Alea? Kok pulangnya sendiri? " Tegur bu Widya.


"Eh iya, Alea mana Dika?. " Timpal pak Prasetya.


"Dia pergi ketemu sama teman-temannya ma, pa. " Balas Andika dengan santainya laki-laki itu kemudian ikut duduk di samping orang tuanya.


"Loh kok dibiarin pergi sendirian? Kenapa nggak dianter, takutnya ada apa-apa di jalan, kamu gimana sih Dika. " Omel bu Widya nampak khawatir pada menantunya itu.


"Udah nggak usah terlalu di pikirin, ini yang terbaik buat Alea saat ini, kasian juga kalau waktunya cuman di habiskan di dalam rumah dia pasti masih sedih, semoga dengan beetemunya Alea bersama teman-temannya itu akan mengurangi sedikit rasa sedihnya. " Tutur pak Prasetya.


Andika terlihat mengangguk setuju dengan ucapan papanya barusan.


"Iya ma, tenang aja Alea aman kok lagian dia udah janji bakalan langsung nelpon kalau udah sampai. " Ujar Andika.


Benar saja, sesaat kemudian ponselnya bergetar menandakan ada panggilan yang masuk.


Andika buru-buru mengambil ponsel di saku celananya dan melihat nama pada kontak panggilan.


"Nih, baru aja di omongin. " Gumam Andika, bangkit dari tempat duduknya lalu mengangkat panggilan tersebut.


"Halo, kamu udah sampai?. " Sapa Andika sambil berjalan menuju ke lantai atas.


Orang tua Andika saling bertatapan untuk sesaat, Diam-diam mereka tersenyum melihat perkembangan hubungan anak dan menantunya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2