Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 95 : Cukup Bahagia


__ADS_3

Pandangan Andika seketika menatap wajah Aluna, perempuan yang dahulu sempat di kaguminya itu.


###


Ingatan Andika melayang ke beberapa tahun yang lalu, saat dirinya mengatakan sesuatu pada Aluna.


Flashback on


"Lun, kalau nanti aku nggak nikah di usia akhir 30an, mau nggak kamu nikah sama aku?. " Ujar Andika dengan nada bercanda namun di dalam hatinya waktu itu Andika berharap Aluna akan menjawab "Kenapa tidak sekarang aja. "


Aluna tertawa renyah.


"Itumah ketuaan, bisa-bisa aku jadi perawan tua lagi kalau mesti nungguin kamu, aku bakalan ke luar negeri tau dan bakalan ketemu sama cowok-cowok bule terus ngelahirin anak-anak yang lucu, ogah banget kalau mesti nungguin kamu di akhir 30an, di tahun itu mungkin aku udah ngelahirin 3 anak Dika. " Oceh Aluna tidak terlalu menggubris pernyataan Andika.


"Aku serius Lun, aku kagum banget sama kamu, kamu sendiri gimana ?apa kamu punya perasan yang sama kamu ke aku?. " Tanya Andika, berterus terang tentang perasaannya.


Aluna terdiam untuk sesaat, pandangan mereka bertemu.


"Dik? Ini kamu serius nanyain perasaan aku?." Tanya Aluna.


Andika megangguk.

__ADS_1


"Aku juga kagum sama kamu, tapi sebatas itu aja hehehe. " Ujar Aluna kemudian yang seketika membuat perasaan Andika mencelos.


Hening, suasana menjadi canggung di antara keduanya.


"Ahahahah, aku juga cuman sebatas kagum aja kok sama kamu, aku tadi cuman mau ngetes kamu aja, jangan sampai ada perasaan lebih di antara kita aku yakin di masa depan kita bakalan jadi rekan kerja yang sukses bersama-sama, makanya aku nggak mau kita terlibat dalam perasaan yang membuat kita bimbang kalau ada masalah di dalam bisnis kita kemudian hari. " Oceh Andika panjang lebar mencoba mengalihkan pembicaraan.


Aluna kemudian mengangguk setuju.


"Aku setuju Dik, maka dari itu aku lebih memilih mau nikah sama cowok bule aja di luar negeri nanti, hehehe. "


Flashback off.


Waktu itu Andika benar-benar menaruh hati pada Aluna, namun sayangnya Aluna menganggapnya bercanda sehingga Andika lebih memilih membahas hal lain agar suasana di antara keduanya kembali cair.


Terbukti perempuan itu berhasil menyelesaikan studynya dengan sangat baik lalu kembali ke Indonesia dan melanjutkan bisnis orang tuanya bermitra dengan perusaah Andika.


Andika menghela nafasnya.


"Terkadang apa yang kita pilih belum tentu baik, tapi biasanya pilihan seorang ibu itu tidak pernah salah, Aluna. " Ujar Andika kemudian.


Aluna nampak tetap tidak setuju.

__ADS_1


"Lalu, kamu sendiri gimana? Apa kamu bahagia dengan pernikahan yang saat ini kamu jalani? Kamu bahagia tinggal dan hidup bersama sampai tua dengan perempuan pilihan orang tuamu itu?. " Cecar Aluna.


Andika nampak berpikir untuk sesaat.


"Yup, aku cukup bahagia dengan pernikahanku bersama perempuan itu sekrang. " Balas Andika jujur.


"Cukup, bahkan lebih bahagia. " Batin Andika.


Dirinya dan Alea memang sering kali bertengkar dan berdebat untuk sesuatu yang seharusnya bisa di bicarakan baik-baik, akan tetapi dari pertengkaran itulah yang membuat hari-hati Andika kini lebih berwarna.


Biasanya dalam urusan apapun selama hidupnya, Andika yang selalu mendominasi dan mengendalikan segala sesuatunya, semua orang akan langsung setuju dengan apapun yang keluar dari mulut Andika.


Akan tetapi berbeda dengan Alea, perempuan itu selalu berhasil membantah setiap ucapan yang keluar dari mulut laki-laki itu, sehingga Andika justru lebih sering di kendalikan oleh istrinya tersebut.


Alea bukanlah perempuan yang mudah di atur, bahkan perempuan itu hidup dengan prinsip hidupnya sendiri. Pembangkang, blak-blakan dan tidak mudah di tebak.


Alea bagaikan hadiah yang di kirimkan oleh Tuhan dalam hidup Andika, bagaimana tidak hampir setiap hari ada saja surprise yang Andika dapati pada diri Alea.


Andika juga lebih bisa mengekspresikan dirinya sendiri di hadapan Alea, tidak seperti saat Andika berhadapan dengan perempuan-perempuan lainnya. Andika akan bersikap cool, ramah dan tampak tidak terkalahkan.


Sedangkan, saat berhadapan dengan Alea, Andika bisa marah, kesal, tertawa dan merasakan kekalahan berkali-kali akan tetapi hal itu justru membuat Andika merasa lebih bahagia setelah menikah dengan Alea.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2