Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 140 : Aku Takut Kamu Salah Paham


__ADS_3

"Iya pa, tenang aja Alea janji hubungan kami bakalan langgeng kok. " Ujar perempuan itu pada akhirnya.


###


Pak Putra tersenyum mendengar ucapan Alea barusan, senyumnya nampak sangat bahagia. Alea bisa melihat dengan jelas jika papanya itu nampak sangat senang, sorot matanya seperti ingin mengatakan "Terima kasih karena sudah mau berjanji. "


Alea membalas senyuman tersebut dengan menggenggam tangan papanya yang berada di atas meja, tangan itu terasa dingin. Alea sedikit gelisah, entah mengapa ia merasa hari ini adalah hari terakhirnya akan bertemu dengan papanya itu.


Keduanya akhirnya pulang setelah waktu menunjukkan pukul 7 malam, setelah menikmati ice cream Alea memaksa untuk membeli jagung bakar.


Bukan tanpa alasan Alea melakukan hal tersebut, ia hanya ingin mengulur waktu agar tidak cepat pulang ke rumah suaminya.


Setelah puas menghabiskan seluruh jagung bakarnya Alea mengantarkan pak Putra pulang sebelum dirinya sendiri kembali ke kediaman Prasetya.


Disinilah Alea sekarang, berdiri sambil berdahadap-hadapan dengan Andika yang sudah menunggunya di depan pintu rumah.


Raut wajah Alea ayang tadinya riang gembira kini berubah menjadi masam, ia siap jika harus berdebat dengan Andika sekarang.


Akan tetapi melihat raut wajah Andika yang sama sekali tidak menunjukkan kemarahan, melainkan laki-laki itu nampak khawatir rasa kesal di dalam diri Alea seketika menghilang. Apalagi setelah mengingat janji yang telah di buatnya dengan pak Putra.


"Ayo Alea, kamu harus bersikap baik. " Perintah pikiran Alea.

__ADS_1


"No.. No.. No bersikap biasa saja Alea jangan berlebihan. " Bantah batin Alea.


Alea bimbang harus bersikap seperti apa saat ini. Pikiran dan batinnya bertolak belakang.


"Alea, kamu dari mana saja? Aku udah nungguin kamu dari tadi sore, aku bela-belain pulang lebih cepat tapi kamu nggak ada di kamar. " Tegur Andika, beruntung laki-laki itu segera memulai pembicaraan sehingga Alea tidak perlu berpikir keras harus mengatakan apa.


"Eh aku habis jalan-jalan sama papaku. "


Andika kemudian mengulirkan tangannya.


"Oh ya udah yuk masuk, aku udah siapin makan malam buat kamu. " Ujar Andika yang seketika membuat Alea speechless saat laki-laki itu menarik tangannya dan menuntunnya masuk ke dalam rumah.


"Heh ini nggak ada adegan marah-marahan lagi?. " Batin Alea menggerutu namun ia tidak berani menyerukannya.


Andika menghentikan langkahnya.


"Kamu mau di omelin?. " Tanya Andika, ekspresi wajahnya seperti menahan tawa.


Alea melepaskan pegangan tangan Andika dengan sedikit kasar, lalu memalinfkan wajahnya yang memerah.


"Ishhh kenapa aku harus bertanya seperti itu. " Batin Alea kembali menggerutu.

__ADS_1


"Nggak usah senyum-senyum, nggak usah gandeng-gandeng tangan aku juga, kita bukan mau nyebrang jalan lagian aku punya mata dan kaki sendiri. " Pekik Alea, perempuan itu berjalan lebih dulu menaiki anak tangga tidak menghiraukan Andika yang mulai mengoceh.


"Loh Akea kami nggak mau makan dulu? Aku udah capek-capek loh nyiapin nasi goreng kesukaan kamu? Alea? Kamu masih marah gara-gara kejadian tadi siang?. "Oceh Andika.


Andika kemudian berisinisiatif untuk ikut naik dan segera menarik tangan Alea agar perempuan itu berhenti untuk mendengarnya berbicara.


" Alea plis dong jangan ngambek, aku serius dan beneran nggak bohong, aku juga nggak ngerti kenapa dia mesti nangis dan tiba-tiba aja nyandar di bahu aku, yang kamu liat itu bukan yang sebenarnya Alea, aku nepuk-nepuk dia bukan karena kita saling menunjukkan perasaan tapi karena aku nggak enak diliatin banyak orang. " Jelas Andika.


Alea mengernyitkan alisnya.


"Kenapa nggak langsung di tinggalin aja? Bukannya pergi malah nyaman? Enak di tangisin perempuan cantik?. " Cecar Alea.


Andika segera menggeleng.


"Aku nggak langsung pergi karena situasinya nggak memungkinkan Alea, kamu mau aku kena skandal dan muncul di pemberitaan gara-gara bikin perempuan lain menangis padahal aku sendiri udah punya istri secantik kamu. " Ujar Andika berusaha membuat perasaan Alea luluh dan memaafkannya.


Benar saja, caranya itu berhasil membuat Alea hampir tertawa. Alea bahkan sampai tersipu-sipi mendengar Andika menyebutnya cantik, akan tetapi ia tidak ingin menunjukkan hal tersebut pada Andika.


"hem, terus kenapa kamu akhirnya ninggalin dia dan malah berlari ke arahku? Katanya nggak mau kena skandal?. " Tanya Alea lagi dengan ekpresi datarnya.


"Ya karena aku lebih takut kalau kamu salah paham dan marah sama aku, taunya kamu beneran marah meskipun aku udah coba ngejar kamu. " Oceh Andika, nada suaranya terdengar memelas.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2