
Tidak lupa Andika menghujani wajah Alea dengan kecupan, sebelum dirinya sendiri ikut berbaring.
###
Keesokan paginya Alea terbangun lebih dulu dan menyadari tubuhnya sangat berat di tambah kepalanya terasa sangat pening akibat mengkonsumsi alkohol semalam, namun rasa berat yang Alea rasakan di tubuhnya itu terasa aneh.
"Ini kenapa berat banget, apa aku ketindihan makhluk halus. " Batin Alea, mencoba menggerakkan tubuhnya sedikit demi sedikit namun Alea yang masih dalam keadaan memejamkan matanya itu merasa ada yang aneh karena tubuhnya hanya berat sebelah.
"Kok aneh sih, ini setannya berat banget" Batin Alea.
Sesaat kemudian Alea membuka matanya dan menyadari sesuatu.
"Aaaaaaahhhhhhh." Teriak Alea seketika saat menyadari Andika sedang tertidur pulas di sampingnya dalam keadaan menindih separuh tubuh perempuan itu.
Alea dengan sekuat tenaga mendorong laki-laki itu dan mencoba turun dari tempat tidurnya dengan sempoyongan.
"Apa yang kamu lakukan padaku..... " Sentak Alea, berteriak histeris pada Andika yang sama sekali tidak bergeming di atas tempat tidurnya.
"Eh apa-apaan kenapa kancing bajuku berantakan seperti ini, Aaaaahhhh jangan-jangan laki-laki itu melakukan hal yang tidak senonoh saat aku tertidur tadi malam?bagaimana laki-laki itu bisa masuk ke dalam kamarku? Ah jangan-jangan...... " Alea mulai membayangkan hal-hal kotor dalam pikirannya.
Alea panik sembari berjalan mondar mandir memikirkan apa yang terjadi pada dirinya semalaman.
__ADS_1
Seketika pikiran Alea Samar-samar mengingat saat dirinya bermimpi mencium Andika di tengah-tengah pesta.
"Oh my god? Apa yang sudah kulakukan?." Pekik Alea histeris sambio berlari masuk ke kamar mandi, menyalakan keran air pada wastafel dan membasuh wajahnya berharap agar pikirannya bisa sedikit lebih jernih.
Setelah cukup lama memandangi dirinya di dalam kaca kamar kamar mandi, Alea perlahan mulai mengingat kejadian semalam dimana dirinya bermimpi menarik paksa kepala Andika lalu mencium bibir laki-laki itu dan Alea samar-samar mengingat dirinya benar-benar melakukan hal tersebut.
Bukan hanya di dalam mimpi, tapi kenyataannya memang seperti itu.
"Arrrrghhhh sialan, dasar bodoh kenapa kamu menciumnya Alea!." Alea merutuki kebodohannya sendiri, namun sedetik kemudian pimikirannya berubah.
"Aaahh, sepertinya dia sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan karena semalam aku mabuk, bukannya menghindar dia malah menikmati ciuman itu, Arrrgh Andika sialan, awas saja kamu akan ku berikan pelajaran. " Pekik Alea, dengan cepat keluar dari kamar mandinya lalu melompat ke atas ranjang.
Alea dengan tatapan bengisnya mengambil sebuah bantal lalu memukulkan bantal tersebut pada tubuh Andika yang masih tertidur pulas dengan mulut yang terbuka.
"Ganteng-ganteng tapi kalau tidur ngeces, iuhhhh... " Cibir Alea.
Bruk
Satu pukulan mengenai tubuh Andika yang membuat laki-laki itu sontak terbangun.
"Rasain, dasar kurang ajar, mesum, jahat, nafsuan.... " Alea memukuli Andika dengan bantal secara bertubi-tubi, sementara Andika yang kesadarannya belum sepenuhnya pulih itu hanya bisa pasrah, mengerang kesakitan.
__ADS_1
"Aduh sakit, apa-apaan ini, kenapa kamu pukulin aku, berhenti Alea! Sakit!. " Pekik Andika merintih.
"Kamu yang apa-apaan, kenapa kamu bisa ada di atas kasur ku? Udah gitu ngambil kesempatan dalam kesempitan *****-***** badan aku lagi, nih rasain nih. " Balas Alea, kembali menghujani Andika dengan pukulan, kali ini perempuan itu tidak lagi menggunakan bantal melainkan tangan kosong.
"Alea, itu sakit aduh, udah dong aw ah. " Pekik Andika merasa kesakitan, Laki-laki itu segera mengambi ancang-ancang untuk menghindari serangan Alea selanjutnya dan berhasil. Andika loncat dari atas ranjang dan berlari menjauhi istrinya yang menggila itu.
"Kamu kenapa sih, pagi-pagi udah kayak orang kerasuka setan gitu. " Seru Andika, heran melihat kelakuan Alea.
"Kamu yang kenapa, kamu ngapain ada di kamarku?. " Sentak Alea dengan tatapan marah.
Andika menghela nafasnya lalu dengan santai membuka lemari es dan mengambil air mineral dari dalam sana.
Slurp
"Ah segarnya. " Gumam Andika.
"ANDIKA, AKU TANYA KENAPA KAMU BISA ADA DI DALAM KAMAR AKU?. " Teriak Alea, semakin kesal karena Andika tidak menghiraukan ucapannya.
"Karena aku suamimu Alea. " Balas Andika dengan santainya sembari menyunggingkan senyum jahil di wajahnya yang tampan itu.
Bersambung...
__ADS_1