
"Bodo amat, jadi gimana cara mainnya?. "
###
Alea yang keras kepala tentu saja tidak peduli dengan ocehan Andika.
"Pake jaket ku ini, biar kulit kamu nggak kebakar. " Ujar Andika kemudian, mengambil ancang-ancang untuk melepaskan jaket yang menutupi tubuhnya.
"Nggak perlu, aku nggak takut sama matahari. " Balas Alea, gengsi.
Andika diam-diam mengulum senyumnya, istrinya itu benar-benar keras kepala.
"Ya udah kalau nggak mau. " Balas Andika.
"Udah cepetan dong Andika, ini gimana cara mukul bolanya aku capek nih berdiri disini dari tadi. " Keluh Alea.
"Kamu berdiri disini lah Alea jangan disitu, berdiri di posisiku sekarang ini. " Andika memberikan inteuksi pada Alea, perempuan itupun mengikuti arahan Andika.
Setelah Alea berada di posisi yang benar Andika kemudian berdiri di belakang istrinya itu, lalu dengan perlahan Andika mendekatkan tubuhnya pada Alea, tangan Andika dengan cepat meraih tangan Akea untuk mengajarinya memegang stik golf yang benar.
Deg
Entah mengapa mendapatkan perlakuan seperti itu jantung Alea seketika berdegup sangat kencang.
"Oh ada apa ini?kenapa jantungku dag dig dug serr. " Bantuin Alea panik.
"Ayo dong Alea pegang yang benar, terus pukul bolanya. " Ujar Andika, seketika membuyarkan pikiran Alea barusan.
"Tangannya kayak gini Alea. " Ujar Andika lagi.
"Iya ini udah gitu kok Dika. " Balas perempuan itu.
"Langsung pukul bolanya. "
Bug
__ADS_1
Satu pukulan mengenai bola tersebut dan sayang sekali bolanya terbang jauh di udara dan menghilang entah kemana, melesat dari lubang yang seharusnya di masuki bola tersebut.
"Yah, kejauhan. " Pekik Alea.
"Kamu sih, udah di bilangin cara pegang kamu salah Alea. " Omel Andika.
"Ya udah sekali lagi, ayo. " Pekik Alea mulai antusias.
1 pukulan, 10 pukulan, bahkan hingga puluhan kali pukulan pada bola-bola itu tidak ada satupun yang mengenai target.
Alea mulai lelah di tambah tubuhnya juga sudah berkeringat dan terasa perih. Begitupula dengan Andika, kepayahan mengajari Alea cara memukul bola golf yang benar, namun Alea sama sekali tidak cepat tanggap.
"Aduh aku udah nggak sanggup kamu lanjutin aja sendiri. " Pekik Alea melemparkan stik golfnya sembarangan, Andika yang berada di sampingnya sedari tadi hanya bisa melongo melihat kelakuan Alea yang benar-benar tidak berbakat dalam berolahraga.
"Baru juga gitu, udah nyerah aja. " Cibir Andika.
Alea bersungut-sungut kesal mendengar Andika merendahkannya.
"Au ah aku mau pulang aja kalau gitu. " Balas Alea mulai ngambek.
"Biarin."
"ALEA!. " Tegur Andika.
"ANDIKA." Balas Alea tidak mau kalah.
"Terserah Alea. "
"Andika aku mau pulang sekarang, ayo. " Gerutu Alea.
Andika tidak menghiraukannya dan kembali fokus mengambil ancang-ancang untuk memukul bolanya sendiri ke lubang yang jaraknya hanya sejengkal dari bola tersebut, namun dengan cepat Alea menendang bola tersebut.
Hap
"Ah aduh. " Pekik Alea, naas niatnya ingin menjahili Andika justru kakinya yang masuk ke dalam lubang golf terebut.
__ADS_1
Andika sontak tertawa menyaksikan kejadian barusan. Kulit Alea yang memerah seperti kepiting rebus akibat sinar matahari di tambah ekspresi Alea yang kesakitan, justru membuat Andika geli.
"Rasain, makanya jangan suka usil Alea. " Cibir Andika.
Alea yang berusaha menarik kakinya dari lubang tersebut pun jadi semakin kesal.
"Andika, bukannya di bantuin malah ketawa. " Omel Alea.
"Loh kan, bukan aku yang sengaja masukin kaki kamu kesana, tapi kamu sendiri Alea. " Balas Andika cuek.
"Dasar jahat, ah aw sakit. " Pekik Alea, sesaat kemudian kakinya sudah berhasil keluar meskipun harus dengan susah payah.
Alea kemudian berusaha berdiri sendiri lalu berjalan meninggalkan Andika dengan langkah pincang.
"Dasar jahat, Laki-laki nggak punya perasaan, aku mau pulang aja. " Gerutu Alea.
"Mau aku bantuin nggak?. " Tanya Andika, raut wajahnya nampak geli melihat penampilan Alea saat ini, langkahnya terseok-seok.
"Nggak usah aku bisa sendiri, aku juga bakalan pulang sendiri. " Balas Alea, terus berjalan menjauhi Andika.
Alea Sudah cukup malu karena di perhatikan oleh orang-orang di lapangan itu, ia ingin segera pulang berharap orang-orang itu tidak mengingat wajahnya.
"Rasanya aku ingin menghilang saja dari dunia ini secepat mungkin, mau banget, hiksss. " Alea terus berjalan sembari mulutnya juga terus menggerutu.
"Huhuhu." Desis Alea, merasa sangat malu sekaligus kesakitan pada telapak kakinya.
Hingga sesaat kemudian Alea merasakan seseorang menarik tubuhnya, lalu dengan cepat tubuhnya di angkat paksa ke atas bahu orang itu.
"E eh apa-apaan. " Pekik Alea panik sekaligus kaget.
"Biar aku gendong. " Ujar Andika yang ternyata sedari tadi mengikuti langkah Alea.
"Andika, ih apa-apaan sih! Ini mah namanya bukan di gendong tapi kamu kayak ngangkat beras tau nggak!. " Omel Alea tidak Terima tubuhnya yang berharga di perlakukan seperti karung berisi beras yang di angkat secara sembarangan.
"Udah diam aja. " Sentak Andika.
__ADS_1
Bersambung..