Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 40 : Singapore


__ADS_3

Andika tanpa sadar tersenyum memperhatikan wajah polos Alea yang sedang tertidur pulas.


###


Andika melangkah dengan pelan ke arah tempat Alea sedang tertidur, laki-laki itu berniat untuk membangunkannya.


"Alea... " Panggil Andika, mencoba membangunkan istrinya itu.


"Alea, ayo bangun matahari sudah terang. " Ujar Andika sembari menggoyangkan kaki Alea.


"Ah, nanti sa ja... " Gumam Alea masih dalam keadaan tertidur.


Andika tidak menyerah.


"Ini sudah hampir pukul 10, kalau kamu masih ingin tetap tidur tinggallah disini sendirian. " Ujar Andika, mendengar hal itu Alea langsung membuka matanya.


"Jam 10?." Pekik Alea. Ia menyangka jika hari masih gelap, mengingat dirinya hanya tidur beberapa jam saja.


"Hm bangunlah cepat dan pergi bersihkan dirimu yang berantakan itu, sebentar lagi jam penerbangan kita, jangan sampai kita ketinggalan pesawat. " Tutur Andika.


Alea melihat ke arah jam menyadari waktunya tidak akan cukup untuk berdandan segera beranjak masuk ke dalam kamar mandi meskipun langkahnya gontai karena masih dalam keadaan mengantuk.


Langkah Alea seperti mayat hidup, Andika yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Setengah jam lagi kita sudah harus ada di Bandara Alea, cepatlah bergegas. " Ujar Andika.


Mendengar hal itu mata Alea langsung terbelalak.


"What? Setengah jam?. " Pekik Alea, merasa waktu yang di berikan Andika tidak akan cukup untuk dirinya bersiap-siap.


Alea yang sedang berusaha mengumpulkan kesadarannya baru menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Ke bandara? Untuk apa?. " Gumam Alea, ia kemudian membasuh wajahnya, lalu menyikat giginya.


Setengah jam tidak akan cukup, Alea memutuskan untuk tidak mandi pagi ini.


"Kita ke bandara untuk apa?. " Tanya Alea lagi setelah keluar dari dalam kamar mandi.


"Untuk memperkuat alasan kita!. " Balas Andika, cuek. Pergi ke luar negeri selama beberapa hari setelah menikah memang sudah menjadi rencananya sejak awal.


"Hah alasan? Maksudmu kita kesana untuk berbulan madu sebagai pengantin baru?. " Tebak Alea.


Andika mengangguk.


"Yup, telat sekali ternyata otakmu pintar juga. " Puji Andika dengan nada mengejek.


"Cih." Alea berdecak kesal.


"Jangan terlalu percaya diri, kita kesana hanya untuk formalitas, jangan terlalu berharap sesuatu yang berlebihan. " Ujar Andika, sinis.


"Heh? Memangnya siapa juga yang mengharapkan sesuatu yang lebih darimu? Memangnya kita akan kemana?. " Balas Alea.


"Hah? Singapore?. " Tanya Alea memastikan pendengarannya.


"Yup."


Ting.. Tong..


Belum selesai keterkejutannya, perhatian pasangan pengantin baru itu kini teralihkan.


Bel kamar mereka berbunyi, menandakan ada seseorang di depan pintu kamar.


Andika dengan cepat membuka pintu.

__ADS_1


"Pakaian untuk Alea Putri Wicaksono... " Ujar suara seseorang yang nampaknya resepsionsis di hotel tempat mereka tinggal.


"Iya disini, Terima kasih. " Andika menerima pakaian tersebut lalu melemparkannya secara sembarangan kepada Alea.


"Isssh apa-apaan sih, sangat tidak sopan! Kamu kan bisa kasih aku secara baik-baik, tidak usah di lempar seperti tadi. " Omel Alea, menatap kesal ke arah Andika.


Andika hanya mengangkat bahunya seolah-olah tidak tahu apa-apa.


"Dasar laki-laki jahat. " Umpat Alea.


Andika terkekeh mendengar umpatan itu.


Entah sudah berapa kali dirinya menerima umpatan dari Alea dan sudah berapa banyak panggilan yang perempuan itu sematkan untuknya.


Bukannya merasa marah ataupun kesal, Andika justru merasa senang dan terhibur dengan keberadaan Alea yang sepertinya akan membuat hari-harinya ke depan lebih berwarna.


Brak


Pintu kamar mandi di tutup dengan cukup keras.


Alea kembali masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Sementara Andika duduk santai menikmati kopinya karena lebih dahulu bersiap-siap .


20 menit kemudian mereka berdua sudah berada di bandara, menunggu jadwal keberangkatan pesawat.


Beruntung mereka tidak menunggu terlalu lama. Panggilan untuk boarding atau memasuki pesawat sudah terdengar.


###


Penerbangan menuju ke Singapore dari Indonesia memakan waktu 1 jam 30 menit. Dan kini sudah hampir satu jam pasangan pengantin baru itu duduk di atas pesawat yang sedang mengudara.


Alea nampak krasak krusuk sedari tadi di tempat duduknya, menimbulkan ketidaknyamanan pada diri Andika yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa seperti ulat bulu yang sedang akan bermetamorfosis seperti itu?. " Tegur Andika.


Bersambung...


__ADS_2