Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 118 : Bikin Anak


__ADS_3

"Ah iya juga yah. " Ujar Andika pelan.


###


Setelah masalah tentang video yang beredar adanya Akea dan Marvel itu selesai, kini keluarga besar Andika dan Alea kembali mengadakan acara keluarga dengan makan malam bersama.


Kedua keluarga itupun akhirnya bisa bernafas lega, setelah Daniel mempertahlnggung jawabkan kesalahannya.


Meskipun masalah video tersebut akhirnya selesai, akan tetapi sepertinya masalah baru kembali muncul. Orang tua Akea dan orang tua Andika kembali menanyakan sesuatu yang seketika membuat Alea panik sekaligus gelisah.


"Gimana Akea? Kamu udah isi belum?. " Tanya bu Dewi dengan tatapan jahil menatap ke arah Alea dan Andika bergantian.


"Ahahaahah, ini juga kita lagi usahain kok ma, tenang aja iyakan sayang?. " Balas Livia sembari memberikan kode pada suaminya itu untuk mendukung ucapannya.


"Eh iya ma tenang aja, kami tiap malam juga udah coba kok. " Balas Andika asal.


Mendengar hal itu pipi Alea sontak memerah dan menatap galak ke arah Andika.


Acara makan malam bersama itu hanya membahas seputar kehamilan Alea saja, bu Widia juga kembali membahas tentang kamu yang pernah perempuan setengah baya itu sarankan untuk Alea minum.


"Betul itu kata ibu mertuamu Alea, kamu juga harus minum jamu, siapa tau dengan begitu makanan bisa cepat dapat momongan nya. " Ujar bu Dewi lagi.


Alea hanya tersenyum canggung, beruntung Andika segera mengajaknys untuk masuk ke dalam kamar. Sehingga Alea bisa bernafas sedikit lega.


"Ah aduh rasanya urat-uratku ikut tenmgang mendengar pertanyaan-pertanyaan yang menakutkan itu. " Gumam Alea, sembari memijat oelan belakang lehernya.


Andika menutup pintu dan menguncinya dari dalam, lalu menarik tangan istrinya itu duduk di pinggir ranjang.


"Alea, kamu nggak kepikiran buat bikin anak? Biar orang tua kita berhenti nanyain itu terus. " Ujar Andika, nada suaranya terdengar serius.


Alea mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


"Bikin anak? Issshh dasar mesum!. " Balas Alea beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Beberapa waktu kemudian mereka berdua bersiap untuk tertidur. Keduanya kini sudah berbaring di atas ranjang, akan tetapi sepertinya mata merekan sulit untuk terpejam.


"Alea... " Panggil Andika.


"Hmmm."


"Kamu beneran nggak kepikiran?. "


"Kepikiran apa?. "


"Yah biar kita nggak terus-terussan di tanya kapan punya anak?. " Lanjut Andika.


Ales menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Nggak!. " Balas Alea, tegas.


"Aku bilang nggak yah nggak Andika, aku nggak mau ada anak di dalam hubungan kita!. " Balas Alea.


Andika seketika terbangun dan menegakkan tubuhnya lalu menarik selimut yang menutupi tubuh Alea dengan kesal.


"Kenapa kamu nggak pengen punya anak di dalam hubungan kita? Oh atau kamu nggak mau kalau si Marvel itu cemburu? Kamu mau bikin anak sama dia? Iya?. " Cecar Andika yang seketika menbuat Alea ikut kesal.


"Andika! Apa-apa sih, kenapa malah bawa-bawa nama Marvel?. " Sinis Alea.


"Yah siapa tau aja kalau nanti kita udah cerai kamu mau nikah sama Marvel dan.... "


Andika tidak melanjutkan kata-katanya.


"Dan apa?. "

__ADS_1


"dan bikin anak.... "


"Issshh dasar gila, pikiran kamu itu suka ke mana-mana, udah aha aku mau tidur. " Pekik Alea.


"Ya udah kalau gitu kamu bikin anaknya sama aku aja Alea, aku jamin anak kita bakalan hidup dengan baik dan nggak bakalan kekurangan apapun meskipun kita cerai nantinya, aku juga bakalan nambahin nominal kompensasi yang bakakalan kamu dapatin setelah kita cerai nanti kalau kita punya anak? Gimana?. " Tawar Andika.


Alea memutar bola matanya dengan malas lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Jangan mimpi sebelum tidur Andika!. " Balas Alea.


"Alea plis, ayo kita bikin anak. " Rengek Andika sembari menari-narik selimut yang menutupi tubuh istrinya itu.


"Andika berhenti!. "


"Nggak, sampai kamu setuju kita bikin anak!. " Balas Andika, seperti anak kecil yang meminta potongan coklat pada ibunya.


"Artrghhh ANDIKA PRASETYA BERHENTI NGGAK?. " teriak Alea yang membuat Andika sontak menghentikan aktivitasnya.


"Alea... "


"Andika sekarang tidur!. " Perintah Alea yang seketika di turuti oleh Andika. Laki-laki itu sepertinya terkejut mendengar Alea berteriak padanya.


Hening.


Tidak lama kemudian Alea akhirnya benar-benar tertidur pulas, sementara Andika yang kesulitan memejamkan katanya oselahan-lahan meraih tubuh istrinya itu.


"Selamat tidur, istriku. "


Cup


Satu kecupan mesra mendarat di bibir mungil Alea, tanpa perempuan itu sadari.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2