
"Alea, kamu belum jawab pertanyaanku tadi, kenapa kamu bisa sampai kesini dengan laki-laki itu?. " Cecar Andika lagi.
###
"Kenapa memangnya kamu cemburu ngeliat aku datang kesini sama Marvel?. " Alea bertanya balik.
Andika sontak memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Nggak lah, ngapain aku cemburu, aku cuman kesal karena kamu pergi tanpa kasih tau aku tujuan kamu kemana, tau-tau kamu sudah ada di tempat tadi. " Omel Andika.
"Oh Andika, bisakah mengomelnya di tunda dulu dan dilanjutkan besok saja? Aku sungguh membutuhkan pakaian ganti malam ini. " Tutur Alea, matanya mengerjap berkali-kali menatap ke arah suaminya itu.
"Besok saja!. " Tegas Andika.
"Tidak mau, aku maunya sekarang. " Balas Alea, memaksa.
"Ini sudah malam, kenapa tidak kau bilang sedari tadi?. " Ujar Andika, kembali kesal dengan tingkah Alea.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau aku akan meminta Marvel saja yang mengantarku, kamu tinggal saja disini sendirian, padahal aku sudah bilang kamu tidak usah repot-repot datang kesini mengganggu kesenangan orang lain saja. " Balas Alea, dengan percaya diri kemudian melangkah ke arah pintu namun segera di tahan oleh Andika.
Andika menghela nafasnya, berat.
"Ya sudah ayo, ayo aku temani. " Ujar Andika, kembali mengalah.
Alea sumringah, tersenyum puas karena hari ini berhasil membuat Andika menuruti keinginannya.
__ADS_1
"Lets go...... " Pekik Alea.
###
1 jam kemudian, mereka berdua kini sudah berada di salah satu pasar malam yang berada tidak jauh dari hotel. Ternyata bukan hanya di Indonesia saja yang punya pasar malam, Singpura juga.
Ada berbagai macam pernak pernik yang di jajakan di pasar itu, bahkan berbagai hidangan makanan dari Indonesia juga banyak di jual disana. Ternyata sebagian penjualnya juga ada orang Indonesia.
"Ayo Dik, kita pulang. " Ujar Alea, merangkul tangan suaminya setelah membeli pakaian ganti. Alea menenteng dua kantung paper bag di tangan kirinya.
"Kamu membeli dua kantung pakaian? Yang satunya untuk siapa?. " Tanya Andika penasaran, berharap yang kantung yang satu itu untuk dirinya.
Alea terkekeh pelan, kemudian dengan ekspresi senang menjawab.
"Oh yang satu ini untuk Marvel, tadi bajunya tidak sengaja terkena tumpahan eskrim ku, kasian dia tidak punya pakaian ganti, pasti tidak nyaman menggunakan pakaian kotor untuk tidur. " Jelas Alea.
"Oh." Ujar Andika.
"Ih Andika, tunggu aku dong, kamu nggak takut istri kamu yang cantik ini di culik?. " Pekik Alea.
"Bodo amat Alea. " Balas Andika, tidak menghiraukan ocehan Alea yang mencoba menyamai langkahnya. Namun kaki Andika terlalu panjang di banding kaki Alea yang mungil.
Lagi pula pasar itu dengan hotel tempat mereka menginap hanya berjarak 10 menitan dengan berjalan kaki.
Bahkan keramaian di pasar itu bisa di lihat dengan jelas dari kejauhan, tidak mungkin Alea akan tersesat atapun di culik.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian keduanya sudah kembali ke kamar hotel 212.
Andika langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Alea yang masuk ke kamar belakangan karena harus memberikan Marvel pakaian ganti sebelum kembali masuk ke kamar 212 dengan menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil yang tidak kebagian THR di hari lebaran.
"Dasar laki-laki jahat, bagaimana bisa dia membiarkaan istrinya berjalan sendirian di malam hari. " Omel Alea.
Wush
Terdengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi.
Alea mengerucutkan bibirnya.
"Aku hanya berbicara sendirian seperti orang gila. " Lirih Alea, menyadari omelannya tidak akan di dengar Andika.
Alea kemudian berjalan ke arah jendela, langit malam mengalihkan perhatiannya.
Selama berada di Singapura, Alea merasa cuaca di langit selalu cerah. Bintang dan bulan nampak menghiasi langit yang terang bahkan di malam hari.
"Wuah cantiknya. " Puji Alea saat melihat bulan yang berbentuk bulat sempurna bersinar begitu terang.
Tidak sia-sia perjalanan yang di tempuhnya ke tempat ini. Meskipun hotelnya nampak biasa namun pemandangan di sekitar hotel mampu memanjakan mata siapa saja.
Alea berangsur-angsur melupakan kekesalannya.
Lampu-lampu dari pasar malam yang nampak jelas dari jendela kamar hotel Alea bisa di nikmati dengan mata telanjang.
__ADS_1
"Wuah, rasanya aku ingin tinggal disini saja selamanya. " Pekik Alea, takjub.
Bersambung...