
Kali ini Alea benar-benar marah pada Andika yang sedari tadi tidak mau peduli dengan siatuasinya.
###
"Kamu kenapa sih sensitif banget, kamu lagi menstruasi?. " Cibir Andika dengan nada bercanda.
Alea semakin kesal mendengar ucapan Andika yang terkesan mempernainkannya.
"Kamu tahu nggak perempuan-perempuan di dalam sana ngeliat remeh aku? Mereka bandingin aku sama kamu, mereka bilang aku nggak cocok sama kamu? Memangnya mereka pikir aku mau gitu di jodohin sama orang kayak kamu!. " Sentak Alea, menatap tajam Andika.
"Alea cukup yah!. " Bentak Andika.
Alea menggelengkan kepalanya.
"Cukup?aku nggak bakalan berhenti sampai semua kekesalan di dalam diri aku keluar semuanya, di tambah lagi Aluna, dengan bangganya kamu kenalin dia ke rekan-rekan bisnis kamu sementara aku yang nyempetin waktu buat nemenin kamu datang kesini malah kamu tinggal sendirian sekalinya kamu ajak duduk bareng, kamu tetap lebih fokus ngobrol sama Aluna, kenapa kamu perlakuin aku kayak gitu? kamu suka sama dia? Iya?. " Cecar Alea.
Perasaan Alea saat ini benar-benar tidak baik-baik saja, bukannya membawa Alea untuk meninggalkan tempat tersebut Andika justru lebih memilih perdebatan mereka di dengarkan oleh orang lain.
__ADS_1
Beberapa pasang mata sudah sedari tadi memperhatikan pertengkaran Alea dan Andika.
"Kalau iya memangnya kenapa? Ada masalah sama kamu? Aku nggak maksa kamu buat datang dan temenin aku ke tempat ini Alea, kamu sendiri yang nawarin diri kamu buat ikut! Ingat itu. " Sentak Andika.
Seketika perasaan Alea sontak mencelos. Tubuhnya bergetar hebat menahan amarah.
"Nggak ada masalah, bagus deh kalau kayak gitu artinya kamu udah nemuin orang yang memang lebih cocok buat jadi psangan hidupmu, kalau gitu kita selesaiin aja pernikahan kita sekarang. " Tutur Alea mencoba terlihat tetap tenang, meskipun di dalam dadanya saat ini sangat ingin mengumpat dan mencabik-cabik wajah tampan Andika.
"Heh? Kamu sedang cemburu?. " Cecar Andika, tatapannya seolah sedang mengejek Alea.
"Cemburu? Apakah matahari sudah tidak berputar pada porosnya sehingga aku harus cemburu sama orang-orang seperti kalian?najis! . " Balas Alea, dengan nada tinggi.
"Aku bisa melihat dengan jelas dari matamu Alea, kamu sedang cemburu saat ini, kenapa? Kamu mau kita terlihat mesra di hadapan Aluna? Bagaimana kalau kita memulainya dengan berciuman di tempat ini, aku yakin semua orang akan berpusat pada kita dan kamu akan sukses membuat Aluna juga cemburu. " Oceh Andika dengan percaya diri.
Seolah-olah laki-laki itu saat ini sedang di perebutkan oleh dua orang perempuan.
Alea mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
"Atau kita bisa memesan hotel terdekat, kita bisa mengundang Aluna datang kesana lalu kita akan berpura-pura lupa untuk mengunci pintu kamar hotel dan saat kita sudah tidak memakai pakaian sehalaipun, Aluna datang dan melihat kita sedang bercumbu di atas ranjang, aku bakalan kasih kamu uang yang lebih banyak kalau kamu mau. " Andika kembali mengoceh, membuat Alea kehilangan kesabarannya.
Plak
Plak
Dua tamparan mengenai pipi Andika. Alea memberinya tamparan yang cukup keras.
"Kurang ajar! Sialan! Brengsek! Mati saja sana! Kamu pikir aku perempuan seperti apa? Ingat yah kita menikah karena terpaksa bukan semata-mata karena aku cuman mau uangmu, kamu juga punya kelemahan Andika Prasetya! SIALAN. " Caci maki dan segala macam umpatan akhirnya kuar dari mulut Alea dengan bebasnya.
Andika sontak tercengang, baru menyadari kata-katanya tadi memang sangat berlebihan.
"Bukannya kamu dan teman-temanmu itu suka pergi ke tempat hiburan malam untuk mencari uang tambahan dari laki-laki kaya seperti aku?. " Cibir Andika.
Alea semakin histeris, tidak terima dirinya di rendahkan oleh suaminya sendiri. Alea bahkan sudah tidak bisa mengeluarkan sepatah kata dari bibirnya. Tubuhnya semakin bergetar hebat. Sepertinya sebentar lagi air matanya akan jatuh.
Dengan cepat Alea mengalihkan pandangannya ke tempat lain, mendongakkan sedikit kepalanya agar air matanya yang hampir jatuh itu kembali masuk.
__ADS_1
Gengsinya terlalu besar jika harus menangis di depan laki-laki brengsek seperti Andika.
Bersambung....