
Alea membalasnya dengan ber 'oh ria', lalu kembali fokus memilih tontonan pada layar berukuran kecil yang ada di hadapannya.
###
"Kamu bisa diam nggak sih Alea!. " Pekik Andika, meskipun suaranya tidak terlalu besar namun, cukup berhasil untuk membuat orang-orang yang berada di dekatnya mendengar perdebatan pasangan pengantin baru itu.
"Nggak bisa, lagian kenapa sih ribet banget tinggal tidur aja apa susahnya sih? nggak usah peduliin aku. " Balas Alea, sengit.
Andika menghela nafasnya.
Sementara Alea kembali krasak krusuk di tempat duduknya.
Andika kemudian mencoba untuk menutup matanya kembali. perjalanan di atas pesawat masih panjang tentunya.
"Alea, kamu bisa diam tidak? Duduk tenang di kursimu dan jangan menggangguku. " Perintah Andika lagi, merasa tidak nyaman dengan kelakuan Alea yang selalu saja tidak bisa diam di atas penerbangan.
"Aku sedang bermain game Andika, memangnya kamu pernah liat orang yang bermain game tanpa bergerak?. " Balas Alea, tangannya kembali asyik menekan-nekan layar yang ada di hadapannya.
Andika melirik sekilas dan melihat game yang dimainkan Alea adalah game untuk mengumpulkan harta karun yang nantinya bisa di gunakan untuk membeli sesuatu dari dalam game tersebut. Sesaat kemudian, Andika menggelengkan kepalanya.
"Dasar kekanak-kanakan. " Sindir Andika.
"Bodo amat. " Balas Alea nampak tidak peduli dengan pandangan Andika terhadap dirinya.
Keduanya terus-terussan berdebat, hingga tidak terasa waktu dua jam berada di atas pesawat yang mengudara sebentar lagi akan landing.
Andika jelas tidak memiliki waktu untuk sekedar memejamkan matanya, karena Alea yang berisik benar-benar mengganggunya. Andika heran l, entah dari mana istrinya itu memiliki tenaga yang tidak ada habisnya.
Selama perjalanan di atas pesawat Alea sama sekali tidak pernah menyandarkan tubuhnya ke kursinya. Tangan dan kakinya asyik bergerak dan sesekali cekikikan saat game mengumpulkan harta karusnnya berhasil.
__ADS_1
###
Di kursi belakang Andika dan Alea, nampak Aluna sedang memejamkan matanya, namun sebenarnya sedari tadi ia diam-diam mendengarkan perdebatan dua orang penumpang di hadapannya.
Ada rasa kecewa di dalam dadanya yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.
"Sayang sekali, Andika sudah menikah. " Gumam batinnya.
Aluna sempat berharap bisa memiliki Andika seutuhnya, namun sepertinya harapan itu harus pupus.
Padahal Aluna sudah berencana untuk mengatur skenario agar bisa membuatnya lebih dekat dengan Andika, Aluna selalu bermimpi suatu hari nanti dirinya bisa hidup bersama dengan Andika.
Bukan hanya sekedar rekan bisnis biasa, lebih dari itu. Aluna ingin Andika menjadi suaminya.
###
Andika sempat meminta Aluna untuk ikut pulang bersamanya dan Alea menggunakan mobil jemputan itu. Namun Aluna menolaknya dengan tegas dan langsung memanggil taxi.
"Hati-hati ya Luna. " Ujar Andika.
"Yeah, thank you bye yah Dika, Alea. " Balas Alea sambil melambaikan tangannya.
Andika balas melambai, sedangkan Alea hanya diam mematung melihat ke arah lain. Tidak peduli dengan perempuan bernama Aluna itu. Aplagai saat ini dirinya sudah mulai merasakan kantuk.
"Hoooaaaammm." Alea menguap untuk yang kesekian kalinya, kantukbenar-benar sudah mulai menyerangnya.
Andika nampak risih melihat Alea yang menguap dengan mulut yang terbuka sangat lebar.
"Heh, kamu kalau menguap gitu mulutnya di tutup, entar kalau ada lalat yang masuk ke mulut kamu gimana?. " Tegur Andika.
__ADS_1
"Yah ku kunyah terlebih dahulu terus ku telan lah, ribet banget sih. " Balas Alea dengan santainya.
"Dih, menjijikkan!. " Cibir Andika.
Pip
Pip
Suara klakson mobil berbunyi keras, mengalihkan pandangan Andika dan Alea. Mobil jemputan mereka akhirnya tiba.
"Hoaaammmkssss ah akhirnya datang juga tuh jemputan. " Gumam Alea.
"Mulutnyakalau nguap di kontrol Alea, kamu nggak malu diliatin banyak orang. " tegur Andika lagi.
"Bodo amat, aku ngantuk dan mau langsung tidur. " Ujar Alea kemudian berlalu, berjalan ke arah mobil tanpa menghiraukan Andika yang bersiap akan mengomelinya lagi.
"Heh tunggu, aku belum selesai bicara Alea!. " Sentak Andika sembari mengikuti langkah istrinya.
"Bicaranya nanti aja Dika, kalau udah sampai rumah, aku capek banget sekarang. " Balas Alea terus berjalan.
"Nona Alea, Tuan Andika ayo saya antar pulang. " sapa sopir pribadi keluarga Andika yang kini sudah menunggu di luar mobil.
"Pak, tolong taruh koper saya ke belakang yah, saya ngantuk banget soalnya. " Pinta Alea sesampainya di hadapan supir Andika.
Supir itupun skeketika mengangguk dan dengan cepat mengambil alih koper Alea, begitupun dengan koper yang Andika tenteng.
Alea dan Andika kemudian masuk ke dalam mobil, mereka duduk berdampingan di kursi penumpang.
Bersambung....
__ADS_1