Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 53 : Perkenalkan Aku Marvel


__ADS_3

"Maaf sedari tadi aku memperhatikanmu dan mendengar ocehanmu, jadi aku pikir kamu sepertinya butuh bantuan?. " Ujar laki-laki itu, sopan dan ramah.


###


"Ah hahahah, aku tidak apa-apa. " Balas Alea, canggung.


Laki-laki itu kini sudah berada persis di hadapan Alea.


"Perkenalkan aku Marvel... " Ujar laki-laki itu lagi, menjulurkan telapak tangannya.


Alea sedikit heran sekaligus was-was kepada laki-laki yang tidak di kenalinya itu, namun demi kesopanan ia kemudian menjabat tangan laki-laki bernama Marvel tersebut.


"Alea Putri. " Balas Alea.


"Kamu sedang apa disini?. " Tanya Marvel.


"Aku liburan, kamu sendiri?. " Alea bertanya balik.


"Ah aku sebenarnya juga sedang liburan, namun hari ini aku baru selesai menghadiri pertemuan yang tidak terlalu penting. " Balas Marvin, laki-laki itu nampak sangat santai dan terbuka.


Alea mengangguk meskipun tidak mengerti dengan apa yang Marvel ucapkan barusan. Namun, ia hanya ingin bersikap sopan kepada laki-laki itu.


"Apakah aku boleh duduk di bangku dekatmu?. " Ujar laki-laki itu lagi.


"Tentu saja, silahkan duduklah. " Ujar Alea mempersilahkan laki-laki itu.


Bangku yang di duduki Alea memang agak panjang, bahkan bisa menampung 5 orang dewasa jika saling berhimpitan.


Marvin duduk di samping Alea lalu kembali berasa basi.


"Apa pekerjaanmu?. " Tanya laki-laki itu, membuka pembicaraan lagi.

__ADS_1


"Aku dosen. " Balas Alea.


"Wah keren sekali, kamu pasti populee di kalangan mahasiswa mulai. " Puji Marvel.


Alea tersenyum mendengarnya, nampaknya Marvel adalah orang yang asyik untuk di ajak mengobrol.


"Ahahaha baru kali ini ada orang yang mengatakan seperti itu, biasanya orang-orang tidak akan percaya jika aku adalah seorang dosen." Ujar Alea, tersipu.


"Menurutku, setiap orang bisa jadi apa saja. " Ujar Marvel.


Ucapan tersebut membuat Alea merasa Marvel adalah orang yang berpikiran terbuka dan tidak mudah menghakimi orang lain, hanya dengan melihat penampilannya saja.


"Kamu sendiri kerja apa?. " Tanya Alea, kemudian.


"Biasa saja, aku bekerja di salah satu perusahaan di Indonesia. " Balas Marvel, nampak tidak ingin menyebutkan nama tempat kerjanya.


Alea mengangguk, tidak terlalu peduli. Lagi pula mereka tidak akan terus-terussan bertemu. Wajar saja jika laki-laki itu tidak menyebutkan nama perusahaan tempatnya bekerja.


Suara perut Alea kembali berbunyi.


"Ekhem uhuk, uhuk." Alea berdehem untuk mengalihkan suasana, ia tidak ingini Marvel mendengar suara perutnya tadi.


"Kamu sudah makan siang?. " Tanya laki-laki itu tiba-tiba saja. Alea sontak menengok untuk memastikan sesuatu.


"Kamu mendengar suara perutku?. " Tanya Alea.


Marvel menggeleng.


"Suara apa? Aku tidak mendengar apapun. " Ujar laki-laki itu. Namn diam-diam laki-laki itu mengulum senyumnya.


"Oh." Ales membentuk mulutnya seperti huruf O.

__ADS_1


"Syukurlah." Batin Alea. Ia akan merasa sangat malu jika Marvel mendengar suara cacing-cacing di perutnya yang meminta untuk segera di beri makan.


"hmm aku lapar, ayo makan siang dulu di seberang jalan sana. " Ajak Marvel kemudian menunjuk sebuah restoran di seberang jalan.


"Hah?. " Alea sedikit terkejut mendengar ajakan yang tiba-tiba itu.


"Temani aku makan. " Ujar Marvel lagi.


"Tapi, aku...." Alea ingin mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki uang yang cukup untuk makan di restoran yang sepertinya mahal itu.


" Aku yang traktir, tenang saja, ayo. " Ujar laki-laki itu.


Tanoa pikir panjang Alea segera mengangguk, tidak peduli laki-laki yang baru di kenalnya itu orang yang seperti apa, yang terpenting saat ini perutnya segera terisi.


"Baiklah, kalau kamu memaksaku. " Ujar Alea, kemudian.


"Let's go. " Pekik Marvel, antusias.


Mereka berdua kemudian menyebrangi jalan dan masuk ke restoran tersebut, setelah memesan makanan keduanya kembali asyik mengobrol hingga betukar kontak WA.


"Nanti kalau udah di jakarta lagi aku akan menghubungimu terlebih dahulu, barangkali kita bisa makan bareng atau hang out? . " Ujar laki-laki itu.


Alea mengangguk antusias.


"Tentu saja, oh iya terima kasih untuk makan siangnya, lain kali aku yang akan mentraktirmu. " Balas Alea.


"Sungguh?. "


"Tentu saja, uangku banyak tau!. " Ujar Alea.


Marvel sontak tertawa mendengarnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2