Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 84 : Pertanyaan Mematikan


__ADS_3

"Aduh mama jadi malu, mama pikir kamu nggak tau padahal mama udah nyoba nutupin loh. " Jelas Bu widia tersipu.


###


Tidak berselang lama, makanan yang di buat pelayan akhirnya datang juga. Nasi goreng dengan irisan timun yang banyak.


Alea menyantap makanannya dengan sangat lahap. Masakan di rumah mertuanya tidak kalah dengan masakan-masakan mahal restoran mewah di luar sana.


Bu Widiapun dengan setia menemani menantunya sampai selesai makan. Padahal Alea sudah memintanya untuk beristirahat. Namun, mertuanya itu tetap kekeh ingin menemani Alea makan.


"Alea.. " Panggil Bu Widia.


Perempuan paruh baya itu dengan cepat sudah mengambil kursi dan duduk di samping Alea yang baru saja menyelesaikan makanannya.


Alea nampak heran dengan tingkah laku aneh mertuanya itu.


"Ada apa ma?. " Tanya Alea kemudian.


Bu Widia nampak tersipu-sipu malu.


"Mmmm mama mau nanya sesuatu sama kamu. " Ujar Bu Widia.


"Tanya aja, ada apa emangnya? . " Balas Alea.


Alea semakin keheranan dengan sikap mertuanya yang tidak biasa itu, entah apa yang ingin ia tanyakan, meskipun nampak tidak terlalu peduli sebenarnya Alea juga sedikit penasaran.

__ADS_1


"Kamu udah ada tanda-tanda isi belum?. " Tanya Bu Widia lagi yang seketika membuat Alea terperanjat


"Hah berisi?. "


Bu Widia mengerjap-ngerjapkan matanya lalu mengangguk.


"Baby Alea!kamu udah ngerasa ada baby nggak di dalam perut kamu. " Lanjut Bu Widia.


Alea merasa sedikit shock dengan pertanyaan mertuanya yang tiba-tiba itu namun mencoba tetap terlihat tenang. Pernikahannya dengan Andika saja belum berumur 2 minggu bagaimana bisa Alea hamil dalam waktu sesingkat itu.


Kecuali jika Alea dan Andika melakukan hubungan suami istri sebelum pernikahan bisa jadi perut Alea sudah di isi oleh seorang bayi.


Lah, ini? Boro-boro berisi selama hampir dua minggu pernikahannya saja, Alea dan Andika selalu tidur dalam ke adaan saling membelakangi bahkan sekali-kali tidur terpisah.


"Ya ampun mama ada-ada aja deh, Alea sama Andika kan nikahnya belum cukup 2 minggu ma, gimana bisa hamil dalam waktu sesingkat itu." Balas Alea, berusaha berbicara sesantai mungkin.


"Oh iya juga yah, hahahah. " Ujar Bu Widia sepertinya baru menyadari betapa konyol pertanyaannya sendiri.


"Hehehe." Alea menanggapinya dengan cengengesan, ia tidak ingin terlalu banyak bicara. Takut jika nanti dirinya keceplosan mengatakan sesuatu yang membuat kesepakatannya dengan Andika bisa berantakan.


Selanjutnya yang Alea harus pikirkan adalah membuat orang tua Andika dan Orang tuanya tidak mencurigai pernikahan yang hanya berdasarkan kesepakatan tersebut.


Alea harus mendiskusikan tentang kehamilan pada Andika, sewaktu-waktu orang tuanya ataupun orang tua Andika pasti akan bertanya lagi.


"Dulu waktu mama baru nikah sama papa mertua kamu itu, mama juga lumayan lama lah hamilnya, ada kali sekitar hampir setengah tahun, tapi mertua mama sering ngasih ramuan yang bisa bikin kita cepat hamil, kamu liat kan adiknya Andika anak-anaknya pada lucu-lucu gitu, itu dia sama suaminya baru nikah 2 bulan udah isi loh Alea gara-gara minum ramuan yang sama, hmm mama punya ide, gimana kalau kamu juga minum ramuan yang sama?. " Oceh Bu Widia lagi, panjang lebar.

__ADS_1


Kali ini sepertinya Alea harus mencari alasan untuk menghindari obrolan tersebut.


"A-aduh, perut Alea rasanya melilit, aduh apa mungkin gara-gara telat makan yah? Duh sakit banget lagi nih, ma Alea pamit ke kamar yah mau buang air nih kayaknya, mama juga istirahat aja nanti biar Alea yang nungguin Andika pulang. " Alea berakting memegangi perutnya sembari mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri.


"Aduh nak kamu mau minum obat? Kamu sih jangan suka telat makan, kalau perlu mau ke mana-mana makan dulu. " Bu Widia nampak khawatir.


"Aduh, nggak usah ma, ini Alea kayaknya cuman mau buang air deh Alea ke kamar dulu ya ma. " Pekik Alea sembari berlari ke arah kamarnya, meninggalkan Bu Widia yang nampaknya ingin memberikan pertolongan. Namun Alea sudah berlalu pergi dengan cepat.


Brak


Suara pintu kamar yang di tutup cukup keras.


"Aduh, untung saja. " Alea terduduk lesu di dalam kamarnya.


Setidaknya kali ini dirinya bisa lolos dari pertanyaan mematikan mertuanya. Namun besok-besok belum tentu.


"Duh gimana nih, pasti beberapa minggu kemudian mamanya Andika bakalan nanya lagi. " Ujar Alea, khawatir.


"Mana si Andika belum pulang-pulang lagi. " Lanjut perempuan itu berbicara seorang diri.


Alea kemudian beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Aku mandi dulu kali yah sambil nungguin Andika pulang. " Gumamnya.


Tubuhnya terasa sangat pegal setelah menemani Andika di acara perjamuan yang membosankan tadi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2