Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 137 : Cantik Apaan? Kayak Nenek Sihir


__ADS_3

"Loh kenapa pesannya cuman 4? Pesan 2 mangkuk lagi. " Pinta pak Putra.


###


"Eh?. " Alea nampak kebingungan dengan permintaan papanya itu.


"Udah cepetan, kitakan baru kali ini bisa makan ice cream lagi. " Ujar pak Putra tersenyum melihat ekspresi heran Alea.


"Ih papa nggak boleh, ini aja udah lebih dari cukup entar kalau pencernaan papa bermasalah lagi gimana?kita bisa ketahuan sama mama, bisa-bisa aku yang kena semprot dan di tuduh sebagai pelaku utama karena ngebiarin papa makan ice cream berlebihan. " Ujar Alea, menolak permintaan papanya.


Ekspresi pak Putra nampak kecewa, akan tetapi ia juga membenarkan ucapan anak perempuannya itu.


Alea kemudian duduk dan menyodorkan 2 mangkuk ice cream ke hadapan pak Putra dan 2 mangkuk lainnya untuk dirinya sendiri.


Seketika kekesalannya pada Andika tadi kini sudah terlupakan, apalagi kini di hadapannya ada ice cream favorit Alea yang membuat mood perempuan itu menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.


Lama mereka berdua terdiam menikmati ice cream tersebut.


"Alea... "Panggil pak Putra.


Alea yang sedang asyik menyendokkan ice cream kedalam mulutnya itu sontak menghentikan aktivitasnya.


" Iya? Ada apa pa?. "


"Gimana hubungan kamu sama Andika?. " Tanya pak Putra raut wajahnya nampak penasaran.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba itu, Alea kembali mengingat pertengkarannya bersama Andika 1 jam yang lalu.


"Sialan kenapa papaku harus membahas laki-laki itu sekarang. " Batin Alea.


"Hmm baik-baik aja kok pa, seperti suami istri pada umumnya. " Jawab Alea berbohong, padahal rumah tangga mereka hampir setiap hari di warnai dengan perdebatan.


"Kalain nggak pernah berantem kan?. " Tanya pak Putra lagi, nada suaranya kini terdengar menggoda.


Alea segera menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Nggak lah pa, ngapain kami berantem heheheh. " Balas Alea sambil cengnhsan untuk menutupi raut wajah tidak sukanya ketika pak Putra membahas Andika.


"Kalian mesti akur jangan berantem. " Ujar pak Putra lagi.


"Siapa yang berantem? Kami baik-baik aja kok, bahkan kami terlalu harmonis untuk di katakan sebagai keluarga atau pengantin baru. " Ujar Alea lagi meyakinkan papanya itu bahwa dirinya dan Andika tidak ada masalah.


"Ahahaha iya Pa Alea ngerti kok tenang aja. " Jawab Alisa, tidak tau harus berkomentar seperti apa karena hubungannya dengan Andika saat ini memang tidak baik-baik saja. Agar tidak membuat pak Putra khawatir Alea hanya bisa meng'iya'kan ucapan papanya tersebut dan berpura-pura mengerti.


"Cinta akan tumbuh seiring waktu berjalan dan seringnya kalian menghabiskan waktu bertemu dan bersama, papa yakin nantinya kalian tidak akan sanggup untuk berpisah walau hanya sehari, kayak mama dan papamu dulu. " Ujar pak Putra lagi, laki-laki itu mengenang masa lalunya.


Alea mengernyitkan alisnya.


"Eh emangnya mama sama papa dulunya juga di jodohin?. "


Pak Putra mengangguk.

__ADS_1


"Iya Alea, kamu kuatkan sampai sekarang hubungan mama sama papa bisa langgeng? Papa harap hubungan kamu juga akan seperti itu sama Andika.


"Bagaimana bisa langgeng kalau ternyata hati Andika mudah di badi-bagi. " Batin Alea, mengingat kejadian di kafe tadi. Meskipun Andika sudah menjelaskan jika dirinya dan Aluna tidak ada apa-apa tetap saja Alea merasa cemburu dan berpikir Andika memiliki perasaan pada perempuan itu.


"Terus gimana hubungan mama sama papa bisa langgeng sampai sekarang ? Apa dulu mama sama papa nggak nolak pas tau mau di jodohin?. " Cecar Alea penasaran dengan kisah cinta orang tuanya sendiri.


Ia sama sekali tidak tau jika orang tuanya dahulu juga di jodohkan.


"Ya awalnya memang sulit Alea, dulu mama mu sangat kekeh tidak mau menikah dengan papa tapi mungkin karena takut dengan nenekmu yang galak akhirnya dia pasrah dan akhirnya setuju, hahaha. " Jelas pak Putra sambil tertawa renyah membayangkan bu Dewi yang dulunya sangat tidak suka pada pak Putra.


"Terus papa sendiri gimana? Nggak nolak pas di jodohin?. " Tanya Alea lagi.


Pak Putra menggeleng pelan.


"Ya nggak lah, siapa juga yang mau nolak di jodohin sama perempuan secantik mamamu. " Ujar pak Putra dengan senyuman bangga dan percaya diri.


Alea kengernyitkan kedua alisnya.


"Cantik apaan, kayak nenek sihir gitu marah-marah mulu kerjanya. " Cibir Alea.


Pak Putra yang mendengar cibiran anak perempuannya itu sontak tertawa keras.


"Hahahaha, kamu nggak sadar kamu tau yang paling mirip sama mamamu waktu muda. " Balas pak Putra.


"Ih ogahhhhhh. " Bantah Alea tidak terima di katai mirip dengan mamanya sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2