
Sehingga urusan bisnis Andika hari itu di alihkan ke hari esok dan seharian ini akan ia manfaatkan untuk beristirahat di dalam kamar hotel.
###
Suasana di Singapura terasa begitu terik di siang hari ini, nampak seorang laki-laki yang sedang berjalan-jalan santai di salah satu pasar yang orang-orang biasa menyebutnya Chinatown Strees Market.
Chinatown Street Market ini adalah salah satu, pasar di Singapura yang menjajakkan berbagai jenis sovenir yang bisa di jadikan oleh-oleh para turis asing.
Hal itulah yang saat ini sedang di lakukan oleh laki-laki bernama Marvel. Marvel adalah salah satu wargabIndonesia yang sedang berlibur di Singapura dan saat ini dirinya sedang melihat-lihat gantungan kunci yang akan ia beli.
Jalan panjang yang di laluinya dengan berjalan kami membuat laki-laki itu merasa sedikit kelelahan, hingga pada saat telah membayar harga sovenir yang baru saja di belinya, saat berbalik ia tidak sengaja menabrak seseorang.
Bruk
"Aw.. " Pekik suara seorang perempuan yang terdengar jelas di telinga Marvel.
"Eh maaf, ah Sory mis..... " Ujar Marvel buru-buru meminta maaf.
"Ah nggak apa-apa kok, santai aja. " Balas suara itu.
Marvel sontak mengernyitksn wajahnya dan segera menatap orang yang di tabraknya barusan.
Seorang perempuan muda berambut panjang berwarna coklat terang.
Marvel nampak kebingungan melihat perempuan itu, wajahnya seperti turis asing dari negara barat namun Marvel baru saja mendengarnya berbahasa Indonesia.
"Ahahaha, aku dari Indonesia, aku tadi mendengarmu mengatakan maaf lalu kemudian menggunakan bahasa Inggris, jangan salfok dengan apa yang kamu lihat, aku blasteran. " Ujar perempuan muda itu, menjelaskan dirinya. Ia tamoaknya mengerti dengan ekspresi kebingungan yang nampak jelas terlihat dari raut wajah Marvel.
Marvel sontak menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dengan canggung.
__ADS_1
"Ahahaha iya, maaf tadi aku tidak sengaja menabrak muda. " Ujar Marvel, kemudian.
Perempuan itu tersenyum.
"Tidak apa-apa, santai saja. " Balas perempuan muda.
Sedetik kemudian Marvel langsung mengulurkan tangannya.
"Namaku Marvel." Laki-laki itu memperkenalkan dirinya.
"Aluna, panggil Luna saja. " Balas perempuan muda yang ternyata bernama Aluna itu.
Mereka akhirnya berkenalan dan memutuskan untuk berbelanja suvenir bersama-sama karena ternyata mereka memiliki tujuan yang sama ke pasar itu.
###
Di waktu yang sama, di tempat lain.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.01. Alea kemudian bangun dan menegakkan tubuhnya, sesaat kemudian ia menengok ke belakang ke samping dan melihat Andika yang sedang tertidur pulas dengan mulut yang sedikit terbuka.
Sebuah ide jahil tiba-tiba saja melintas dalam pikiran Alea.
"Ahha aku kerjain aja suamiku yang brengsek ini. " Ujar Alea lirih, lalu kemudian turun dengan cepat dari kasur, menarik tasnya dari dalam lemari kemudian Alea mencari-cari sesuatu dari dalam tas selempang nya tersebut.
"Ini dia. " Ujar Alea mengeluarka alat make upnya dari dalam tas.
Alea kembali naik ke ranjang dengan perlahan lalu memastikan Andika tertidur lelap dengan meyakinkan telapak tangannya di depan wajah laki-laki itu berkali-kali.
Alea tersenyum nyaris terkekeh saat menyadari Andika tertidur seperti orang mati. Dengan semangat 45 Alea langsung melancarkan aksinya.
__ADS_1
"Jangan gerak yah, aku bakalan bikin kamu jadi orang paling cantik di dunia ini, hihihi. " Ujar Alea, pelan.
Satu persatu alat-alat make up itu di usapkan pada wajah Andika hingga 20 menit kemudian.
"Selesai...... " Pekik Alea kegirangan, segera turun dari atas ranjang sembari menahan tawanya.
###
Hingga saat malam hari tiba dan Andika terbangun dari tidurnya, laki-laki itu sama sekali tidak menyadari wajahnya saat ini nampak cemong.
"Kamu kenapa ketawa-ketawa kayak gitu? Kayak orang gila aja?. " Tegur Andika, saat dirinya akan masuk ke kamar mandi dan melewati Alea yang sedang duduk santai di atas sofa.
Alea menggeleng.
"Nggak apa-apa, cuman inget sesuatu yang lucu aja.. " Balasnya.
Andika menatap Alea dengan ekspresi kebingungan, namun hal itu justru membuat Alea semakin tertawa kencang.
"Hahahahaha."
"Dasar perempuan aneh!. " Sentak Andika.
Bruk
Suara pintu kamar mandi yang di tutup dengan keras. Andika sudah masuk ke dalam kamar mandi sementara Alea yang sedari tadi sudah menunggu saat-saat itu langsung menghitung mundur.
"5.. 4.. 3.. 2.. 1.."
"ALEAAAAAAAAAA." Teriak Andika dari dalam kamar mandimandi, sepertinya sudah menyadari sesuatusesuatupada wajahnya.
__ADS_1
Alea yang mendengar itu sontak berlari keluar dari kamar hotelnya, karena sadar betul, sebentar lagi Andika akan memarahinya habis-habissan.
Bersambung...