Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 55 : Berbelanja


__ADS_3

"Hmm bagaimana kalau sebagai permintaan maafku, aku bakalan kasih kamu uang buat belanja, gimana?. " Tawar Andika.


###


Benar saja, mata Alea langsung berubah menjadi hijau saat melihat Andika mengeluarkan salah satu kartu ATM dari dalam dompetnya.


"Gimana?. " tawar Andika lagi.


Alea segera mengangguk antusias, rasa marahnya tiba-tiba saja sirna.


"Beneran boleh belanja pake itu?. " Tanya Alea, memastikan.


Andika mengangguk dengan pasti.


"Yup, ini buat kamu saldonya udah aku atur, tapi karena aku udah buat kamu menunggu terlalu lama, kali ini aku bakalan izinin kamu belanja sepuasnya. " Jelas Andika.


Alea segera meraih kartu tersebut dengan bersemangat, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Dalam pikirannya saat ini langsung terbayang-bayang tas-tas DIOR dan Hermes yang akan di belinya menggunakan kartu ATM itu.


"Oke karena kamu memaksa aku buat belanja, maka aku bakalan berusaha semaksimal mungkin untuk menghabiskan saldonya. " Pekik Alea kegirangan, ia bahkan sudah lupa jika tadi Andika membuatnya kesal setengah mati.


"Kamu sudah makan?. " Tanya Andika kemudian.


Alea segera mengangguk.


"Sudah."


"Makan dimana?. "


Alea menujuk restoran di seberang jalan.

__ADS_1


"Disana."


Andika mengikuti arah tunjuk tangan Alea.


"Sama siapa? Itukan restoran mahal?. " Tanya Andika lagi.


Alea mengangkat bahunya, seolah tidak tahu apa-apa. Ia malas menjelaskan pertemuannya dengan Marvel tadi. Lagi pula hal itu sama sekali tidak penting untuk di beritahu pada Andika.


Andika juga tidak bertanya lebih lanjut.


"Yaudah yuk kita pulang, aku mau mandi terus dandan dan belanja sendirian nanti malam. " Ajak Alea, perempuan itu berlari-lari kecil meninggalkan Andika keluar dari gedung.


Andika hanya bisa menggeleng pasrah melihat tingkah kekanan-kanakan istrinya itu. Di tambah Alea sangat mudah di bujuk, hanya dengan memberikannya uang saja, perempuan itu bisa langsung lupa dengan kesalahan Andika.


Andika kemudian menghela nafasnya, merasa lega telah membuat Alea mau tunduk padanya. Andika selama ini berpikir perempuan itu akan sulit untuk di atur.


###


Aluna yang saat ini sudah berada di apartemen tnya, bersorak riang.


"Ah, Andika tidak ku sangka kita bisa bertemu lagi, aduh tambah ganteng aja laki-laki itu. " Pekik Aluna. Mengingat-ingat pertemuannya tadi dengan Andika.


Sudah lama sebenarnya Aluna naksir kepada Andika, namun 5 tahun yang lalu, Akuna tidak memiliki banyak waktu luang untuk sekedar mengungkapkan perasaannya kepada laki-laki itu.


"Pucuk di cinta ulam pun tiba, kalau jodoh takkan kemana. " Gumam Aluna. Berpikir bahwa pertemuannya dengan Andika kali ini sepertinya adalah takdir.


"Ah apa dia sudah sampai ke hotelnya?. " Lanjutnya, Aluna meraih ponselnya dan dengan cepat mencari kontak Andika.


Mereka sempat berukar kontak WA tadi.

__ADS_1


Panggilannya terhubung namun, Andika tidak menjawab panggilannya.


"Hmmm kenapa telpon ku tidak di jawab?. " Gumamnya.


###


Malam harinya, Andika danAlea kini sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Singapura.


Awalnya Alea tidak ingin Andika ikut dengannya, namun karena Andika mengancam akan menarik semua isi saldonya jika dirinya tidak ikut. Maka Alea dengan terpaksa mengizinkannya.


Bukan tanpa alasan Andika memaksa untuk ikut, lebih baik mencegah sesuatu yang tidak di inginkan terjadi dari pada harus menyelesaikannya di kemudian hari.


Andika mewanti-wanti Alea agar perempuan itu tidak membuat ulah lagi.


"Mau sampai kapan kita berputar-putar seperti ini, sudah kali ketiga kita melewati toko ini Alea. " Keluh Andika. Sepertinya ia mulai menyesal mengikuti Alea berbelanja.


"Kan aku udah bilang kamu tinggal di alartemnt aja, biar aku belanja sendirian. " Balas Alea. Di kedua tangannya saat ini sudah ada 10 paperbag hasil belanjanya di beberapa toko.


Kali ini Alea kembali ke toko yang sudah 3 kali di masukinya, ia sebenarnya sedang bimbang dalam memilih tas yang akan di ia beli.


"Yah, harusnya dari awal aku tidak memberikanmu ATM itu. " Ujar Andika, sinis.


Alea oura-lura tidak mendengar ucapan Andika barusan, lalu masuk ke dalam toko tas tersebut.


"Ayo masuk. " Ajak Alea.


Andika dengan pasrah mengikutinya dari belakang.


Setelah cukup lama, pilihan Alea kemudian jatuh pada tas selempang berwarna hitam dengan merk brand Hermes terkenal. Ini adalah pihak tas ke empatnya malam ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2