Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 12 : Om Ganteng?


__ADS_3

"Bohong! Kamu yang membuat pantatku sakit. " Pekik Alea lagi.


###


Alea yang merasakan sakit pada bagian bokongnya sontak histeris.


"Huhuhu pantatku sakit. " Pekik Alea.


"Hei.. Hei.. " Terdengar suara seorang laki-laki mendekat ke arahnya.


Alea tidak menghiraukannya, perempuan itu justru terus merintih kesakitan.


"Hei.. Kami baik-baik saja kan?. " Tanya laki-laki itu lagi.


"Hiks, pantatku sakithhh." Alea terus merintih kesakitan.


Alea mengangkat kepalanya dan melihat laki-laki yang saat ini sudah berdiri di hadapannya itu, entah kenapa setelah melihat laki-laki itu perasaan Alea menjadi kesal.


Alea merasa laki-laki itu memiliki tujuan terselubung alias modus mendekati dirinya yang sedang kesakitan, setelah terjatuh tadi.


"Hei kamu baik... "


Ucapan laki-laki itu langsung di potong oleh Alea.


"Apa liat-liat kamu mau lecehin aku yah?. " Pekik Alea kepada laki-laki itu.


Laki-laki itu terlihat kaget dan tidak Terima dengan tuduhan Alea.

__ADS_1


"Dasar perempuan gila. " Ujar laki-laki itu membalikkan badannya ingin pergi meninggalkan Alea.


Sedetik kemudian Alea dengan sigap menangkap kaki laki-laki itu.


"Kamu mau kemana? Setelah nyakitin pantatku kamu mau pergi gitu aja!. " Pekik Alea.


"Hah? Apa-apaan, aku tidak melakukan apapun padamu!. " Balas laki-laki tersebut.


"Kamu sengajakan menumpahkan air di depan pintu toilet perempuan untuk menjebak mereka, kamu pasti laki-laki mata keranjang! Tunggu saja sampai ada orang yang datang kesini aku tidak akan melepaskanmu dasar laki-laki hidung belang. " Pekik Alea.


Alea merasa pada saat dirinya masuk ke dalam toilet tadi di depan pintu tersebut sama sekali tidak ada genangan air, namun setelah dirinya keluar dari toilet tiba-tiba saja air itu sudah ada disana dan membuatnya terpeleset.


"Hah apa-apaan? Mata keranjang? Heh aku tidak melakukan apapun padamu, aku hanya ingin gin membantumu tadinya, namun melihat karaktermu, aku sungguh menyesali perbuatanku. " Balas laki-laki itu.


Namun, bukan Alea namanya jika ia akan langsung percaya dengan laki-laki yang kakinya saat ini sedang ia peluk dengan erat itu.


Alea sama sekali tidak mudah percaya dengan laki-laki manapun, hal itu pula yang membuatnya sulit mendapatkan pasangan sejauh ini.


Laki-laki itu memegang kepalanya, lalu mencoba melepaskan tangan Alea dari kakinya.


"Lepaskan!. " Pekik laki-laki itu.


"Tidak akan, aku akan terus menahanmu disini sampai ada orang lain yang masuk, kamu harus menerima akibat dari perbuatanmu. " Balas Alea.


"Heh, aku tidak melakukan apapun padamu, aku hanya.. . "


"Alea." Pekik Aurora.

__ADS_1


Ucapan laki-laki itu segera rilis potong oleh Aurora dan Sonya yang tiba-tiba saja sudah berada di tempat Alea dan laki-laki itu saat ini berada.


"Alea kamu nggak apa-apaan? . " Timpal Sonya, khawatir melihat Alea saat ini sedang bersama dengan seorang laki-laki.


"Hei, untung kalian datang, lihat laki-laki ini tadinya ingin menjebak ku dengan menumpahkan air di depan pintu toilet sehingga membuat ku terjatuh, ini adalah modusnya untuk menjebak para perempuan agar mau berkencan dengannya! Tangkap Penjahat ini. " Pekik Alea.


"Hah?. " Aurora dan Sonya sontak bertatapan, karena terkejut dengan pernyataan Alea.


"Tidak, tidak itu sama sekali tidak benar perempuan gila ini terjatuh dengan sendirinya karena genangan air tersebut, aku sama sekali tidak tau apa-apa, Hei kita pernah bertemu sebelumnya di acara pertunangan Reno dan teman perempuan kalian adalah pasangannya, aku benar-benar tidak melakukan hal kotor seperti yang di tuduhkan oleh teman kalian ini. " Jelas Laki-laki itu panjang lebar.


Sonya yang mendengar penjelasan laki-laki itu kemudian langsung teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu di acara pertunangan temannya dan masih mengingat dengan jelas wajah laki-laki yang di tabrak Alea saat ingin pulang dari acara pertunangan itu.


"Ah iya, aku ingat, ah kami mengerti, maafkan teman kali ini namanya Alea, kalau sedang mabuk mulutnya memang sering meracau tidak jelas. " Ujar Sonya.


"Ah Terima kasih karena kamu masih mengingatku, namaku Andika Prasetya!bisakah kalian menolongku melepaskan perempuan gila ini, kakiku benar-benar tidak bisa bergerak di buatnya. " Pinta laki-laki tersebut yang ternyata bernama Andika.


Aurora dan Sonya yang tadinya sempat terpana dengan ketampanan Andika sontak tersadar.


"Ah maaf, aku akan membantumu. " Ucap Aurora bergegas mendekati tubuh Alea di ikuti oleh Sonya.


"Heh jangan mendekat, panggil security, laki-laki ini mau melecehkan ku. " Racau Alea.


"Ya ampun Alea sadar, ini laki-laki yang pernah kamu tabrak di acaranya pertunangan teman kita itu, dia temannya Reno mana mungkin dia mau lecehin kamu di tempat kayak gini. " Oceh Sonya.


"Hah temannya Reno? Yang pernah aku tabrak? Oh yang om ganteng itu yah?. " Alea kembali meracau, beruntung akhirnya kaki Andika sudah diepaskan.


"Iya dia om ganteng itu, ya udah ayo berdiri. " Ujar Sonya sambil membantu mengangkat tubuh Alea yang berat.

__ADS_1


"Ih nggak mau, aku maunya di bantuin om ganteng itu. " Alea menepis tangan Sonya dan menunjuk ke arah Andika.


Bersambung...


__ADS_2