
Alea bahkan tidak menyadari jika cincin berbentuk sederhana tersebut harganya dua kali lipat lebih mahal di banding cincin yang kelihatan mewah yang dipilihnya tadi.
###
Setelah selesai membeli cincin keduanya kemudian memutuskan untuk pergi ke restoran terdekat.
Saat tengah asyik menikmati makanan yang telah mereka pesan sebelumnya, keduanya di kagetkan oleh seorang pemuda yang langsung mendekati dan menyapa mereka.
"Bu Alea? Bang Andika?. " Sapa pemuda itu.
Alea dan Andika sontak menatap ke arah pemuda tersebut.
"Daniel?. " Ujar Andika.
"Eh Daniel? Kamu ngapain disini?. " Timpak Alea.
"Pertanyaan bodoh, tentu saja untuk makan. " Batin Alea merutuki kebodohannya.
"Saya mau makan bu, eh kebetulan saat liat bang Andika lagi makan sama seorang perempuan kebetulan nya lagi perempuan itu bu Alea, hehehe. " Balas Daniel, salah satu mahasiswa Alea yang cukup aktif di kelasnya.
Alea mengernyitkan wajahnya.
"Jangan panggil saya bu kalau lagi di luar kelas panggil saja Alea. " Ujar Alea, santai.
"Ah hahaha, maaf Alea saya lupa, soalnya gerogi ketemu Alea di tempat seperti ini. " Balas Daniel.
Mendengar percakapan santai antara Alea dan Daniel membuat Andika kebingungan, Andika sudah tau jika Daniel berkuliah di Universitas milik keluarga Alea namun ia tidak menyangka Alea adalah orang yang sangat terbuka.
"Eh, ngomong-ngong kamu kenal dengan pak Andika?. " Ujar Alea, ramah dan terlihat sangat santai di hadapan mahasiswanya.
__ADS_1
"Iya Alea, diakan abang sepupu saya. " Balas Daniel.
Alea kemudian menoleh ke arah Andika yang sedari tadi hanya diam saja.
"Iya kami ber sepupu. " Ujar Andika.
Alea nampak takjub mendengar informasi tersebut.
"Jadi Alea sama Bang Andika ngapain berduaan disini? Eh atau jangan-jangan... "
Ucapan Daniel terpotong saat menyadari sesuatu.
"Iya, ini calon istriku. " Ujar Andika, seolah mengerti arah pembicaraan Daniel.
"Yah sayang banget. " Nada suara Daniel nampak kecewa.
"Yah sayang aja, saya kalah gercep hehehehe. " Balas Daniel cengengesan.
"Heh, ada-ada aja kamu nggak di kelas nggak di tempat kayak gini bisa aja gombalnya. " Ujar Alea.
"Iyalah harusnya, Alea nungguin saya selesai kuliah dulu. " Balas Daniel.
"Nggak ah, habisnya nungguin kamu kelamaan tau. " Ujar Alea, bercanda.
"Nggak apa-apalah, nanti kalau Alea udah jadi janda saya siap menerima Alea untuk hidup bersama saya. " Goda Daniel.
"Hahahaha, bisa aja kamu. " Alea tertawa mendengar gombalan Daniel, kedua dosen dan mahasiswa itu terus berbincang melupakan Andika yang sedari tadi hanya diam mendengarkan celoteh dua orang tersebut.
"Ekhem." Andika berdehem, membuat Alea dan Daniel langsung terdiam.
__ADS_1
"Eh sampai lupa kalau ada bang Daniel juga, abisnya kalau ngobrol sama Alea kayak gini dunia serasa milik berdua. " Celoteh Daniel.
"Kalau yang lainnya gimana?. " Pancing Alea.
"Yang lainnya mah ngontrak hahahaha. " Balas Daniel di sertai gelak tawa.
"Hahahaha, kamu emang paling bisa bikin orang ketawa yah. " Puii Alea.
"Ekhem, uhuk uhuk. " Andika kembali berdehem, kali ini sambil bepura-pura batuk untuk membuat perhatian Alea dan Daniel kembali berpusat kepadanya.
"Eh aduh maaf Andika, kalau ketemu sama mahasiswa ku ini emang pembahasan nggak habis-habis kebetulan sekali ternyata kalian berkeluarga." Ujar Alea, antusias.
"Iya kami berkeluarga jauh, jadi bagaimana kalian akan terus melanjutkan cerita kalian atau saya akan pulang terlebih dahulu?. " Ujar Andika nampak Jeoleus.
"Eh bang Andika udah mau pulang aja? Alea juga mau ikut pulang atau biar Daniel yang antar aja nanti?. " Ujar Daniel tidak memperhatikan ekspresi wajah Andika yang nampak kurang nyaman dengan kehadirannya.
"Ah eh, a.... "
Belum sempat Alea menyelesaikan ucapannya Andika langsung berdiri dan menarik tangan Alea.
"Ayo pergi, kita masih harus berbelanja pakaian untuk malam pertama kita. " Ujar Andika.
Alea tertegun untuk sesaat. Sementara Daniel ikut terkejut mendengar ucapan Andika yang begitu blak-blakan barusan.
"Hah? Eh tunggu. " Pekik Alea menyadari tangannya sudah di genggam dengan cukup keras oleh Andika.
"Kami permisi duluan yah Daniel, datanglah dan ajak teman-teman sekelasmu di acara resepsi pernikahan kami. " Ujar Andika sebelum laki-laki itu kembali menarik Alea untuk keluar dari restoran tersebut.
Bersambung....
__ADS_1