Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 108 : Teman Ngobrol


__ADS_3

"Ya gagal lagi deh, ya udah nggak apalah, masih ada hari esok, ku tunggu jandamu bu Alea. " Gumam Daniel.


###


Taxi yang membawa Ales pulang akhirnya tiba di kediaman Prasetya.


Alea turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah mertuanya itu dengan langkah pelan. Berharap tidak ada orang rumah yang akan memergokinya terutama BuWidia mertuanya.


Namun, baru satu saja Alea melangkahkan kakinya ke dalam rumah tersebut ternyata bu Widia sedang duduk santai di ruang tamu sambil membaca sebuah buku.


"Alea?.... " Sapa Bu widia nampak heran sekaligus penasaran


Alea seketika meringis, panik.


"Eh mama, selamat siang mama... " Sapa Alea kikuk namun tetap mencoba bersikap biasa saja.


"Kamu sudah pulang nak? Loh mobilmu mana?. " Tanya Bu Widia lagi.


"Iya ma, Alea abis ngajar, mobil Akea mogok lagi jadi pulangnya naik taxi. " Jelas Alea.


"Loh kenapa nggak minta Andika nganterin? Bukannya tadi malam kalian tinggal di rumah orang tua kamu?. "


"Eh ah iya ma, tadi malam Alea ada anu, eh acara sama temen dan minta Andika jemput Alea, karena Alea nggak enak pulang tengah malam jadi Alea minta Andika buat nganterin ke rumah orang tuaku aja, Alea minta maaf yah ma soalnya nggak ngabarin dan minta izin dulu sama mama kemarin, Alea nggak sempat."tutur Alea panjang lebar dan membuat alasan agar mertuanya itu tidak memarahinya.


Bu Widia menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Andika udah nging sama mama kemarin malam, mama ngerti kok kamu pasti juga butuh kumpul sama temen-temen kamu sesekali, mama juga waktu masih muda suka gitu, yang penting suami udah di kabarin dulu. " Balas bu Widia, perempuan setengah baya itu benar-benar sangat pengertian.


Alea akhirnya bisa bernafas lega, padahal sebenarnya sebelum masuk ke dalam rumah orang tua suaminya itu Alea merasa sangat degdegkan mengingat sudah 2 kali dirinya pergi tanpa memberi kabar.


"Kamu udah makan?. " Tanya bu Widia lagi.


Alea menggeleng.


"Sarapan sih udah, tapi makan siang belom ma hehehe. "


"Ya udah kalau gitu nanti mama suruh pelayan buat nganterin makanan ke kamar kamu. " Lanjut ibu mertua Alea itu.


Bukan hanya pengertian, bu Widia juga sangat perhatian pada Alea.


"Ya udah kalau gitu Alea ke kamar dulu yah ma... " Ujar Alea, beranjak ke kamar Andika.


Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu di iringi suara seseorang.


"Nona Alea, ini saya bawain makanan. "


Alea dengan cepat membuka pintu kamarnya dan mendapati seorang gadis muda sedang membawa sebuah nampan.


"Aduh makasih banget udah di bawain, padahal kamu bisa panggil aku, biar aku aja yang keluar. " Ujar Alea tersenyum ramah.


"Nggak apa-apa nona, ini tadi nyonya yang nyuruh. " Ujar pelayan yang usianya masih sangat muda itu.

__ADS_1


Alea memperkirakan umurnya baru sekitar 18 tahunan. Sayang sekali, gadis muda itu harus berakhir menjadi pelayan dan bukannya melanjutkan pendidikannya.


"Kamu sendiri udah makan ?. " Tanya Alea merasa iba pada gadis muda itu, Alea ingin mengajaknya makan bersama.


Pelayanh itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Belum nona. "


"Kalau gitu kita makan bareng aja, kebetulan aku lagi sumpek banget nggak ada teman buat ngobrol di rumah ini, ayo masuk kesini. " Alea mengambil alih nampan tersebut dan menarik tangan pelayan itu untuk mengikutinya.


Pelayan itu terlihat ingin menolak, namun karena Alea memaksa akhirnya pelayan itupun pasrah.


Mereka berdua kini duduk di lantai yang menghadap langsung dengan televisi dan di hadapan mereka ada meja.


"Ayo di makan, nggak usah malu-malu, aku udah beberapa kali ngeliat kamu, tapi kayaknya kamu tugasnya bukan di bagian dapur yah?. " Oceh Alea, mencoba membuka obrolan.


Alea memang orang yang sangat mudah bersosialisasi dengan orang lain, meskipun di masa kanak-kanak ia jarang memiliki teman. Namun, seiring berjalannya waktu perempuan itu mulai terbiasa bahkan sejak menginjak usia remaja hingga sekarang Alea lah yang lebih sering membuka obrolan jika bertemu dengan orang baru.


Pelayan itu nampak ragu untuk mencoba makanan yang tersaji di hadapannya, namun dengan ramah Alea menyendokkan makanan tersebut pada piring kosong yang ada di depan pekayan itu.


"Eh nona jangan biar saya aja. "


"Udah nggak apa-apa, anggap aja kita ini teman, aku juga punya teman-teman yang kerja kayak kamu gini di rumahku namanya Siska, dia yang sering bantuin aku bangun pagi, rapihin kamarku, bantu aku milih baju dan sekali-kali nemenin aku belanja,tapi karena aku udah tinggal disini rasanya sepi banget nggak ada teman ngobrol, kamu mau yah jadi teman ngobrol aku. " Oceh Alea panjang lebar


"Ta-tapi saya nggak berani nona.... " Ujar pelayan itu pelan.

__ADS_1


"Udah nggak apa-apa, kalau kamu nggak ada kesibukan dan aku lagi ada di rumah nggak usah sungkan-sungkan. " Tambah Alea.


Bersambung...


__ADS_2