
"Hah? Homo?. " Lirih Alea pelan. Memikirkan kemungkinan terburuk jika dirinya dan Andika benar-benar menikah, saingannya bukan lagi perempuan melainkan laki-laki.
###
"Ekhem."
Suara batuk seseorang mengalihkan perhatian Alea yang sedari tadi sibuk memikirkan cara untuk melancarkan aksinya membuat Andika merasa kesal dan akhirnya membatalkan perjodohan mereka.
Alea hanya menatap sepatu orang itu. Namun sedetik kemudian Alea merasa panik.
"Sepatu itukan?. "Batin Alea.
"Ekhem, ngapain kamu disini?. " Tanya suara itu.
Alea sontak mengangkat kepalanya, matanya dan mata seorang laki-laki yang berdiri di hadapannya saat ini saling bertemu. Alea sontak menganga karena terkejut laki-laki itu ternyata melihat dirinya.
"Ngapain kamu disini?. " Tanya laki-laki itu lagi.
Alea mengalihkan pandangannya, salah tingkah karena Alea lebih tidak menyangka lagi jika laki-laki itu akan menghampirinya.
"Yah olahraga lah, ngapain lagi. " Balas Alea ketus.
"Kamu ngikutin aku yah?. " Tuduh laki-laki itu.
"Ih enak aja, ngapain aku ngikutin kamu, orang aku udah duluan ada disini dari tadi di banding kamu. " Balas Alea sengit. Menatap sinis ke arah laki-laki itu.
"Oke, anggap saja ini kebetulan, tapi kenapa kamu terus melihat ke arahku?. " Tanya laki-laki itu lagi yang ternyata sedari tadi sudah menyadari kehadiran Alea yang terus memperhatikannya.
__ADS_1
"Ah eh, enggak siapa juga yang ngeliatin kamu, orang aku ngeliatin orang yang olahraga di samping kamu itu. " Alea menunjuk ke arah laki-laki berbadan besar yang sedang berolahraga angkat beban, memperlihatkan otot-otot nya yang besar.
Andika nampak tidak terlalu percaya, namun Alea tetap berusaha bersihkan tenang.
"Oh, ya udah minggir sana." Usir laki-laki itu kemudian.
"Apa-apaan sih suruh orang minggir, orang aku duluan yang duduk di sini. " Balas Alea, tidak terima Andika menyuruhnya pergi dari tempatnya duduk.
"Yang kamu dudukin itu alat buat olahraga juga namanya Multi Gym, kalau mau duduk-duduk aja mending kamu pulang dan bersantai di rumah kamu aja, jangan datang ke tempat orang buat olahraga kayak gini, kamu pasti nggak taukan kalau ini alat buat olahraga? Makanya jangan kebiasaan mabuk-mabukan, kamu nggak lagi abis minumkan sebelum datang kesini?. " Cecar laki-laki itu menatap Alea dengan tatapan penuh selidik.
Alea berdiri dengan kesal dan baru menyadari yang di dudukinya tadi memang salah satu alat untuk olahraga, namun cara Andika berbicara kepadanya benar-benar membuat Alea kesal setengah mati.
Yup, laki-laki yang ada di hadapannya saat ini itu Andika.
"Dasar laki-laki brengsek homo. " Lirih Alea, pelan namun masih bisa terdengar dengan jelas di telinga Andika.
"Apa kamu bilang barusan?. " Ujar Andika.
"Hehehe, kamu salah dengar kali, aku kayaknya udah ada janji sama temanku di tempat lain, aku permisi duluan yah, bye. " Alea melambaikan tangannya sembari cengengesan, menyadari ucapannya tadi ternyata di dengar oleh Andika, Alea segera beranjak meninggalkan laki-laki itu.
"Heh Tunggu. " Pekik Andika, mencoba menahan Alea. Namun, gadis itu sudah berlalu.
Dengan cepat Andika menghentikan aktivitas olahraganya dan mengikuti Alea.
Alea sempat menoleh sebentar ke belakang dan melihat Andika berjalan ke arahnya.
"Aduh, mampus Andika ngikutin aku lagi. " Pekik Alea panik, keluar dari gedung Gym tersebut dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Heh mau kemana kamu, kita belum selesai ngomong. " Ujar Andika ikut mempercepat langkahnya.
Alea tidak menghiraukan ucapan Andika dan terus berjalan ke tempat dimana mobilnya sedang terparkir. Namun, sedetik kemudian Andika menarik tangannya dengan cukup keras.
Laki-laki itu berhasil menggapainya.
"Aw ah, apaan sih lepasin!." Pekik Alea.
"Heh, kita belum selesai kenapa kamu main pergi-pergi aja. " Balas Andika.
Alea panik.
"Oke oke, maaf aku nggak sengaja ngatain kamu tadi, lagian kenapa sih kayak gitu doang mesti di besar-besarin. " Ujar Alea, menahan nafasnya.
"Aku nggak permasalahin yang tadi, aku mau ngomong masalah kita yang kemarin. " Balas Andika.
Alea akhirnya bisa bernafas lega, tadinya ia menyangka Andika akan memarahinya habis-habissan karena mengatai laki-laki itu homo.
"Oh aku pikir kamu mau marahin aku gara-gara ngatain kamu brengsek homo. " Ujar Alea, ceplas ceplos.
Andika sontak menganga.
"Hah?apa?Homo?. " Tanya laki-laki itu memastikan pendengarannya.
"Iya, karena kamu mau ngomongin masalah yang kemarin ya udah sekalian aja kita bahas masalah kelainan orientasi seksual kamu itu. " Ujar Alea lagi.
Bersambung...
__ADS_1