Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 141 : Gemessin


__ADS_3

"Ya karena aku lebih takut kalau kamu salah paham dan marah sama aku, taunya kamu beneran marah meskipun aku udah coba ngejar kamu. " Oceh Andika, nada suaranya terdengar memelas.


###


Deg


Mendengar ocehan Andika membuat dada Alea seketika berdebar sangat kencang, apalagi laki-laki itu mengatakan jika dirinya cantik.


"Aduh Andika gemesin banget sih jadi pengen gigit kupingnya, wkwk. " Batin Alea.


Alea sebenarnyasudah tidak marah kahi pada laki-laki itu tapi demi menjaga image dan harga dirinya, peremouan itu memasang wajah datar.


"Ya udah aku maafin kali ini. " Ujar Alea kemudian.


Andika yang tertunduk lesu dengan wajah kyknya sontak mengangkat kepalanya dan menatap Alea dengan mata yang berbinar.


"Beneran?. " Cecar laki-laki itu.


Alea mengangguk.


Cup


Satu kecupan mendarat di kening Alea, Andika dengan gerakan cepat menarik tubuhnya masuk ke dalam pelukan hangat laki-laki itu.


Deg.


Jantung Alea semakin berdegup sangat kencang, tidak menyangka Andika akan melakukan hal romantis seperti barusan.


"Makasih istriku. " Ucap Andika pelan, laki-laki itu semakin memeluk Alea erat-erat apalagi saat Alea membalas pelukannya sembari tersenyum diam-diam.


Lama mereka terdiam, Alea kemudian melepaskan pelukannya.


"Ya udah aku capek mau masuk ke kamar, lepasin. " Perintah Alea pada Andika yang belum melepas pelukannya.


Andika nampak berpikir.

__ADS_1


"Hmm aku bakalan lepasin tapi dengan satu syarat. "


Alea megernyit.


"Syarat?. "


Andika mengangguk.


"Kamu harus cium aku dulu. " Ujar Andika dengan nada suaranya yang menggoda.


Alea mengangkat kepalanya, menatap wajah Andika yang kini juga menatapnya.


"Boleh, tapi kamu harus tutup mata dulu. "Balas Alea nada suaranya terdengar tidak kalah menggoda, membuat Andika menelan air lirunya sendiri karena tidak sabar ingin mendapatkan ciuman dari istrinya itu.


Andika kemudian mengangguk dan mulai memejamkan matanya.


"Yang rapat Andika, kamu nggak boleh ngintip. " Seru Alea.


Andika kembali mengangguk, laki-laki itu nampak bersemangat, hingga senyum jahil nampak jelas terlihat dari raut wajah Alea. Perempuan itu diam-diam menghitung mundur di dalam hatinya.


Pletak.


"Aw ah sakit!. " Pekik Andika pelukannya sontak terlepas karena tangannya kini berpindah memegangi jidatnua yang terkena pukulan Alea.


Alea segera mengambil kesempatan itu untuk kabur masuk ke dalam kamar.


"Rasain, anggap aja itu sebagai hukuman karena kamu udah berani-beraninya gatel sama perempuan lain di depan mataku. " Pekik Alea mengejek.


"Ah Alea sakit tau, dasar perempuan jadi-jadian. " Pekik Andika histeris.


"Wlek, bodo amat. " Balas Alea menjukurkan lidahnya lalu menghilang dari balik pintu.


Sementara Andika masih berdiri di tempat semula sembari memegangi jidatnua yang memerah. Untuk yang kesekian kali wajah tampannya itu menjadi korban kekerasan dari tangan Alea.


Hanya Alea satu-satunya borang yang berani menyentuh apalagi sampai memukul wajah tampannya itu, tamparan dan jitakan sudah berkali-kali Andika rasakan.

__ADS_1


"Harusnya ini bisa di laporkan sebagai tindakan kekerasan dalam rumah tangga!. " Pekik Andika, kesal.


"Awas kamu Alea... " Andika kemudian ikut masuk ke dalam kamarnya untuk menemukan istrinya itu berniat ingin membalas dendam.


"Eh suamiku? Masih belum puas?. "Ujar Alea dengan nada mengejek.


Andika tersenyum miring sambil menatap tajam pada Ales.


"Belum istriku, sepertinya masih ada satu hal lagi yang perlu kita lakukan malam ini. " Balas Andika menggigit bibir bawahnya seakan-akan memberikan kode tanda peringatan pada Alea agar oeremouan itu segera melarikan diri.


"Jangan macam-macam Andika! Dasar mesum. " Pekik Alea.


Andika menunjukkan senyum jahilnya dan mulai melangkah mendekati Ales yang kini sedang merebahkan tubuhnua di atas sofa, melihat hal itu Ales tidak serta merta hanya pasrah di tempatnya. Perempuan itu segera bangun dan berlari menghindari Andika.


"Mau kemana kamu sayang? Kamu nggak bakalan bisa lari ke mana-mana malam ini. " Ujar Andika


Alea segera berlari naik ke atas ranjang untuk mengambil bantal, berniat ingin memukulkan bantal tersebut pada tubuh Andika, agar suaminya itu berhenti menggodanya akan tetapi belum sempat Alea menghantamkan bantal tersebut Andika segera menangkap tubuhnya.


"Kena kamu. " Pekik Andika kegirangan.


"Aaaaahhh tolongggggggg. " Teriak Alea.


Andika segera menghujani Alea dengan kecupan bertubi-tubi di wajahnya.


"Andika plis stop!. " Perintah Alea.


"No baby, malam ini kita akan melakukannya, hahahaha. " Andika tertawa jahat melihat raut wajah Alea yang ketakutan.


"Andika sialan, rasakan ini." Ales meraih semprotan cabai yang selalu di bawanya di dalam saku celananya dan langsung menyemprotkan benda tersebut pada wajah Andika.


Seketika laki-laki itu berteriak kesakitan.


"ARGHHHH ALEA!. "


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2