Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 89 : Lapangan Golf


__ADS_3

"Cih, dasar mata duitan, kalau sudah bahas uang saja langsung hijau matanya. " Cibir Andika.


###


"Tentu saja tidak ada yang gratis di dunia ini Andika. " Balas Alea dari dalam kamar mandi yang ternyata mendengar cibiran Andika barusan.


Andika sontak menutup mulutnya rapat-rapat, tidak menyangka cibirannya tadi terdengsr sampai ke telinga Alea.


Benar-benar perempuan itu membuat Andika takjub dengan segala tingkah lakunya ada saja kelakuan ajaib Alea setiap harinya.


Beberapa waktu kemudian Andika saat ini menunggu Alea yang sedang berada di ruang ganti itu nampak bosan, sudah hampir setengah jam waktunya terbuang sia-sia hanya untuk menunggu Alea berganti pakaian.


Padahal mereka berdua hanya akan pergi ke lapangan golf dan bukannya menghadiri pesta, namun Alea benar-benar sangat sangat lama memilih pakaian yang ingin di kenakan.


"ALEA? MASIH LAMA?. " teriak Andika yang sudah mulai hilang kesabarannya, sudah berkali-kali Andika mentap jam tangannya.


"TUNGGU, DIKIT LAGI NIH. " balas Alea dari dalam ruangan ganti.


"JANGAN LAMA ALEA, KITA UDAH TERLAMBAT NIH. " Pekik Andika lagi.


Krek


Pintu terbuka, menampilkan Alea dalam balutan tanktop berwarna hitam dengan potongan yang memperlihatkan perut dan tangannya, lalu celana ketat selutut yang di padukan rok di bagian luarnya senada dengan warna tanktopnya.


Alea menguncir rambutnya dan mengikat kepalanya menggunakan sapu tangan yang sudah di bentuk menyerupai bandana bermotif bunga-bunga.

__ADS_1


Di tambah dandanan Alea yang nampak berlebihan hanya untuk pergi ke lapangan golf.


Andika mongo memperhatikan penampilan Alea yang sedikit berlebihan.


"Alea, itu pakaian kamu apa nggak terlalu terbuka ? dandanan kamu juga kayaknya berlebihan deh. " Tegur Andika.


Alea menggeleng.


"Nggaklah, katanya mau main golf pasti nanti bakalan panas dan keringetankan? makanya aku pake baju yang agak terbuka biar nggak terlalu panas nantinya. " Balas Alea tidak peduli dengan teguran Andika, dengan percaya diri Alea meraih satu tas gucci dan sepatu olahraganya.


Andika hanya bisa kembali melongo memperhatikan kepercayaan diri istrinya itu, sangat berlebihan.


"Alea, kenapa mesti bawa tas mewah kayak gitu, kamu mau pergi fashion show apa gimana?. " Tegur Andika lagi, saat mereka akan beranjak keluar dari kamar.


Perempuan itu sedang malas berdebat hanya karena perkara pakaian yang di kenakannya, namun bagi Andika tetap saja penampilan Alea terlalu berlebihan hanya untuk bermain golf di tempat yang tidak terlalu ramai.


"Disana nanti bakalan panas loh Alea apalagi ini udah mau jam 10, kamu nggak takut kulitmu gosong?. " Ujar Andika lagi, memberikan peringatan kepada Alea jika olahraga golfnya akan di adakan di tempat terbuka.


Alea kembali menggeleng.


"Udah nggak apa-apa, nggak ada masalah kok, ayo Dika katanya udah telat?. " Bantah Alea, yang sudah sangat tidak sabar mendapatkan uang jajan tambahan dari Andika nantinya.


Keduanya kemudian berangkat menuju ke lapangan golf yang jarak tempuhnya hanya sekitar 20 menitan dari kediaman Prasetya.


Sesampainya di lapangan, benar saja matahari sudah nampak sangat terik. Alea yang tadi sangat percaya diri dengan penampilan seksinya kini harus gigit jari.

__ADS_1


"Kenapa? Ayo kesini. " Panggil Andika yang saat ini sudah berada di lapangan, sementara Alea masih berdiri di bawa atap sebuah bangunan.


"Nggak aku disini aja ngeliatin kamu. " Balas Alea.


Andika menghentikan permainannya, lalu kembali berbicara pada Alea.


"Kalau kamu nggak mau kesini, uang jajan tambahan itu bakalan hangus. " Ancam Andika yang seketika membuat Alea merengut kesal dan terpaksa mengikuti kemauan suaminya itu.


"Dasar sinting, bisa-bisanya kamu ngancem aku cuman karena nggak pengen ikut olahraga, padahal aku udah bilang aku nggak tau cara mainnya Andika. " Pekik Alea dengan nada yang cukup tinggi.


Terbukti, beberapa orang yang berada di lapangan golf itu seketika menatap ke arah pasangan suami istri yang tidak henti-hentinya berdebat itu.


"Makanya sini aku ajarin kamu, Alea! . " Balas Andika, tidak pantang menyerah agar Alea mau ikut berolahraga bersamanya.


Alea dengan wajah cemberut melangkah mendekati Andika, terik matahari sontak menusuk kulit Alea yang terbuka.


"Aw." Pekik Alea merasa pedih pada kulitnya yang langsung memerah terkena paparan sinar matahari.


"Apa aku bilang, kamu nggak dengerin aku ngomong sih tadi kalau pakaian kamu itu terlalu terbuka. " Oceh Andika, kembali mengomentari pakaian Alea.


Alea dengan malas memutar bola matanya lalu meraih stik dari tangan Andika.


"Bodo amat, jadi gimana cara mainnya?. "


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2