Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 122 : Malam Yang Romantis


__ADS_3

"Ishhhhh norak banget sih. " Pekik Alea merasa geli membaca pesan-peaan dari suaminya itu.


###


Ping


Pesan chat dari Alea kembali masuk.


"Berhenti mengirimi ku gambar jelek mu, aku ingin muntah melihatnya 🤑🤑. "


Andika terkekeh, ia bahkan sudah lupa jika beberapa jam yang lalu ia sempat merasa sangat kesal pada istrinya itu.


Ingatan Andika kemudian melayang pada kejadian beberapa malam yang lalu, saat Alea mengirimkannya poto dengan pose yang sexy dan pesan-pesan yang membuat Andika memutuskan untuk mempersingkat rapat yang harusnya berlangsung sampai tengah malam.


Flashback on.


Malam itu Andika yang harusnya pulang tengah malam, sudah muncul di depan pintu kamarnya pada pukul 9 malam.


Saat memasuki kamar, ia langsung di suguhi dengan pemandangan yang memanjakan matanya.


Alea duduk di atas sofa dengan hanya mengenakan baju tidur tipis yang memperlihatkan seluruh pahanya sambil asyik menonton tayangan di televisi.


"Alea, aku sudah pulang... " Ujar Andika yang lansung di sambut senyuman dan tatapan jahil dari raut wajah Alea.


Perempuan itu menggunakan lipstik berwarna merah, seolah memang sengaja ingin menggoda Andika.


"Eh Kamu sudah pulang, kirain bakalan pulang tengah malam?. " Ujar Alea, dengan nada manja. Padahal sudah jelas Andika saat ini tengah berdiri di depan pintu dengan mata yang sama sekali tidak berkedip memandangi tubuh istrinya yang seksi itu.


Alea kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu dengan santai berjalan ke arah pemutar musik yang sepertinya sudah sengaja di setting, pemutar musik itu mengeluarkan musik romantis yang seketika membuat ruangan itu terasa seperti ruang dansa.


Dengan cepat Alea mendekati tubuh suaminya lalu menarik tangan laki-laki itu untuk segera memeluk pinggangnya, mengajaknya berdansa dengan cara yang yang aneh.

__ADS_1


Andika merasa geli sekaligus takjub melihat tingkah unik istrinya itu, meskipun terasa aneh tapi Andika tetap menikmatinya.


"Kamu suka?. " Tanya Alea dengan nada menggoda.


Andika menggigit bibir bawahnya mendengar pertanyaan itu, karena tidak tahan Andika segera mendekap tubuh Alea dan membawanya ke atas ranjang, Andika dengan tidak sabar menarik gaun tidur Alea yang tipis itu.


Akan tetapi sesaat kemudian Alea tertawa nyaring saat melihat ekspresi kecewa pada raut wajah Andika saat mendapati ternyata Alea menggunakan dalaman yang senada dengan warna kulitnya.


"Hahahaha... "


"Alea... Kamu ngerjain aku?. " Pekik Andika.


"Ishhh siapa suruh kamu nyebelin emangnya kamu pikir aku bego apa?mau ngasih liat kamu badanku secara gratis, Wlek. " Balas Alea menjulurkan lidahnya.


Tidak terima di kerjai, Andika mulai melancarkan aksi balas dendamnya, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan di atas ranjang itu, Andika segera menindih tubuh Alea dan menciumi lehernya secara paksa.


"Ah Andika berhen..ti aduh." Desis Alea, tidak menyangka Andika akan menjadi beringas seperti ini.


"ANDIKAAAA... TOLONGGGGG. " Teriak Alea, panik namun berhasil mendorong wajah Andika menjauhi lehernya.


Mereka berdua saling bertatapan untuk sesaat, dalam suasana seperti itu keduanya bagaikan terhipnotis oleh sesuatu yang berada di dalam tubuh mereka masing-masing.


Seolah-olah saling memahami Andika dengan sangat lembut menciumi wajah Alea hingga turun kembali ke leher perempuan itu. Kali ini Alea bahkan tidak menolak ataupun mengatakan sesuatu, tubuhnya membeku menerima setiap gerakan kecil yang Andika berikan pada tubuhnya.


Keduanya larut dalam suasana itu, di iringi musik yang masih setia mengalun menambah kesan romantis di antara keduanya.


Hingga dering ponsel Andika yang berada di saku celananya berbunyi seketika membuat suasana romantis itu buyar.


Alea kembali tersadar dan langsung mendorong tubuh Andika hingga terjatuh dari atas ranjang.


"Aw ah, Alea sakit.... " pekik Andika.

__ADS_1


Sementara Alea yang berada di atas ranjang segera meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Rasain dasar mesum!. " Pekik Alea, malam itu diam-diam mengulum senyumnya.


Flashback off


Seketika ingatan itu berhenti di iringi ketukan pada daun pintu ruang kerjanya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Siapa?. "


Klek


Pintu terbuka menampilkan resepsionis Andika dan Aluna yang berdiri di belakangnya.


"Ada bu Aluna pak. " Ujar resepsionis tersebut.


Andika mengangguk pelan.


"Masuklah... " Perintah Andika yang sesat kemudian Aluna beranjak masuk ke dalam ruang kerja laki-laki itu dengan ekspresi senang.


Andika mengernyitkan alisnya karena mengira Aluna sudah kembali ke kantornya sejak tadi.


"Hei sarapan yuk, aku tadi belum sempat sarapan nih di rumah, temenin aku dong kamukan udah janji beberapa hari yang lalu bakalan traktirin aku. " Pinta perempuan itu.


"Maaf Aluna, tapi aku sudah sarapan di rumah pergilah bersama Alex. " Balas Andika dengan nada datar.


Raut wajah Aluna yang tadinya senang seketika berubah masam. Tanpa berkata apa-apa perempuan itu meninggalkan ruang kerja Andika sambil membanting pintu dengan cukup keras.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2