Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 31 : Ciuman Pertama


__ADS_3

Andika tidak menghiraukannya, Laki-laki itu beranjak pergi meninggalkan Alea yang kembali harus merasakan gejolak emosi di dalam dadanya.


###


Alea yang tidak terima di katai sepeti anak kecil langsung mengikuti langkah Andika, sebelum laki-laki itu masuk ke dalam ruangan yang di tuju dan langsung menahannya.


"Eits, tunggu! Aku bisa terima kamu ngatain aku pemabuk, tapi anak kecil? Helow aku bukan anak kecil, aku nggak terima yah kamu ngatain aku kayak anak kecil, kamu nggak liat aku udah segede ini?. " Cecar Alea sembari membusungkan dadanya ke arah Andika secara reflek, ia sendiri tidak menyangka kenapa ia harus melakukan hal itu.


Bukannya panik ataupun mencoba menghindar dari tubuh Alea, Andika justru tersenyum jahil dan mendorong tubuh Alea ke arah tembok.


"Terus kenapa?kamu mau apa memangnya?. " Tantang Andika.


Alea terbelalak kaget saat Andika tiba-tiba saja mengapit tubuhnya ke arah tembok, sehingga membuatnya kesusahan untuk bergerak.


Namun, meski merasa panik karena Alea tetap tidak ingin di katai seperti anak kecil, dengan percaya diri Alea menatap mata Andika dengan tatapan menantang.


"Aku mau kamu batalin perjodohan kita, itu aja mau aku!. " Tegas Alea.


"Tidak akan, itu tidak akan pernah terjadi Alea!. " Balas Andika tidak kalah tegas.


Andika lalu kembali tersenyum, senyuman yang mampu membuat bulu kuduk Alea sontak merinding dan bergidik ngeri.

__ADS_1


Lalu, tanpa aba-aba terlebih dahulu dengan cepat sebuah kecupan mendarat di bibir Alea yang membuatnya kembali terbelalak kaget.


"Mesum!. " Pekik perempuan itu.


Alea sontak mendorong tubuh Andika dengan cukup keras lalu berlari keluar dari gedung olahraga itu dengan canggung sekaligus malu setengah mati.


"Hahahaha, dasar perempuan aneh. " Andika tertawa melihat reaksi Alea yang berlebihan, bagaikan seorang gadis remaja yang baru saja mendapatkan ciuman pertamanya.


Sementara disisi lain, Alea yang baru saja memasuki mobilnya dengan tergesa-gesa langsung mengatur nafasnya yang tersengak-sengal.


"Huhh haahhhh. "


"Hah? Laki-laki brengsek itu sudah mencuri ciuman pertama ku! Hiksssss!. " Pekik Alea, histeris.


###


Di tempat lain.


Bu Dewi dan Bu Widia kembali melakukan pertemuan sekaligus hangout bersama untuk membahas kelanjutan hubungan anak-anak mereka.


Nampak kedua ibu-ibu itu sudah sangat tidak sabar untuk menyatukan anak-anaknya dalam sebuah ikatan suci pernikahan.

__ADS_1


Apalagi, yang mereka berdua tahu Andika dan Alea nampak menerima dengan pasrah perjodohan tersebut, tanpa mereka sadari usaha Alea untuk menggagalkan perjodohannya dengan Andika sangatlah keras.


"Kayaknya anak-anak kita nggak usah menunggu terlalu lama lagi deh buat di satuin, gimana kalau kita melaksanakan pernikahan mereka dalam waktu dekat ini?. " Saran Bu Widia.


"Eh? Apa itu nggak terlalu kecepetan? Lagian anak-anak kita kan baru satu kali ketemunya apa mereka nggak bakalan langsung shock kalau kita kasih tau mereka secara tiba-tiba?. " Balas Bu Dewi sedikit sangsi.


"Semakin cepat harusnya semakin baik dong, lagian pas kita kasih tau kalau mereka bakalan di jodohin respon mereka langsung nerima ajakan? . " Ujar Bu Widia lagi, meyakinkan Bu Dewi.


"Apa kita nggak nunggu perkembangan mereka berdua dulu aja? Biar mereka punya waktu saling mengenal karakter masing-masing, biar oas nikah nanti nggak pada kaget. " Balas Bu Dewi.


Bu Widia menggeleng.


"Justru kalau mereka udah nikah Andika dan Alea bakalan lebih mudah saling mengenal karakter satu sama lain, karena mereka bakalan tinggal di bawah satu atap lagian kalau kelamaan takutnya anak-anak kita itu malah berubah pikiran. " Tutur Bu Widia.


Bu Dewi akhirnya mengangguk, pertanda ia setuju dengan ucapan calon besannya tersebut.


Apalagi Bu Dewi mengingat karakter Alea, anaknya yang sangat keras kepala itu pasti akan mencoba membuat alasan-alasan yang tidak masuk akal hingga melakukan tindakan yang bisa saja membuat perjodohan yang telah di rencakan akhirnya gagal.


"Baiklah, aku mengikut saja sepertinya ucapanmu barusan masuk akal juga. " Ujar Bu Dewi. Hal tersebut kemudian membuat Bu Widia akhirnya bisa bernafas lega.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2