Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 18 : Rencana Gagal


__ADS_3

Di luar pintu kamar Alea, tanpa prempuan itu sadari Bu Dewi mendengar semua apa yang di ucapkan anak perempuannya itu.


###


Keesokan harinya.


Sejak pagi, Bu Dewi sudah sibuk bolak balik ke kamar Alea untuk membangunkan anak perempuannya itu. Bukan tanpa alasan, Bu Dewi takut anaknya itu akan melewatkan jadwal pertemuan yang sudah ia tentukan dengan keluarga Prasetya.


"Mama, ini baru jam 7 pagi masa aku harus pergi ke restoran itu sepagi ini, kan janjiannya jam 10." Keluh Alea saat mamanya memaksa tubuhnya bangun dari tempat tidur.


"Mama nggak mau tau pokoknya kamu harus siap-siap sekarang, mama tau yah akal-akalan kamu, ngapain kamu nyewa club itu hari ini? Kamu mau party-party lagi kan? Ngabisin duit cuman buat hal nggak penting kayak gitu! Jangan pikir mama nggak tau yah aktivitas kamu di luar sana!jangan macam-macam yah Alea sama keluarga Prasetya itu, pokoknya mama bakalan awasin kamu hari ini. " Ujar Bu Dewi.


Ketahuan.


Rencana Gagal.


Padahal Alea sudah menyusun sebuah rencana untuk mengajak laki-laki yang akan bertemu dengannya hari ini itu ke club yang sudah di pesannya hari minggu ini, rencananya Alea akan membuat laki-laki itu mabuk lalu menjebaknya tidur dengan perempuan lain.


Sehingga acara perjodohan mereka bisa langsung di batalkan hari ini juga. Namun, sepertinya takdir sedang tidak berpihak kepada Alea.


Sepertinya rencana tersebut tidak bisa di lakukannya hari ini. Mau tidak mau Alea harus bersikap baik dan patuh kepada orang tuanya.

__ADS_1


"Mama apa-apaan sih sampai segitunya, Alea juga butuh privacy, Alea perempuan dewasa nggak semestinya mama berlebihan kayak gitu. " Balas Alea.


"Udah nggak usah ngelawan kalau di bilangin orang tua tuh manut aja Alea, udah sana kamu mandi, mama bakalan tungguin kamu disini sampai kamu selesai dandan. " Ujar Bu Dewi lagi, memastikan agar Alea tidak melakukan hal-hal aneh.


Misalnya loncat dari jendela kamarnya lalu kabur ataupun pura-pura sakit agar terhindar dari acara peretemuannya hari ini.


Alea beranjak ke kamar mandi dengan malas. Melihat mamanya yang terus mengawasi gerak geriknya sejak semalam. Sepertinya hari ini Alea juga tidak akan bisa pergi ke tempat lain selain menghadiri pertemuan pertamanya dengan laki-laki itu.


Alea kemudian menghubungi salah satu temannya untuk membatalkan pesta club yang akan di buatnya hari ini.


Jika orang tuanya tahu Alea memiliki niat jahat ke laki-laki yang akan di jodohkan dengannya itu, bisa-bisa Alea benar-benar di hapus dari kartu keluarga.


"Halo.... " Ujar Alea saat panggilan teleponnya tersambung.


"Nggak jadi Dan, lain kali aja! Hari ini aku lagi ada acara. " Balas Alea.


"Terus cewek yang kamu omongin semalam itu gimana?di batalin juga?. " Tanya suara itu lagi.


"Iya batalin aja! Keluargaku lagi mantau, entar kalau udah agak aman baru kita lanjut partynya di club yang lebih gede, sory ya Dan. " Ujar Alea.


Sambungan telepon terputus.

__ADS_1


"Alea kamu udah mandi? Kok mama nggak ada dengar suara air! Jangan macam-macam yah Alea!. " Teriak Bu Dewi dari luar kamar mandi.


Alea berdecak kesal.


"Cih."


"Iya ma, ini Alea udah mau mandi, sabar dong lagian waktunya masih lama. " Balas Alea.


"Ya udah cepetan mandinya mama bakalan bantuin kamu milih baju. " Ujar Bu Dewi lagi.


Alea tidak membalas ucapan mamanya, namun dirinya segera memutar keran air.


Wushhhh


Suara guyuran air dari shower membasahi tubuh Alea.


30 menit kemudian, Alea keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati ranjangnya di penuhi berbagai jenis pakaian yang di keluarkan dari dalam lemari oleh mamanya.


"Sekarang waktunya kita memilih baju yang cocok buat kamu. " Ujar Bu Dewi antusias.


Alea memutar bola matanya malas, padahal dirinya yang akan bertemu dengan laki-laki itu, namun justru mamanya yang terlihat sangat antusias.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2