
"Bukan hanya reputasi suamimu Alea, reputasi ku juga. " Ujar Marvel kemudian.
###
"Eeh emang pemberitaan itu juga berdampak sama kamu?. " Tanya Alea.
Marvel menbganggukkan kepalanya.
"Hmmm, aku kena teguran dari atasan dan hampir kena pecat kalau aku nggak hadir di konferensi pers tadi mungkin besok aku udah dapat surat peringatan terakhir dari kantorku. " Jelas Marvel.
Hal tersebut membuat Alea jadi semakin merasa bersalah.
"Aduh Vel, maaf banget yah ini semua gara-gara aku yang hari itu ngajakin kamu jalan bareng, seandainya hari itu kita nggak pergi ke mall, pasti kejadian ini nggak bakalan terjadi, aku jadi ngerasa nggak enak, maaf yah Vel. " Tutur Alea.
Marvel menggelengkan kepalanya dan tetap dengan senyuman yang tersungging di bibir laki-laki itu.
"Nggak Apa-apa, aku senang kok ketemu sama kamu hati itu. " Ujar Marvel.
"Tetap aja Vel, aku ngerasa nggak enak hati."
###
Malam harinya Ales tidak bisa tidur, ia terus krasak keusuk dan bergerak kesana kemari di atas tempat tidurnya. Sementara Andika yang sedari tadi mencoba untuk memejamkan matanya kini ikut tidak bisa tidur akitmbat kelakuan istrinya itu.
"Alea, bisa diam nggak? Aku butuh istirahat, tolong tidurlah. " Perintah Andika untuk yang kesekian kali malam ini.
Akan tetapi Alea sama sekali tidak bergeming, perintah Andika bagaikan angin lalu. Alea sama sekali tidak peduli dengan ucapan Andika.
__ADS_1
"Kurang ajar, siapa yang menyebarkan poto-poto itu, dasar brengsek! Gara-gara orang itu orang lain hampir saja kehilangan pekerjaannya dan rumah tangga orang lain juga hampir saja berantakan!. " Pekik Alea, perempuan itu tiba-tiba saja bangun dan mengatakan sesuatu yang membuat Andika kembali membuka matanya dan ikut bangun.
"Alea lihat sekarang sudah jam berapa!. " Tegur Andika sembari menunjuk jam di dinding yang telah menunjukkan pukul 11 malam.
"Jam 11 malam, Andika. "
"Nah itu kamu tau kalau jam 11 malam artinya apa Alea?. "
"Waktunya istirahat. "
"Nah pintar, karena kamu sudah tahu semuanya jadi sekarang tolong hentikan kelakuanmu yang sangat mengganggu itu, aku ingin istirahat dengan tenang. " Ujar Andika, nada suaranya terdengar sinis.
Alea menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menahan tubuh Andika agar laki-laki itu tidak jadi merebahkan tubuhnya.
"Jangan tidur dulu Andika.... " Pekik Alea.
"Apa lagi Alea?. "
"Aku curiga, ini semua pasti kerjaan seseorang Andika! Nggak mungkin poto-poto itu bisa kesebar ke media-media kalau nggak ada dalangnya, aku yakin ada orang yang lagi mata-matain rumah tangga kita. " Alea memicingkan matanya, seolah-olah dirinya saat ini sedang berakting sebagai seorang detektif yang menciun adanya aroma-aroma kejahatan.
Andika kembali terdengar menghela nafasnya.
"Alea, bisa nggak kita bahas ini besok aja, aku benar-benar capek tenaga ku hampir terkuras semuanya akibat ulah kamu seharian ini kerjaanku jadi lebih banyak. " Keluh Andika, nada suaranya terdengar kesal namun Alea sadar betul suaminya itu sedang lelah sekaligus kesal pada dirinya.
Akan tetapi karena Andika sedang malas berdebat jadi nada suaranya lebih terdengar seperti seseorang yang memelas.
"Ya udah tidur aja kalau mau tidur, dari tadi bisanya ngomel mulu bukannya bantuin istrinya nyari solusi atau nyari tau siapa dalang di balik poto-poto itu malah asyik nyalahin aku terus, ishhh nyebelin. " Omel Alea.
__ADS_1
Andika tidak menggubrisnya, kali ini laki-laki itu kembali merebahkan tubuhnya dan menutupi kepalanya dengan bantal.
Sedangkan Akea kembali mengoceh dan bebeicara kepada dirinya sendiri.
"Awas aja kalau sampai aku tau siapa dalangnya, itu orang bakalan ku geprek biar jadi gepeng arrrghhhhh brengsek!. "
Alea benar-benar tidak bisa tidur malam ini, karena merasa tidak enak jika harus terus-terussan mengganggu tidur Andika, Alea memutuskan untuk tidur di atas sofa. Namun baru saja akan melangkah turun dari atas ranjang, Andika segera menahannya.
"Heh mau kemana?. " Tegur Andika, laki-laki itu ternyata belum tertidur sama sekali.
"Aku mau tidur di sofa aja. " Balas Alea.
Andika kembali terbangun dan menarik tangan Alea agar kembali ke tangan ranjang.
"Udah nggak usah terlalu dipikirin masalah poto-poto itu, besok aku bantuin cari tau siapa orangnya, malam ini kita istirahat dulu. " Tutur Andika, nada suaranya kali ini terdengar lembut, berbeda dari sebelumnya.
"Tapi Andika... "
"Ssssttt, ayo tidur. "
Andika menempelkan jari telunjuknya pada bibir Alea, lalu tanpa aba-aba laki-laki itu menarik tubuh Alea agar lebih dekat dengannya.
Keduanya kemudian membaringkan tubuhnya secara bersamaan, Andika mendekao tubuh istrinya itu seerat mungkin, sementara Alea menenggelamkan wajahnya di dada Andika.
Perempuan itu akhirnya berhenti mengoceh, Andika diam-diam mengulum senyumnya. Hingga, akhirnya mereka berdua tertidur dalam keadaan berpelukan.
Bersambung...
__ADS_1