Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 104 : Ratunya Setan


__ADS_3

"Issshhh, kenapa ketawa? Dasar sinting, nggak ada yang lucu malah ketawa. " Cibir Alea, beranjak meninggalkan Andika kembali masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


###


30 menit kemudian Alea keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan sebuah kimono yang menutupi tubuhnya, rambutnya yang basah di balut dengan sebuah handuk di atas kepalanya.


Bau sabun yang menempel pada kulit perempuan itu seketika memenuhi seisi ruangan kamar tersebut, bahkan Andika yang saat ini sedang asyik menonton tayangan televisi seketika salah fokus.


Hasrat kelelakiannya seketika timbul, wajar saja karena Andika adalah laki-laki normal. Andika yang tadinya fokus menonton televisi kini perhatiannya teralihkan pada Alea yang sedang sibuk memilih pakaian dari dalam lemarinya.


Alea yang menyadari dirinya sedang di perhatikan sontak berbalik menatap Andika dengan tatapan tajam.


"Ngapain kamu jelalatan ngeliatin aku kayak gitu? Hati-hati bola mata kamu bisa keluar dari rongganya, dasar mesum. " Cibir Alea, sinis.


Andika seketika mengalihkan pandangannya dan diam-diam tersipu malu karena ketahuan asyik memperhatikan gerak gerik istrinya itu.


Alea kembali sibuk membuka lemarinya satu persatu, akan tetapi barang yang di cari perempuan itu sepertinya tidak ada di dalam lemari manapun.


"Kamu cari apa? Mau aku bantuin nggak nih?. " Ujar Andika menawarkan bantuan.


Alea seketika menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Nggak usah, mungkin ini ulah mama lagi yang mindahin sebagian barang-barangku. " Jawab Alea.


Sesaat kemudian perempuan itu berjalan arah pintu sambil berteriak memanggil seseorang.


"Siskaaa.. Sis..." Teriak Alea, suaranya terdengar menggelegar, memantul ke segala penjuru rumah mewah tersebut.


Beberapa saat kemudian Alea kembali masuk ke dalam kamar dengan wajah panik.

__ADS_1


"Oh my god. " Pekik perempuan itu.


Andika keheranan melihat Alea yang seperti orang yang baru saja melihat hantu.


"Kamu kenapa kayak orang abis liat setan gitu?. "


"Ini bukan sekedar setan Dik, ini ratunya setan, mamaku. " Balas Alea, gelisah.


"Mama kenapa? . " Tanya Andika masih tidak mengerti.


Tok..


Tok..


Tok..


Suara ketukan pintu terdengar di iringi dengan Alea yang semakin panik dan langsung berjalan cepat ke sisi Andika.


"Itu pasti mama sama papa Dik, mereka pasti bakalan ngomelin aku karena aku pulang kesini nggak ngasih tau mereka dulu, aduh gimana nih. " Jelas Alea yang seketika membuat Andika mengerti dan menyunggingkan senyumnya.


"Oooh, kirain kamu habis liat setan beneran, udah nggak apa-apa, biar aku yang ngomong nanti. "


Tok..


Tok..


Ketukan pada daun pintu kembali terdengar.


Andika kemudian berinisiatif untuk membuka pintu tersebut namun segera di cegah oleh Alea.

__ADS_1


"Jangan Dika, aku pasti bakalan kena semprot lagi sama mama. " Ujar Alea panik, namun Andika segera menenangkan istrinya itu.


"Udah nggak apa-apa kok. " Balas Andika menepis tangan Alea yang tadi mencoba mencegahnya.


"Alea, kamu ada di dalamkan?buka pintu nya. " Perintah bu Dewi dari luar pintu.


Andika lalu membuka pintu tersebut dengan santai dan menyapa mertuanya.


"Selamat pagi ma. "


"Alea! eh Andika?. " Bu Dewi nampak terkejut mendapati Andika yang membukakan pintu tersebut dan bukannya Alea.


Andika dengan ramah mempersilahkan mama mertuanya itu untuk masuk ke dalam kamar.


"Ayo ma masuk, maaf tadi malam Andika sama Alea datangnya kemalaman karena nggak enak bangunin mama sama papa, jadi Andika telpon mbak Aulia buat bukain pintu. " Jelas Andika, menjawab rasa penasaran yang terpampang jelas di wajah mertuanya itu.


Bu Dewi nampak sangsi dengan penjelasan Andika namun Alea segera menimpali.


"Iya ma, Andika tadi malam udah niat mau nelpon mama aja buat bukain kita pintu tapi karena Alea tau jam 10an itu mama udah pulang jadi akhirnya kita telpon Aulia deh. " Jelas Alea berbohong.


Alea kembali berjalan mendekati Andika lalu menggandeng tangan suaminya itu, agar mereka nampak mesra sehingga bu Dewi tidak akan menaruh curiga.


"Yang benar? Kalian nggak lagi berantem lagikan?. " Tanya Bu Dewi, tatapannya penuh selidik.


Andika dan Alea dengan kompak menggelengkan kepalanya. Sesaat kemudian Andika berinisiatif untuk merangkul pinggang Alea agar akting merekan terlihat lebih nyata.


"Seandainya tadi Alea nggak teriak manggilin nama Siska, pasti mama nggak bakalan tau kalau kalian ada di rumah. " Ujar bu Dewi kemudian, perempuan setengah baya itu nampaknya sudah percaya dengan kebohongan yang Andika dan Alea buat.


"Hehehehe, maaf mah lain kali kami bakalan kabarin mama dulu kalau mau nginap disini lagi. " Timpal Andika.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2