
"Tapi, Nona ini adalah bagian dari tugas saya, jika Tuan dan Nyonya tahu saya tidak mengerjakan tugas saya dengan baik, mereka akan... "
###
Ucapan pelayan tersebut segera di potong Alea.
"Ssssttt." Alea memberikan kode kepada pelayannya tersebut agar tidak terlalu banyak menjelaskan tugasnya secara berulang-ulang setiap kali Alea menolak menerima bantuannya.
"Oh Tuhanku, Dora kau tidak perlu menjelaskan hal tersebut setiap hari, aku baik-baik saja, bahkan sebelum, dirimu di pecat aku akan mengomeli papa dan mamaku terlebih dahulu karena memaksamu bekerja berat. " Balas Alea yang tidak pernah mau jika pelayannya tersebut membantunya untuk mandi.
"Tapi... "
"Tidak ada tapi-tapian, kerjakan saja tugasmi seperti biasanya, tidak usah membantuk mandi aku tidak suka orang lain menyentuh kulitku, tanganmu juga akan sakit jika terus-terussan bekerja, setelah membersihkan kamarku pergilah menikmati waktu luangmu. " Ujar Alea sambil menutup pintu kamar mandinya.
"Terima kasih nona. " Balas pelayan tersebut.
"Panggil aku Alea, ini bukan kastil ataupun kerajaan, ini hanya rumah biasa yang kebetulan saja bentuknya mewah!. " Pekik Alea dari dalam kamar mandi.
Peayan itupun hanya mengangguk dan segera mengerjakan tugasnya, yakni membersihkan kamar Alea yang sebenarnya sama sekali tidak berantakan. Mengingat Alea sangat jarang menempati kamarnya tersebut.
Setengah jam kemudian Alea keluar dari dalam kamar mandi dan dengan cepat dirinya sudah berganti pakaian setelan kemeja yang sudah di siapkan oleh pelayannya.
Hari ini Alea akan mengajar di dua kelas dengan mata kuliah yang sama.
"Wuah aku hampir terlambat, waktuku tinggal 30 menit lagi. " Ujar Alea setelah melihat jam tangannya. Alea bergegas keluar kamar.
"Alea kamu udah siapkan? Ayo sarapan dulu. " Teriak Bu Dewi dari meja makan di lantai bawah saat melihat Alea menuruni anak tangga.
Alea berlari-lari kecil menuruni anak tangga, tanpa menghiraukan panggilan orang tuanya yang sedang menikmati sarapan pagi di meja makan.
"Alea?hei pamali kalau udah di tawari makan tapi makannya nggak di sentuh!." Pekik Bu Dewi saat Alea sudah siap menyalakan masuk ke dalam mobilnya yang sudah di panaskan oleh Pak Kardi, supir pribadi pak Putra namun seringkali membantu Alea untuk memanaskan mobilnya di pagi hari.
"Aku sarapannya di kampus aja. " Balas Alea.
__ADS_1
"Ya ampun Alea, ini di pegang dulu nasinya, pamali nak. " Ukar Bu Dewi mengikuti Alea sampai ke dalam mobil perempuan itu.
"Ah mama, ya ampun sampai segininya, lagian kampus kan dekat disana juga banyak kantinnya, habis ngajar Alea juga bakalan langsung makan kok. " Omel Alea.
"Udah nggak usah ngomel, buka mulutnya. " Bu Dewi mengulurkan tangannya menyuapi Alea dengan nasi yang ada di genggamannya.
"Aaaa." Dengan pasrah Alea membuka mulutnya.
Setelah menyiapkan nasi tersebut kepada Alea, Bu Dewi kemudian turun dari mobil anak perempuannya tersebut.
"Hati-hati yah Alea. " Pesan Bu Dewi.
Alea langsung melenggang pergi menuju ke kampus mengendarai mobilnya tanpa membalas ucapan mamanya barusan.
Hingga beberapa waktu kemudian, Saat baru setengah jalan menuju ke kampus mobil Alea tiba-tina saja berhenti di tengah jalan.
Bruk.
Piiiippppp.
"Duh ini mobilku kenapa?. " Pekik Alea.
Sesaat kemudian Alea baru tersadar, bahan bakar mobilnya habis.
"Ya ampun, aku lupa ngisi lagi semalam gara-gara buru-buru. " Pekik Alea.
Piiiiiippppp
Klakson mobil kembali terdengar, Alea segera turun dari mobilnya untuk melihat keadaan.
"Aduh gimana nih. " Ujar Alea saat melihat mobilnya di hantam oleh mobil orang lain.
Alea lebih suka lagi saat melihat mobil yang berada di belakang mobilnya tersebut adalah Lamborghini keluaran terbaru dan biaya perbaikannya pasti akan sangat mahal.
__ADS_1
Mobil Alea hanya lecet sedikit, namun mobil yang menabraknya itu justru mengeluarkan asap. Sementara jalan yang di laluinya cukup sepi.
Alea segera berlari menghampiri pengemudi mobil untuk meminta maaf.
Alea mengetuk-ngetuk kaca mobil pengendara Lamborghini tersebut.
"Maaf, saya tidak sengaja. " Ujar Alea.
Pengemudi Lamborghini tersebut keluar, ternyata pengemudinya adalah seorang laki-laki bertubuh tinggi dan tegap dengan wajah dingin dan kaku. Namun, tidak dapat di pungkiri wajahnya sangat tampan.
"Kamu Lagi?. " Pekik laki-laki itu saat melihat wajah Alea.
"Hah kamu lagi? Maaf apakah anda mengenal saya?. " Tanya Alea terheran-heran.
"Dasar perempuan gila! Kamu sengaja berhenti di tengah jalan kayak gini? Kamu sadar nggak sih kami bisa celakain banyak orang, untung saja jalan ini sepi dan jarang di lalui pengendara lain. " Omel laki-laki itu.
"Perempuan gila? Maksud anda? Saya?. " Tanya Alea kebingungan.
"Iya kamu, kamu pasti tidak ingat karena setiap kali bertemu denganku, kamu selalu dalam keadaan mabuk!. " Cecar laki-laki itu.
Alea langsung mengerti.
"Ah maaf mungkin ada kesalah pahaman di antara kita, tapi saya sungguh tidak ingat apa-apa! Saya tidak sengaja berhenti di tengah jalan karena bensin mobil saya habis, tolong maafkan saya sekali ini saja. " Pinta Alea.
Laki-laki itu mengernyitkan wajahnya.
"Kamu benar-benar aneh. " Ujar laki-laki itu.
"Maaf, saya benar-benar tidak mengerti apa maksudmu, tapi bisakah kita menyelesaikan persoalan mobil ini nanti saja, mahasiswa sedang menunggu dan aku tidak ingin mengecewakan mereka karena menunggu terlalu lama! Aku sudah hampir terlambat. " Pinta Alea.
Laki-laki itu sekali lagi terlihat keterangan dengan pernyataan Alea barusan. Namun, Alea ridak ambil pusing, ia segera mengeluarkan kartu namanya.
"Ambil ini, namaku Alea Putri Wicaksono, aku akan mengganti rugi kerusakan mobilmu. " Ujar Alea memberikan kartu namanya.
__ADS_1
Alea lalu menahan angkutan umum yang lewat dan berlalu pergi meninggalkan laki-laki tersebut yang masih berdiri terpaku memandangi angkutan umum yang membawa Alea.
Bersambung...