Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 105 : Anuan


__ADS_3

"Hehehehe, maaf mah lain kali kami bakalan kabarin mama dulu kalau mau nginap disini lagi. " Timpal Andika.


###


"Mama nggak ada masalah sebenarnya mau kalian nginap disini atau di manapun itu, yang terpenting kalian hidup rukun,mama tadi cuman kaget aja denger Akea teriak-teriak manggil pelayan, mama pikir anak nakal ini pulang sendirian lagi tanpa minta izin kamu Dika. " Jelas bu Dewi.


"Ya enggak lah mah, mana berani Alea pergi tanpa izin Andika, iyakan sayang?. " Ujar Alea sembari mencubit pelan pinggang suaminya agar laki-laki itu menyetujui ucapannya.


"Ahahaha iya ma, Alea nurut kok sama Andika dia kalau ke mana-mana juga biasanya sama aku atau kalau lagi ada keperluan mendadak buat ngurusin sesuatu pasti Alea minta izin kok sama aku, mama tenang aja kami rukun kok. " Timpal Andika panjang lebar.


Bu Dewi nampak mengenal nafasnya, sesaat kemudian perempuan setengah baya itu menyinggingkan senyum.


"Baguslah kalau seperti itu, ya udah ayo kalian turun ke bawah dulu buat sarapan. " Ajak Bu Dewi kemudian.


"Iya ma, mama turun duluan aja nanti Alea nyusul. " Balas Alea sekali lagi memberikan kode pada Andika untuk mendukung ucapannya.


"Iya ma, nanti Andika sama Alea turunnya nanti aja, lagian ini Alea juga baru selesai mandi belum sempat pake baju. "


Bu Dewi yang mendengar hal itu seketika mengalihkan pandangannya pada Alea yang saat ini hanya mengenakan kimono, Bu Dewi memandangi anak bungsunya itu dengan tatapan menggoda.


"Hmmm, kalian abis ngapain hayooo. " Goda bu Dewi yang seketika membuat Alea dan Andika seketika gelagapan.


"Ah eh anu itu Alea baru abis.... "

__ADS_1


"Mama kayak nggak tau aja pengantin baru, hehehe. " Potong Andika.


"Dasar anak muda, ya udah kalau gitu mama turun duluan, nanti kalau udah siapan langsung ke meja makan aja yah soalnya mama sama papa ada urusan di luar, Aulia sama suaminya juga udah pergi dari tadi buat ngurus berkas sekolah anaknya. " Oceh bu Widia sembari berlalu pergi meninggalkan Alea dan Andika yang langsung memisahkan diri setelah merasa bu Dewi sudah melangkah cukup jauh.


"Tutup pintunya. " Perintah Alea yang seketika Andika turuti.


"Gimana aktingku ? Bagus kan?. " Tanya Andika dengan ekspresi tengilnya.


Alea memutar bola matanya, malas.


"Bagus apanya, ngapain kamu pake acara bahas-bahas pengantin baru, pengantin baru apanya jangan ngaco yah Andika, kamu bikin mamaku berpikiran kotor tau. " Omel Alea yang seketika membuat Andika kembali tertawa pelan.


"Dih bukannya terima kasih karena udah di bantuin buat ngomong malah ngomel, harusnya kamu tuh makasih sama suami kamu yang baik hati, tampan dan pemberani ini, kalau bukan karena aku kamu udah di omelin habis-habissan sama mama karena nggak pulang ke rumahku, terus nggak minta izin lagi. " Oceh Andika.


"Siapa suruh nyebelin, aku udah capek-capek bikinin kamu kue brownies dan nganterin kuenya ke kantor kamu, eh kamunya malah asyik berdua-duaan sama perempuan lain. " Pekik Alea, kesal.


Andika mengernyitkan alisnya, laki-laki itu kembali menyunggingkan senyuman jahilnya.


"Jadi kamu cemburu karena ngeliat aku sama Aluna kemarin, makanya kamu nggak mau pulang ke rumahku?. " Goda Andika.


"Ih ngapain juga aku cemburu, bodo amat kamu mau berdua-duaan kek, ******* kek, mau anu-anuan kek, aku nggak peduli Andika. " Pekik Alea, mencoba terlihat tidak peduli padahal hatinya memanas karena kembali harus mengingat kejadian kemarin.


Andika yang mendengar hal itu bukannya berhenti, ia malah makin gencar menggoda Alea.

__ADS_1


"Anuan? Jadi kalau aku anuan sama Aluna kamu nggak bakalan marah?. " Oceh Andika dengan ekpresi tengilnya.


"Bodo amat, mau kamu anuan di kantor kek di atap kek, di kamar kamu sekalipun aku nggak peduli tau. " Balas Alea, dengan nada tinggi.


"Ya udah kakau gitu nanti aku bakalan pergi ke apartement Aluna dan ngundang dia buat datang ke kamarku nanti malam buat anuan, Hahaha. " Ujar Andika, memanas-manasi Alea. Andika sadar betul jika istrinya itu saat ini sedang jealous.


"Bawa aja, aku juga bakalan pergi ke apartementnya Marvel dan tinggal disana selama berhari-hari. " Balas Alea sengit, tidak mau kalah.


Mendengar nama Marvel di sebut, Andika jadi ikut merasa kesal.


"Marvel? Kamu masih komunikasi sama laki-laki itu?. " Tanya Andika, nada suaranya terdengar sangat tidak suka pada laki-laki itu. .


Alea yang menyadari situasinya sudah berubah berbalik menggoda Andika.


"Iyalah, kalau kamu bisa berduaan sama Aluna, kenapa aku nggak bisa komunikasi sama Marvel, kita bahkan janjian mau Dinner malam ini. " Ujar Alea dengan santai menyunggingkan senyum jahatnya.


"Nggak! Kamu nggak boleh pergi ke mana-mana malam ini, kamu harus temani aku tidur di kamarku!. " Tegas Andika, yang seketika membuat Alea tersipu.


"Katanya mau tidur sama Aluna ya udah aku tidur sama Marvel aja biar adil. " Balas Alea lagi.


"Nggak boleh Alea! Awas yah kalau nanti kamu nggak pulang ke rumah, aku ikat kamu di dalam kamar biar kamu nggak bisa ketemu siapa-siapa lagi selamanya selain aku. " Ancam Andika yang seketika membuat keduanya tertawa geli pada akhirnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2