Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 22 : Cinta Setelah Perjodohan?


__ADS_3

"Aku akan menaklukkan perempuan itu, tunggu saja! Kamu akan tunduk padaku!. " Tutur Andika merasa percaya diri.


###


Beberapa jam berlalu, Andika masih setia duduk di meja kerjanya sambil memandangi layar komputernya yang mati.


Andika tidak sedang mengerjakan sesuatu, namun otaknya sedang memikirkan bagaimana cara untuk menaklukkan Akea, agar perempuan itu patuh dan tunduk kepadanya.


Tadinya, Andika berpikir dengan kwitansi pembayaran kerusakan mobilnya perempuan itu akan merasa bersalah dan memohon kepadanya, namun bukannya memohon perempuan itu malah balik menawarkan kesepakatan kepadanya.


"Sepertinya akan sulit membuat gadis pemabuk itu patuh dengan cara yang halus dan lebut? Apa aku harus memaksanua?. " Tutur Andika, berbicara dengan dirinya sendiri.


Sebuah ide tiba-tiba saja muncul dalam benaknya.


"Sepertinya aku harus membuat kesepakatan dengan perempuan itu dengan sedikit paksaan!. " Lirih Andika, tersenyum memandangi pantulan dirinya di dalam layar monitor.


###


Di tempat lain, Alea yang biasanya menggebu-gebu memberikan materi kepada mahasiswanya kin terlihat banyak melamun selama jam mata kuliahnya berlangsung.

__ADS_1


Pikiran Alea saat ini sedang di penuhi dengan berbagai pertanyaan tentang bagaimana cara membuat Andika mau membatalkan perjodohan mereka berdua.


Keasyikan melamun, membuat Alea bahkan tidak menyadari salah satu mahasiswanya kini sudah berada di depan mejanya.


"Ekhem bu, tulisan saya hari ini sudah selesai dua bab, apa saya harus melanjutkannya lagi sampai jam mata kuliah ibu selesai? Atau....?. " Tanya Daniel mahasiswa Alea yang cukup vokal di dalam kelas yang sedang di ajarnya pagi ini.


"Ah Daniel, tugasmu sudah selesai? Bisa ibu lihat?. " Tanya Alea.


"Tentu saja bu. " Balas Daniel menyerahkan ponsel pintarnya yang Daniel gunakan untuk mengetik tugas karyanya.


Alea mengernyitkan wajahnya saat membaca judul dari karya sastra yang di buat mahasiswanya tersebut.


"Ah hehehe, iya bu ini saya terinspirasi dari banyaknya karya-karya di aplikasi Novel Toon yang banyak membahas tentang nikah paksa, perjodohan dan semacamnya. " Jelas Daniel.


"Ah iya, ini sudah bagus Daniel kalau begitu kamu lanjutkan saja, sampai jam mata kuliah saya selesai. " Ujar Alea.


"Oh iya bu, satu lagi nama pemerannya saya pakai nama ibu, sebagai pemeran utama oeremouan di dalam karya saya nggak apa-aoakan bu?. " Tanya Daniel.


Mendengar hal itu Alea sontak terkejut, mengingat kenyataan dirinya saat ini memang seperti sedang berada di dalam dunia novel.

__ADS_1


"Ahahaha, terserah kamu saja Daniel, yang lain juga boleh menggunakan nama siapa saja untuk di jadikan karakter dalam tokoh-tokoh yang kalian buat dalam karya kalian. " Tutur AleaAlea kepada para mahasiswanya yang lain.


Danielpun kembali ke tempat duduknya, sementara Alea masih tenginmang-ngiang dengan judul karya tulis Daniel.


"Cinta setelah perjodohan? Akankah ada cinta di antara dirinya dan laki-laki itu setelah perjodohan ini berlangsung?. " Batin Alea, sedikit pesimis.


Jam mata kuliah Alea akhirnya selesai. Alea berjalan dengan gontai menuju ke ruangan khusus dosen.


Pikirannya terus memikirkan Andika, entah bagaimana sebuah ide kembali muncul di dalam pikirannya.


"Kenapa aku tidak mengikuti aktivitas laki-laki itu saja? Aku akan membuatnya ilfil, sehingga laki-laki itu mau membatalkan perjodohan yang memuakkan ini. " Pekik Alea kembali bersemangat.


Alea kemudian mencari tahu seluruh media sosial Andika, dan mencatat aktivitas sehari-hari laki-laki itu.


Andika cukup aktif di laman media sosialnya, bahkan setiap aktivitas hariannya sering di unggah dan mendapatkan banyak like dan komentar serta ribuan folowers.


"Ishhhh narsis juga laki-laki itu. " Ujar Alea dengan nada sinis, saat melihat poto-poto Andika yang kebanyakan hanya mengenakan singlet, memperlihatkan otot-otot di lengannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2