Cinta Setelah Perjodohan

Cinta Setelah Perjodohan
Bagian 43 : Kalah Telak


__ADS_3

"Kita baru sampai disini dan kamu sudah membuat satu masalah, kedepannya jangan membuat masalah lagi dan jangan sembarangan berbicara dengan laki-laki lain. " Tutur Andika, sinis.


###


Tidak butuh waktu lama bagi Andika dan Alea untuk menemukan kamar dengan nomor 154 yang sudah Andika reservasi sebelumnya.


Sesampainya di dalam kamar Alea yang sudah teramat lelah langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur ranjang yang empuk.


"Ahhh nikmat sekali. " Desah Alea merasakan kelembutan kasur hotel tempat mereka akan menginap hingga beberapa hari yang akan datang.


Sementara Andika yang saat ini sedang memasukkan isi kopernya ke dalam lemari menatap sinis ke arah Alea.


"Heh bereskan dulu isi koper mu itu baru rebahan. " Tegur Andika.


"Hah? Nanti saja aku ingin menikmati lembutnya kasur ini. " Balas Alea berguling-guling di atas kasur.


"Dasar! Seperti anak kecil saja. " Sindir Andika kemudian berjalan ke arah sofa lalu menyalakan televisi.


"Dih enak saja, aku bukan anak kecil tau. " pekik Alea, tidak Terima.


Perempuan itupun langsung bangun dan mengangkat kopernya ke arah lemari lalu memasukkan barang-barangnya sendiri.


Beberapa waktu kemudian Alea telah selesai dengan barang-barangnya, ia kemudian kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Ah senangnya. " Ujar Alea.


"Tidak usah berlebihan seperti itu. " tegur Andika lagi, nampak tidak senang melihat kelakuan Alea.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih, ceriwis banget kayak susah gitu kalau ngeliat aku senang dikit aja. " Balas Alea kembali menegakkan tubuhnya kali ini perempuan itu menghadap ke arah Andika.


"Lagian biasa aja lagi, kayak nggak pernah ke luar negeri aja. " Sindir laki-laki itu.


Alea memutar bola matanya, malas berdebat dengan suaminya yang sok dingin dan sok cuek itu.


"Nanti malam aku ada rapat dengan salah satu calon investor ku, kamu tinggallah disini. " Ujar Andika, kemudian.


Alea yang baru saja akan memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak, sontak terkejut dan kembali membuka matanya.


"Hah? Jadi kamu mau ninggalin aku sendirian begitu saja di kamar hotel ini?. " Pekik Alea.


"Kamu tidak sendirian di hotel ini ada banyak orang, lagi pula kamu bukan anak kecil urus dirimu sendiri, jangan berharap lebih! Kita datang kesini bukan untuk berbulan madu. " Tutur Andika.


Alea menghela nafasnya.


"Ya sudah kalau begitu aku akan pergi berbelanja, kamu boleh pergi menghadiri rapat mulai dan aku akan shopping sampai puas. " Balas Alea, tidak mau kalah.


"Tentu saja aku punya. " Balas Alea sembari meraih tasnya dan mulai mencari dompet berisi kartu ATMnya.


Alea nampak kebingungan karena tidak menemukan dompetnya tersebut, di dalam tasnya hanya ada tas tangan yang berisi koin.


Tiba-tiba sebuah ingatan melintas dalam otak kecil Alea.


"Hah? Dompetku? Ah jangan-jangan aku kecopetan pas di bandara tadi? Eh atau jangan-jangan laki-laki tadi yang mencopetku? Aduh. " Racau Alea.


Andika menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kepalamu itu isinya prasangka buruk saja ke orang lain, jelas-jelas kau sendiri yang menaruh dompetmu itu di dalam kamarmu sendiri kemarin karena takut kamu akan melupakannya di suatu tempat. " Timpal Andika.


"Hah? Oh iya ya ampun aku benar-benar tidak ingat? Aduh bagaimana ini, hiksss. " Alea histeris baru mengingat jika dompetnya sengaja ia taruh kembali ke dalam kamarnya karena Alea tidak ingin ribet harus terus-terussan membawa dompet itu ke resepsi pernikahan kemarin.


"Dasar perempuan aneh. " Ejek Andika.


Alea kemudian menatap Andika dengan tatapan memohon sembari mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Dika, bolehkah aku... "


"Boleh apa? . "


"Hmm, bolehkah aku menggunakan uangmu saja. " Ujar Alea dengan nada manja yang di buat-buat.


Andika yang mendengar nada bicara Alea yang manja dan terkesan di buat-buat itu bukannya simpati laki-laki itu justru terus-terussan berkata sinis kepada Alea.


"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang berlebihan. " Tegas Andika.


"Hah? Tapikan kamu suamiku, kau bertanggung jawab untuk hidupku, sandang, pangan, papan dan pakaian! Kau sudah berjanji akan mencukupi segala kebutuhanku sesuai kesepakatan kita di awal, kamu pura-pura lupa? Dasar laki-laki jahat tidak punya hati sungguh tega!. " Oceh Alea panjang lebar.


"Baiklah, tapi besok. " Ujar Andika kemudian.


"Besok? Tidak ! aku maunya sekarang!. " Balas Alea.


"Aku bilang besok! Kalau kamu tidak mau besok yah sudah aku tidak akan memaksamu, kalau kamu tidak ingin menuruti kata-kataku maka urusan rumah tangga kita nanti akan menjadi tugasmu sepenuhnya aku tidak ingin membuang-buang uangku menyewa pelayan untuk orang keras kepala sepertimu. "Tegas Andika


" Oke, oke besok!. " Balas Alea dengan cepat.

__ADS_1


Kalah telak, Lagi-lagi Alea tidak dapat berbuat banyak jika Andika sudah mengancamnya dengan kata-kata seperti itu.


Bersambung...


__ADS_2