
"Deal."
###
Keesokan harinya.
Proses pembangunan ulang proyek Mall Andika akhirnya berjalan, Andika akhirnya bisa bernafas sedikit lega walaupun pembangunan tersebut masih membutuhkan proses yang panjang. Akan tetapi setidaknya Andika sudah mengambil satu langkah maju dalam proses pembangunannya.
Andika kini nampak sedang bersantai di kafe yang berada di lantai 1 gedung kantornya sembari menikmati secangkir teh hangat yang membantunya tetap rileks.
Kendaraan berlalu lalang di hadapannya, Andika bisa memperhatikan kendaraan itu melalui kaca transparan yang menghadap langsung ke jalan raya.
Pikiran Andika kembali mengingat perkataan Alea kemarin.
"Aku ingin rumah yang tidak terlalu besar di pinggir pantai, dimana sejauh mata memandang banyak pohon dan tumbuhan hijau yang memanjakan mata. "
"Apa yang salah dengan hiruk pikuk di kota ini?. " Gumam Andika belum mengerti dengan jalan pikiran Alea yang ingin tinggal di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian kota.
"Rumah itu akan ku tempati setelah kita bercerai. "
"Bercerai?. " Gumam Andika.
__ADS_1
Laki-laki itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tidak akan menceraikanmu, Alea!. " Ujar Andika lagi.
Laki-laki itu berbicara dengan dirinya sendiri, beruntung pengunjung kafe yang lain tidak memperhatikannya. Bisa-bisa ia di anggap gila.
"Hei, Andika.. Helow? What are you doing?. " Tegur suara seorang perempuan yang membuat Andika segera tersadar dari lamuanannya.
Perempuan yang menegurnya itu ternyata Aluna yang baru saja memasuki kafe tersebut.
"Oh Hei Aluna? Aku sedang menikmati pemandangan orang-orang yang sedang berlaku lalang di depan sana. " Balas Andika.
Aluna mengernyitkan alisnya, kemudian menarik kursi yang berada di samping kursi tempat Andika duduk.
"Tidak ada yang menarik sebenarnya, aku hanya memikirkan seseorang yang ingin tinggal di tempat yang jauh dari keramaian dan hiruk pikimuk kota yang katanya melelahkan, saat melihat orang-orang dengan kendaraannya di luar sana aku jadi memikirkan perkataan seseorang itu dan mulai bertanya-tanya apa alasannya?. "Oceh Andika.
Aluna tersenyum kecut, ia bisa menebak jika seseorang yang sedang Andika ceritakan saat ini adalah Alea.
" Maksudmu istrimu? Mungkin dia sebenarnya hanya bosan dan sedang memberikan kode padamu untuk mengajaknya pergi berlibur ke tempat yang sepi itu, tapi kamu malah berpikir yang lain dan tidak bisa menangkap isi pikirannya. " Ujar Aluna yang seketika membuat Andika terperanjat.
"Ah, benar juga kenapa aku tidak memikirkan opsi itu. " Gumam Andika wajahnya nampak bersemangat setelah Aluna membantunya mencernanucapan Alea, meskipun sebenarnya om ucapan Alea kemarin tidak benar-benar sesuai dengan apa yang Aluna pikirkan.
__ADS_1
"Mungkin karena kamu sebenarnya tidak memiliki perasaan pada istrimu itu dan masih berharap harusnya peempuan lainlah yang menjadi pendamping hidupmu sekarang dan bukanlah istrimu itu. " Ujar Aluna, nampak tidak suka Andika membahas Alea.
"Maksudmu?. "
"Yah maksudku, apa kamu benar-benar memiliki perasaan cinta pada istrimu dan tidak berharap oeremouan lain menggantikannya saja? Misalnya aku?. " Tutur Aluna dengan percaya diri.
"Hei, aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun sama kamu Aluna apalagi berpikir untuk mencari pengganti untuk istriku yang sekarang, aku sudah merasa sangat cukup memilikinya disisiku. " Balas Andika, nampak geram dengan kepercayaan diri Aluna.
Aluna nampak tersenyim sinis, mendengar penolakan Andika.
"Jujur saja Andika, bukankah kamu dulu memiliki perasaan yang lebih dari sekedar teman padaku?. " Cecar Aluna.
"Dulu, itu dulu sekali, bertahun-tahun yang lalu tapi perasaan itu hanya sekedar kekaguman sering berjalannya waktu aku tidak lagi merasakan kekaguman yang sama seperti dulu. " Balas Andika, jujur.
Aluna masih tidak Terima dengan pernyataan Andika barusan.
"Jujurlah Andika, aku tau kamu masih memiliki oerasaan yang sama padaku sampai sekarang. " Tegas Aluna, nada suaranya terdengar memaksa.
"Dengar baik-baik Aluna, aku sama sekali tidak memiliki perasaan yang lebih untukmu dari dulu sampai sekarang aku hanya menganggapmu sebagai teman yang baik, meskipun beberapa tahun yang lalu aku memang sempat benar-benar mengagumimu tapi sampai disitu saja, tidak ada yang special. " Tutur Andika yang membuat perasaan Aluna mencelos.
"Bohong, bukannya kamu menikahi istrimu yang sekarang itu karena terpaksa dan putus asa karena aku waktu itu tidak meresoon ungkapan cintamu. " Pekik Aluna.
__ADS_1
Andika meringis mulai merasa kesal dengan ucapan yang keluar dari mulut Aluna yang menurutnya sama sekali tidak masuk akal.
Bersambung...